nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
32.Hari keberangkatan


__ADS_3

"Hallo ketemu lagi"sapa Gisna yang langsung duduk di depan ku dan di samping Dito.Saat ini kami berada di dalam sebuah kafe, sepulang menjemput ku dari rumah sakit Dito mengeluh lapar jadi di sini kami sekarang.


"kenalkan Agisna Kakak nya Anindya"


"Ferdito"


"kamu polisi ya,Anin Anin ayah polisi nyari suami kok juga polisi ga berkembang sekali" ucapnya sambil mengelus lengan Dito yang dilapisi jaket bomber.


"Bisa ga itu tangan nya sopan" ucapku karena aku melihat Dito gak nyaman dengan perlakuan gisna.


"Cemburu apa takut aku rebut suami mu".


"Suami ku bukan barang yang bisa direbutkan atau di pindah tangan kan ,dia memiliki otak buat berpikir dan membedakan ,juga punya perasaan jadi buat apa aku takut ,jika dia mau sama kamu dan punya perasaan sama kamu silahkan ambil tanya langsung pada yang bersangkutan silahkan ,ga perlu main rebut "


"yang bener, aku goda suami mu kamu nyesel Lo kalau suamimu tergila gila padaku"


"kalau barang bisa kita rebutan,kesuksesan bisa diperjuangkan ,tapi perasaan orang berbeda,seberapa besar kau menggoda kalau dia ga nyaman dia akan menolak godaan dari mu dan senyaman apa pun dia jika bukan takdirmu dia juga akan lepas"


"mulut Lo ternyata tetep ya pandai bersilat lidah "


" Oya harus itu gw orang pintar buktinya gw jadi dokter bukan calon dokter gagal " Sinis ku.


"Lo" geram nya dengan nada menahan amarah.


"Seberapa Lo usaha kalau itu bukan takdir mu dia akan lepas"


"gw gak bisa rebut ayah darimu tapi sepertinya boleh juga laki Lo "


"Dasar wanita gila ayo kita pulang"ucap Dito sambil menariku keluar kafe.


"Apa dia terobsesi sama ayah"


"aku gak tau,tapi waktu aku masih remaja ada yang bilang dia menyukai dan sayang sama ayah bukan sebagai anak tapi sebagai wanita"


"Ga usah di pikirkan omonganya ayo pulang udah malam".


Setelah pertemuan Dito dan mami nya, tempo hari hubungan antara mereka jadi lebih baik, bahkan Dito juga sudah di kenal kan dengan suaminya, hanya Anggraini yang belum bisa menerima nya, bahkan eyang putri udah menerima Dito dengan baik, (Angraeni di panggil Rain).


"Baru pulang mbak"sapa Dini


"Iya lagi, apa Din?" tanyaku saat kulihat Ini membolak-balikkan laptopnya seperti ada kerusakan tapi dia tidak tahu rusaknya di mana.


"Tau ni Mbak lagi ngerjain tugas eh komputer nya tiba-tiba eror"keluh nya.


"sini mbak coba lihat"setelah mengotak Atik selama 10 menit.


"Bisa gak kalau gak bisa besok di bawa ke yang ahli nya" kata Dito yang baru keluar dari kamar.


"Udah selesai coba kamu cek ada yang hilang gak data nya!"perintah ku.


"wah hebat mbak,"seru Dini heboh, Dito yang gak percaya menarik laptop Dini dan langsung cek.

__ADS_1


"wah hebat juga istri ku,"


"Baru tau aku hebat ya, kemarin kemana aja anda""sombong ku,yang langsung di tarik kepala ku dan di masukkan dalam dekapan Dito.


"Ga bisa nafas tau"sungutku sambil merapikan rambut ku yang berantakan.


"Coba lihat laptop ku siapa tau bisa kamu betulin, kalau bisa aku gak perlu beli lagi laptop baru " ucap Dito.


"Ya bawa turun sini lah mas, kan mbak Anin lagi bantuin aku " protes Dini.


"kan udah selesai laptop mu"


"Bawa sini kenapa" ucap ku, ahkirnya, setelah melihat lihat laptop Dito, berahkir dengan membuka laptop nya.


"wah main di bongkar bisa pasang gak".


"kalau gak bisa pasang, tinggal beli yang baru lagi kenapa sih mas di bikin repot" ucap Dini menimpali ucapan Dito.


"Papan inverter rusak, layar laptop tampilannya benar-benar gelap dan gambar pada layar menjadi tak terlihat.


solusi yang baik untuk memperbaiki masalah backlight yaitu dengan mengganti papan inverter."


"wuiiih keren, mbak ko bisa sih"


"gini gini mbak mantan anak teknik informatika Lo,tapi di DO gara gara gak bisa fokus"


"ko bisa mbak "


"karena fokus di kedokteran jadi teknik informatika, jadi keteter "


"mas Dito resek baru juga jam sepuluh ya"


"Kan besok Mas mau terbang, jadi malam ini mau berdua"


"Ha ha ha ha , modus suamimu mbak "


"Apaan sih kamu malu-maluin"bisikku.


"Tiga hari acara resepsi nikah nya Bima dan Nuri,kamu datang sama siapa"


" Iya sendiri lah kamu kan udah terbang"


"Besok aku terbang, sekarang aku mau kita terbang berdua dulu," Kata nya,dengan posisi yang sudah memeluk ku dari belakang,dan menciumi leherku .


"Jangan meninggalkan bekas " kata ku lirih,


"hm tapi kalau area yang tak terlihat tidak apa apa kan"


"hah " belum sempat aku protes,Dito dah Merubah posisi di atas ku, dengan piyama atas ku dah terbuka semua kancing nya.(fantasi nya di lanjutkan masing masing ya).


"Pesawat jam berapa"

__ADS_1


"jam sepuluh,Pi"


"papi ga bisa antar ada rapat,tar liburan kita kesana ramai ramai "


"santai aja Pi "


"Mbak ga usah pindah di rumah ayahnya, disini aja," ucap Dini, karena kalau Dito ke UK akan tinggal sama ayah.


"kalau Anin di sini pasti kamu repotin terus "


🎼🎼🎼


"siapa yang menghubungi mu"ucap Dito saat ini kami duduk di dalam mobil menuju ke bandara.


"ga tau no asing "


"angkat siapa tau penting '


"hallo '"


"iya, dengan Anin di sini"


'apa , baik-baik saya akan segera ke sana"


"siapa yang menghubungimu"


"Ajudan ayah tapi paki no rumah sakit ,Ayah kena serangan jantung mendadak, lebih baik aku berhenti di sini kamu lanjut ke bandara"


"tidak kita ke rumah sakit bersama-sama"


"tidak bisa begitu penerbanganmu sebentar lagi, nanti bisa terlambat"


"tidak masalah terlambat aku bisa ikut penerbangan berikutnya atau juga besok"


"Pak Asep putar arah kita ke rumah sakit sekarang"


"baik den"


"tenang Ayah ,tidak akan terjadi apa-apa dengan ayah"


"kira-kira apa penyebab Ayah kena serangan jantung, selama ini Ayah sehat-sehat aja pasti ada sesuatu yang memicunya"


" kita akan tahu Setelah sampai di sana " waktu terasa lama berjalan jarak dari bandara ke rumah sakit seharusnya cuma tiga puluh menit, karena kondisi jalan macet jadi satu jam kita baru sampai di rumah sakit.


"saya tidak tahu pasti nya mbak, hari ini seperti biasa Bapak sampai kantor sesuai jadwal ,setelah sampai dan masuk ruang kerjanya, saya masuk keruang bapak henda mengasih berkas tapi saya melihat bapak tertidur di kursi kerjanya, sangat aneh rasanya Bapak baru masuk ruang kerja kenapa udah tidur makanya saya dekatin ternyata bapak pingsan" terang ajudan ayah.


"gimana keadaan ayah saya dokter "begitu ruang penanganan terbuka aku langsung menghampiri dokter yang baru keluar,


"hanya serangan jantung ringan belum sampai tahap membahayakan jadi masih aman, tapi juga bisa berubah menjadi membahayakan jika mendengar kabar atau beri.."


"gak usah dijelaskan dia juga seorang dokter pasti paham"potong dokter satunya yang berdiri di sebelah dokter yang menerangkan tadi, membuat ku melihat kearah nya, begitu masker yang menutupi sebagian mukanya di buka ternyata.

__ADS_1


"ok makasih, saya akan melihat kondisi ayah saya"


"Ternyata kamu anak salah satu pejabat polri," ucapnya sinis,aku mengabaikannya dan masuk ruang Ayah tanpa melihat ke arahnya.


__ADS_2