
"Kamu gimana sih aku nugu kamu hampir satu jam di sini " ucap wanita cantik ber-make up tebal.
"Aku orang sibuk bukan pengangguran" ucap sang lelaki dengan muka datar.
"Aku juga orang sibuk aku ada pemotretan aku belain mengosongkan jadwal ku buat makan siang bareng sama kamu"
"Aku tidak menyuruh mu ke sini" ucap lelaki itu dengan cuek.
"Tapi aku kekasihmu dan juga calon istrimu" ucap sang wanita manja.
"Apa kamu lupa kesepakatan kita hubungan kita hanya sebatas Simbiosis mutualisme kamu memuaskan ku dan aku membayar mu tidak lebih tidak ada ikatan, kamu aja yang menyebarkan gosip kalau kita ada hubungan" ucap lelaki itu sinis.
"kau" kata Gisna langsung duduk di pangkuannya calon Kapolres dan melahap mulut pedas sang Kapolres dengan ganas dan di balas tak lebih ganas, saat Gisna hendak melepas kan kancing bajunya sang calon Kapolres langsung mendorong hingga gisna terjatuh.Ya wanita itu Gisna dan sang calon kapolres adalah Dito.
"Ingat batasan mu dan kesepakatan kita, aku emang sedang mencari Anin untuk mengurus perceraianku bukan berarti aku akan menikah denganmu" kata Dito lalu berdiri mengambil dompet dan beberapa uang dan di taruh di atas meja dan berjalan keluar ruang privat room setelah merapikan penampilan nya.
"Sudah komandan" tanya sang ajudan di depan pintu begitu keluar.
" Kamu sudah mencari siapa saja yang tinggal di perkebunan dan peternakan itu sekarang"
"sudah di sana ada...
bruuk
"es krim ku"
"Khalid"suara tiga orang dewasa.
"Maaf maaf kan anak kami"Jawab tiga orang dewasa di belakang bocah itu bersamaan.
" Khalid yang salah udah makan es krim sambil berjalan, Khalid akan siap bertanggung jawab" ucap bocah itu dengan berani.
"O ya caranya" ucap Dito ikut jongkok menyamakan tinggi nya dengan bocah itu.
"Karena aku bikin kotor celanamu aku bisa mencuci nya atau anda mau ganti rugi yang lain" jawab Khalid tanpa rasa takut sama sekali melihat ke arah Dito.
"Anak pintar pasti orang tuamu hebat " kata Dito sambil mengelus rambut bocah itu.
"Sayang aku tadi nyari kamu di kantor tapi tidak ada untung ajudan mu memberitahu di mana posisimu" kata perempuan cantik berseragam polisi.
"Maaf mengganggu baju yang kotor kena es krim sebagai kompensasi biaya laundry akan saya ganti " ucap Raihan.
"Anak kecil ini bikin kotor celanamu sayang" ucap polwan cantik tadi.
"Gimana kalau ganti ruginya kita makan bersama ,saya ingin makan siang bersama dengan anak kecil ini" ucap Dito.
__ADS_1
"Tidak kami buru-buru"tolak Wulan dan Ayu kompak bersamaan, membuat yang di sana semuanya heran.
"Ayu lo Ayu kan , gimana kabarnya" ucap sang polwan.
"Gimana kalau kita makan bersama dulu"kata sang Kapolres memecah keheningan kecanggungan di situ.
"tapi kami buru-buru"kata Ayu dan Wulan secara bersamaan lagi.
"Buru-buru ke mana mami ,mama kan emang mau makan siang di sini"kata Khaliq membuat suasana tambah canggung, dan akhirnya dengan sangat terpaksa Ayu dan Wulan mengikuti mereka makan bersama.
"Sejak lima tahun ke mana aja kamu" sapa Indri,ya polwan tadi adalah Indri .
"Di sini aja sejak pindah tugas aku nggak pernah jauh dari sini"ucap Ayu datar.
"Kamu Wulan kan wanita yang dulu pernah dimasukin di rumah sakit jiwa"kata Indri.
"Iya saya Wulan Alhamdulillah saya sudah sembuh" ucap Wulan lembut.
"Ini anak kamu?" tanya Indri.
"Menurut anda" jawab Wulan malas.
"Menurutku sih nggak anak ini terlalu lucu imut ganteng kalau jadi anak kamu" ucap Indri sombong tanpa memikirkan perasaan Wulan.
"Tante tidak boleh menghina seseorang kata Bunda kita manusia harus saling menghormati tidak boleh menghina perkataan Tante secara tidak langsung menghina mama ku" ucap Khalid tak suka.
"Ayu kamu pernah ketemu dokter Anin nggak ini bang Dito calon bapak Kapolres hendak mengurus perceraiannya,kita kan mau nikah " kata indri malu malu.
"Kan ayah teh Anin pak Akas masih berdinas di mabes kenapa kamu tidak tanya langsung ke sana ,aku yakin pak Akas akan mempermudah prosesnya " jawab Ayu males.
" Sayang pulang yuk ini bunda baru bikin puding coklat kesukaan Khalid "kata Wulan.
"Ayuuuk " kata Khalid yang langsung berdiri.
"kami permisi" ucap Raihan
teeng suara bantingan sendok mengagetkan Indri dan ajudan Dito selepas kepergian Khalid dan rombongan.
"Indri aku emang dekat dengan mu dan Keluarga mu juga dekat dengan keluarga mami bukan berarti aku mau menerima perjodohan itu" ucap Dito marah.
"Tapi waktu makan malam keluarga, kamu bila kamu masih berusaha mengurus perceraian mu" ucap Indri takut-takut.
"Tapi bukan berarti aku mau menikah denganmu" kata Dito marah dan meninggalkan meja makan diikuti ajudannya.
prok prok prok suara tepuk tangan mengagetkan Indri
__ADS_1
"Dasar bocah kecil bau kencur kamu mau bermain-main denganku ya kita pastikan aku atau kamu akan jadi ibu Kapolres"kata Gisna setelah menghampiri Indri yang masih duduk sendiri di meja makan nya .
"Tentu saja aku karena kedua keluarga kami sudah saling merestui" ucap Indri percaya diri.
"Oya kamu yakin itu" ejek Gisna.
"Yakin karena aku di akui keberadaan nya" ucap Indri percaya diri.
"Paling tidak meskipun aku tidak diakui di keluarganya Kami sering berbagi peluh saling memuaskan tidak seperti dirimu " kata Gisna lirih sambil meninggalkan Indri, yang mencengkram erat sendoknya.
"Jadi komandan berencana menceraikan istri komandan" tanyaku ajudan.
"Aku tidak tahu aku meninggalkan dia saat dia masih di rumah sakit habis kehilangannya anak kami ,habis itu aku tidak pernah ada komunikasi dengan dia lagi dan sejak itu aku juga hilang komunikasi dengan keluarga pipiku yang tahu keberadaannya".
"Apa keluarga papi anda pergi juga " ucap ajudanya penasaran.
"Tidak hanya mereka tidak pernah menghubungi ku sejak itu aku jadi malas menghubungi mereka juga dan hanya keluarga mami yang sering menghubungi".
"kenapa anda tidak mencoba menghubungi atau berkunjung langsung ke kediaman orang tua atau papi anda " saran ajudanya.
"Apa mereka menerimaku setelah aku bertemu mami aku melupakan mereka" ucap Dito lesu.
"Saya rasa tidak tapi alangkah baiknya anda mencoba karena hakikatnya semua orang tua sayang sama anaknya".
"Baiklah bagaimana kalau libur besok kita ke Jakarta kita berkunjung ke kediaman papi habis itu ke rumah orang tua Anin jika ingin mengakhiri hubungan kami Aku ingin mengakhirinya dengan baik-baik."
"Siap komandon ".
"Kenapa Wulan kamu tadi kirim pesan suruh bikinin puding coklat kamu ngidam"tanya Anin pada wulan yang baru datang bersama suami dan Khalid yang tidur dalam gendongan Raihan.
"Mbak udah bikin belum" bisik Wulan
"Udah tinggal nunggu dingin"
"syukur deh kalau udah bikin " ucap Wulan lega.
"Pantes kamu gak mau ngurus surat cerai mu mbak, ternyata selain good looking juga punya pangkat bagus ya Mbak calon Kapolres lho"kata Rehan yang baru saja datang dan langsung duduk di samping istrinya.
"Maksudnya apa ya"kata Anin bingung.
"Tadi kami menjemput khalik di kapolres Karena ada acara TK di sana habis dari sana kami makan steak dan ketemu sama polwan Indri ,si polwan bilang dia ada hubungan sama pak Kapolres tapi sikap kapolres dingin seolah mereka tidak ada hubungan apa-apa" cerita Wulan.
"Maksudnya aku masih bingung" tanya Anin.
"Kapolres baru kita mantan suamimu Mas Dito bukan salah calon mantan suami"jelas Wulan membuat Ani tersedak makannya .
__ADS_1
"Dia lagi mencari mu katanya dia mau menikah sama polwan Indri, itu yang Indri bilang bukan Dito" ucap Wulan lagi.
"Bagus deh kalau dia mau cerai biar ayah yang mengurusnya" kata Anin tapi dengan raut muka yang berubah.