nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
48.Mulai Curiga


__ADS_3

"Komandan tidak takut di kira homo datang ke kondangan dengan ku".


"Itu lebih bagus jadi tidak ada para wanita yang mendekatiku".


"Bagus buat komandan tidak buatku komandan udah ngerasain kawin berkali-kali aku masih bujang Ting Ting, masih perjaka " gerutu sang ajudan ,tanpa memperdulikan nya Dito melangkah masuk ke gedung acara pernikahan Dewa dan Ayu.


"komandan itu kedua orang tua komandan duduk di sana" kata sang ajudan dan menunjuk sebuah meja terdapat orang tua Dito yang lagi ngobrol dengan rekan bisnisnya.


" mama papa "ucap Dito sambil mendekati orang tuanya dan mencium tangan keduanya.


"Lo pak Dito kenal dengan pak Damar dan Bu Arin dari RR Group" sapa salah satu pejabat yang sedang mengobrol dengan papa, aku hanya tersenyum dan mengangguk.


"Dito ini Putra sulung saya dari istri pertama saya" ucap papa tenang.


"Yang bener saya baru tahu malahan"sapa orang sebelahnya, setelah basa-basi bisnis yang tidak penting mereka meninggalkan meja kami.


"kalian datang berdua tidak membawa pasangan masing-masing"kata Mama melihatku dan melihat Iwan.


"Tuh kan komandan pasti aneh pergi kondangan berdua dengan laki-laki pasti kita di kira homo " ucap Iwan sang ajudan membuat mama dan papa tertawa lepas.


"Gimana kabarnya sudah ada pandangan mau mengenalkan menantu buat papa"tanya papa.


"Belum ada yang cocok" jawab Dito malas.


"Aku dengar kamu dekat dengan seorang polwan"tanya papa.


"Itu mah akal akalan nya mami buat menjodohkan ku dengan anak rekan bisnis papi" ucap Dito.


"Opa Oma assalamualaikum"sapa seorang bocah langsung mencium kedua tangan papa dan Mama.


"Sini duduk di tengah " kata papa yang langsung bergeser duduk nya.


"Opa kemarin aku gagal mendapatkan mendali emas aku cuma mendapatkan mendali perunggu" ucapnya sedih.


"kan baru pertama ikut lomba nggak apa-apa ,yang penting udah berani maju ikut lomba" hibur sang opa.


"Bunda juga ngomong kayak gitu menang kalah dalam pertandingan hal yang biasa yang penting kita udah usaha".


"Bunda mana"tanya mama Arin.

__ADS_1


"lagi sama kakek disana "kata anak itu sambil menunjuk meja terdapat Anin dan ayah nya, membuat jantungku berdetak dengan cepat dalam pikiranku berputar-putar siapa sebenarnya anak ini.


"Sekarang waktunya foto bersama keluarga Raksa, buat bapak Akas dan putrinya beserta cucunya diminta naik atas keatas pelaminan , juga buat bapak Angga beserta keluarga di harapkan naik ke atas pelaminan "suara MC seperti bom yang di lempar ke arahku.


"Mah aku dengar Ayah Akas udah menikah dengan janda punya dua anak itu kok tidak di panggil buat foto keluarga" tanyaku berusaha memancing informasi dari mama dan papa.


"Kamu kayak nggak tahu tradisi keluarga Wira aja tidak akan mengijinkan orang yang tidak memiliki darah Wira ikut gabung berfoto atau menikmati hasil dari keluarga Wira, mungkin Akas sudah menikah dan istrinya bisa ikut foto bersama, tapi kan kasihan kedua anaknya kalau tidak ikut foto bersama juga kesan nya tidak diakui dong" kata papa.


"Kamu tahu tentang Gisna teman tidurmu"


"Papa tahu Gisna suka menghabiskan waktu denganku dulu" tanya Dito gugup.


"Papa tahu semua yang tidak kamu ketahui, tapi papa diem karena kamu sudah dewasa sudah tahu apa yang terbaik buatmu jika kamu bertanya papa akan menjawab jika kamu diam papa juga akan diam"


"Termasuk waktu kamu minta saran papa mengenai saham raksa group yang kamu berikan buat Anin di saat proses persidangan perceraian mu,papa mendukung karena menurut papa itu yang yang terbaik sebagai kompensasi istrimu yang kamu tinggalkan 6 tahun tanpa kabar tanpa nafkah batin dan nafkah lahir " giliran mama yang berucap dan digangguin papa.


"Terus papa Mama tahu siapa Khalid kenapa dia disebut sebagai cucu ayah Akas"


"Menurutmu siapakah itu Khalid" tanya papa padaku yang ku balas dengan mengangkat bahu tak tahu.


"Gisna itu anak angkat Akas dari istri pertamanya dia juga anak kandung istri pertamanya ,tapi dia tidak memiliki nama dan tidak bisa merasakan harta keluarga Wira sedikitpun ,berbeda dengan dirimu meskipun kamu anak sambung dari keluarga raksa kamu masih mempunyai hak meskipun cuma sedikit daripada Dini dan Dino di dalam keluarga raksa, jadi menurutmu apa bisa anak itu ikut foto bersama di sana jika tidak mengalir darah Wira di dalam darah nya " kata mama sambil berdiri meninggalkan meja kami ,berjalan ke arah pelaminan membatu Khalid turun dari pelaminan dan menggandengnya berjalan kemari setelah berbicara sebentar dengan ayah Akas dan Anin.


"maksudnya apa ya Pah,anak ayah cuma Anin berarti itu anaknya Anin,tapi kami baru bercerai dua tahun lebih sedang anak itu umurnya kurang lebih tujuh tahun " tanya aku sambil memandang ke arah Mama yang semakin dekat dan memandang papa serta Iwan sang Ajudan ku.


"Khalid sudah dewasa opa kata papa Dewa lelaki yang udah berani di khitan itu sudah dewasa " kata bocah bernama Khalid yang disambut tawa oleh Mama dan papa.


"emang Khalid udah berani disunat"


"sudah dong tapi kata Bunda nunggu libur sekolah biar tidak mengganggu belajarku"


"Di khitan nya di rumah opa dan oma aja ya mau "


"enggak ah sama bunda aja"


"hei tidak bakalan Bundamu mau ,menyuntikmu aja dia nggak mau apa lagi mau khitan kamu" tawa mama.


"Pah pulang yuk tadi aku udah bilang sama Mas Akas dan Anin Khalid boleh ikut kita menginap sama kita,baru besok pas balik ke Jakarta kita antar ke perkebunan lagi" mereka bertiga berbicara seolah tidak ada aku dan Iwan di meja mereka.


"mama dan papa menginap di mana "

__ADS_1


"di villa papa duluan ya"


"Pah aku ikut banyak yang ingin aku tanyakan"


"ikutin aja mobil papa dan Mama dari belakang"


"Komandan mikirin apa dari keluar hotel sampai sekarang diem aja" tanya Iwan pada Dito yang saat ini di dalam mobil mengikuti mobil orang tuanya yang berada di depannya.


"Aku tidak tahu apa mungkin Anin selingkuh saat aku tinggal di luar negri "


"terus menurut komandan selingkuh ama siapa jika bocah itu mirip dengan komandan"


"tapi saat itu dia pendarahan"


"yang bilang pendarahan siapa"


"Indri "


"polwan Indri " Dito langsung mengganggu tanpa menjawab.


" Dan komandan langsung percaya tanpa bertanya kepada dokter" dan laki-laki Dito juga mengganggu.


"sial apa jangan-jangan..prang "suara pukulan yang tiba tiba Dito lakukan pada dashboard mobilnya hingga menyebabkan laci mobil yang berbeda di depan nya rusak karena terkena pukulan tangan nya dan seketika jari jari kuku nya menjadi memar .


"komandan sudah sampai "kata Iwan menyadarkan Dito dari pikiran nya yang tiba tiba penuh dengan berbagai pertanyaan.


"halo sayang aunty "


"aunty tidak ke pernikahan papi Dewa dan mami Ayu"


"ntar malam aunty ke sana, kalau kesana sekarang nggak seru"


"wah boleh dong ntar malam aku ikut"


"oh tidak bundamu bisa membunuhku kalau kamu ikut"


"Opa aunty jahat aku gak boleh ikut "


"ntar malam kamu ama Om aja kita main game sepuasnya"seru dino yang tiba-tiba keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


"asik ayo kita main game" tanpa mereka sadari atraksi mereka dipandang dengan tetapan penasaran oleh Dito.


"Aku harap sekarang Kamu paham apa hubungannya anak itu dengan keluarga kita"kata papa sambil menepuk bahu Dito dan masuk ke dalam rumah meninggalkan Dito dengan begitu banyak pertanyaan memenuhi pikirannya.


__ADS_2