nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
39.Bertemu keluarga


__ADS_3

Sejak Aku berangkat ke UK seolah komunikasi aku dengan papi, Dini ,Dino dan mama Arin hilang di telan bumi.Aku sibuk senang-senang sambil belajar tidak pernah menghubungi mereka, mereka juga tidak pernah menghubungiku hanya keluarga mami yang sering menghubungiku dan juga mengunjungi ku. Sejak saat itu aku dan keluarga mami tambah akrab tapi jauh dengan keluarga papi bahkan putus komunikasi dengan mereka.


"Assalamualaikum tok tok tok assalamualaikum" ucapku meski rumah mami besar setiap hari libur mami dan papi membebaskan pegawainya untuk berlibur kecuali satpam pos jaga harus bergantian kalau liburan.


"waalaikumsalam silahkan duduk saya panggilin papi dan mami dulu" kata Dini, sepertinya para pembantu pergi liburan mengingat yang membukakan pintu Dini, yang bersikap seolah tidak mengenalku tidak ada Dini ku yang selalu menyambut ku jika aku kerumah seperti dulu .


"Apa kabarmu nak papi kira kamu lupa sama papi" kata papi sambil memelukku.


"Bagaimana kabar anak sulung mama" ucap mama ikut memelukku.


"Baik mah. Maaf lama tidak menghubungi kalian " ucap Dito sedikit canggung.


"Tidak apa-apa kami senang akhirnya kamu mengingat kami" ucap papi


"Mah aku dan Dino berangkat kita naik sepeda motor aja" ucap Dini yang turun dengan Dino yang berjalan di belakangnya.


"Kamu tidak capek Ke Bandung naik sepeda motor" tanya mama.


"Siapa bilang ke Bandung naik motor, ke bandara doang" sambung Dino.


"kirain Mama sampai Bandung" ucap mama.


"Bang dewa mau nyewa helikopter kita ke Bandung naik helikopter soalnya si Khalid pengen naik helikopter" ucap Dini.


"Ya udah hati-hati salam buat cucu mama"


"Assalamualaikum"


"waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh" ucap mereka yang di situ.


Waktu nama Khalid di sebut membuat ku teringat bocah 5 tahun tempo hari yang lucu, mungkin namanya saja yang sama kata ku dalam hati, tapi kenapa mama bilang cucu mama.


"Maaf apa mama dan papi masih berhubungan dengan keluarga Anin"


"Allhamdullilah masih ada apa apa kamu mencari Anin?" tanya mama.


"Aku berniat mengurus surat perceraian ku biar Anin juga bebas hidup bahagia" .


"Bagus kalau kamu sadar tapi sayang nunggu harus nunggu 5 tahun untuk sadar" kata Mama habis itu tidak lagi membahas tentang Anin, hanya membahas tentang keluarga mami dan karirku selama ini.


"Assalamualaikum" ucapku yang sudah meninggalkan rumah mama dan sekarang berada di rumah dinas ayah Anin.


"waalaikumsalam"


"masuk Dito" ucapnya biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


"Terima kasih pak"


"Ada apa ke sini kalau mau mencari Anin, Anin tidak tinggal di sini tapi kalau ada perlu ntar Ayah sampaikan" kata ayah to the point tanpa basa-basi.


"Saya mau minta maaf sebelumnya saya meninggalkan Anin tanpa kepastian, maksud kedatangan saya ke sini ingin memperjelas hubungan saya ,saya akan melepas Anin untuk bahagia" ucapku tenang tapi sedikit takut di dalam hati, karena dalam bayangan aku ayah Anin akan marah dan menghajar ku.


"Sebagai seorang ayah sebenarnya saya sangat marah dan kecewa padamu menggantung putriku bertahun-tahun, tapi saya juga mengaca pada diri saya sendiri mungkin ini karma saya kepada bunda Anin" ucap Ayah Anin.


"kira-kira kalau jika saya ingin ketemu Anin ,saya harus mendatangi Ani di mana pak" ucapku tanpa berani menggunakan kata Ayah seperti dulu.


"Ani tinggal di peternakan dan perkebunan, tapi sebaiknya kamu membuat janji dulu takutnya Anin tidak di sana,tar ayah hubungi Anin kamu tinggalkan nomor teleponmu pada Ayah" ucap ayah.


"Gimana kalau Ayah ngasih nomor Anin pada saya biar saya langsung hubungi".


"Maaf Dito bukan saya keberatan tapi saya harus mendapatkan persetujuan Anin" karena tidak ada yang perlu dibahas lagi akhirnya Dito pamit pulang tanpa mendapatkan no ponsel Anin.


"Jadi komandan mantu eh menikah dengan anak putri Wakapolri " kata sang ajudan di dalam mobil.


"Iya dulu kami menikah Ayah Anin belum menjadi Wakapolri".


"Beliau kan baru menikah menikah dengan janda dua anak ,anak sang janda yang paling kecil masuk Akmil yang saya tau " ucap ajudanya.


"saya mah tidak mendengar kabar itu" ucap Dito.


"Baru satu tahun menikah tapi tadi di sana nggak ada kayaknya ya ndan soalnya sepi banget ".


"Pondasi pernikahan kami kurang kuat, kami menikah bukan karena cinta tapi demi nama baik kami masing-masing" ceritaku.


"oh ya ndan kemarin yang di minta sudah saya lengkapi ini"kata sang ajudan sambil menyerahkan sebuah amplop panjang.Jadi opa baru meninggal enam bulan lalu, sedang Oma sudah lima tahun lalu ya amplop coklat tadi berisi beberapa info tentang Anin,tapi sayang tidak lengkap.


"Khalid aunty kangen" teriak Dini dan Dewi bareng sambil masuk rumah.


"kebiasaan, biasakan masuk rumah mengucapkan salam assalamualaikum" ucap tuan rumah.


"Hehehe waalaikumsalam" jawab mereka semua.


"Masuk sini semua " ucap Anin, hari ini semua berkumpul Dewa, Dewi, Dini,Dino,Ayu tidak ketinggalan Wulan dan Raihan.


"Tadi waktu kami berangkat ke sini tumben masih mas Dito ke rumah pertama kali sejak berangkat ke UK ". kata Dini,setelah selesai pendidikannya dua tahun di sana ,Dito juga menambah enam bulan ikut program pertukaran pejabat, habis itu bekerja di mabes dan dari info Ayu kemarin baru di pindah di sini sebulan yang lalu.


"Mau ngurus surat perceraian kami sepertinya" ucapku santai.


"Bagus deh kalau cerai, banyak yang nunggu yang menugu status jandamu mbak" kata kata Dewi membuat semua ketawa.


"sialan seneng amat aku jadi janda"ketus ku pura-pura marah.

__ADS_1


"Mending janda ketahuan jelas statusnya, lah Mbak status menikah tapi lima tahun kayak janda" ucap Dini.


"kira-kira siapa ya yang duluan ngelamar kamu ntar Mbak" ucap Ayu.


"Kombes Arjuna kakak nya ayu, atau dokter Andreas" kata Dewi.


Aku hanya bisa tersenyum meski aku kehilangan Dito aku selalu di temani orang yang baik dan sayang padaku, dokter Andreas ada lah teman sekaligus yang merawat papa dan aku saat Dito menuduh ku lalai menjaga anak kami.Dokter Andreas adalah kakak kelas ku waktu SMP satu tingkat di atas ku,kami terpisah saat dia masuk SMA dan ketemu lagi pas aku jadi MaBa kedokteran jadi kamu bertemu kembali setelah Pisah empat tahun, sudah lima tahun ini dia berusaha mendekati ku tapi kami terhalang restu ibunya, karena selain janda aku di kenal sebagai anak hasil dari luar pernikahan sedang Kombes Arjuna adalah kakak Ayu seumuran ku restu ibunya yang ga terima anaknya yang polisi berpangkat harus mendapatkan aku yang seorang janda.


" Mbak butuh pengacara Aku punya kenalan pengacara yang bisa membantu mbak " kata DewI.


"Jangan mantan nya pasti" kata Dewa .


"Cuma mantan doang , lagian ini orang baik sih,dulu kami pisah karena dia di jodohkan" kata Dewi .


"Duda dong berarti " kata Ayu.


"iya istri nya hamil sama mantan nya" cerita Dewi.


"Mending AA aku masih bujangan" ucap Ayu.


"AA mu polisi itu poin kurang nya"kata Dini.


"kalian itu kenapa bingung nyariin jodoh buat mbak Anin,mbak Anin saja santai ko pada repot sih" ledek Raihan pada ketiga cewek yang dari tadi bingung menjodohkan Anin.


"Mama Khalid mau ikut papi Dewa mau nonton dan beli pizza"


" hai anak kecil papi Dewa itu mau ke rumah mertua nya kamu di rumah saja sama aunty " ucap Dini.


" Gimana kalau kita main di time zone " tawar Dino


"Ayuuuk mau mau" ucap Khalid.


"Aku juga "seru Dewi dan Dini.


"kita pergi berempat " ucap Dino.


"ayo siap siap " seru heboh mereka berempat,membuat Anin senyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka orang dewasa yang tingkah nya kaya Khalid aja.


"Melihat Khalid bahagia aku sudah bahagia, belum terpikirkan sama sekali buat menikah atau dekat dengan laki-laki" kata Anin, meski tidak ada hubungan dengan Arjuna dan Andreas tapi penolakan orang tua mereka cukup membuat Anin sadar diri akan statusnya yang jadi masalah,buat anin sekarang fokus nya hanya Khalid Mahawira.


"mbak mau ikut"


"mbak di rumah saja kalian bersenang senang lah, mbak nitip Khalid aja"


"siap "jawab mereka bertiga sebelum pergi.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi kami ada bersama mbak " kata Dewa.


"terimakasih " uca Anin.


__ADS_2