
"Apa tidak ada niat mu untuk menemui ibu mu maksud ku mami,maaf bukan aku ikut campur,tapi saat melihat nya menatap mu di acara resepsi kita aku dah tau tatapan nya berbeda,tapi aku ga berani berperang sangka terlalu jauh tapi setelah tau dia mami mu aku yakin itu tatapan rindu seorang ibu pada anaknya".
Setelah insiden tentang penderita Intermittent Explosive Disorder , dan Niken berjanji akan ,memeriksakan dirinya kami pulang tidak jadi mencari apa yang dibutuhkan Dini,karena Dini dan Dino jadi tertarik membahas tetang Intermittent Explosive Disorder atau gangguan saat seseorang mengalami kegagalan ,dalam mengontrol rasa marahnya dan memiliki dorongan-dorongan untuk bertindak secara kasar,bahkan obrolan berlanjut sampai di rumah,hingga pukul sepuluh Dito met bubar kan obrolan kami.
"Mami dan papi pacaran selama tiga tahun waktu SMA,tetapi saat malam kelulusan mereka melakukan hubungan terlarang itu,hingga sebulan kemudian saat mereka sibuk mengurus syarat masuk ke perguruan tinggi mami tau kalau lagi hamil dan seketika mereka di paksa menikah,karena menikah dan hamil mami jadi berhenti kuliah,berbeda dengan papi yang tetap melanjutkan kuliah.
Sejak menikah mami papi sering bertengkar mami merasa tidak adil karena hanya di rumah ga bisa kemana mana karena kandungan mami lemah,sedang papi bisa kuliah,ketemu teman,nongkrong tidak mengalami kejenuhan.Dan papi merasa dia juga capek jadwal kuliah yang padat ,belajar cari uang ,kerja part time masih mendengar keluh kesah mami,ahkirnya mereka saling menyalahkan,hingga begitu aku lahir mami langsung ikut pendaftaran masuk perguruan tinggi,baru tiga bulan kuliah mami dapat tawaran menjadi model,berniat membantu ekonomi malah berujung pertengkaran yang tiada henti" ucap Dito sambil menutup mata.
"Itu salah satu dampak pernikahan yang para pelakunya masih terlalu muda kecemasan, stress, depresi dan perceraian".
"Mungkin benar katamu ,seharusnya aku tidak menyalahkan mereka,terutama mami".
"Aku rasa mami mu juga tida menyalahkan mu ,sikap mu selama ini kan hanya bentuk kekecewaan mu bukan berati kamu tidak menerima mami mu kan".
"Cobalah berdamai dengan masa lalu,di mulai dengan menerima atau me maaf kan mereka ,untuk dirimu sendiri,untuk ketenangan dan kedamaian mu,dan yang terakhir untuk kesehatan mental mu,biar tidak terjerumus dengan penyakit Yana namanya dedam".
"Ujung-ujung nya kesehatan mental dasar psikiater,jangan jangan karena itu pasien mu banyak orang sehat kaya aku kamu bilang punya penyakit mental".
"hai siapa bilang kamu kena penyakit mental ,aku bilang untuk kesehatan mental mu,bedain Dong apa itu penyakit mental dan kesehatan mental,dasar OG".
"OG apa lagi tu".
"OG ,orang gila".
"sialan kamu ngatain suamimu sendiri gila "katanya dengan pura pura marah dan memiting kepala ku di masukin kedalam ketiak nya,karena aku meronta ronta dan Dito lebih keras memiting kepala ku dan ketika piringan nya dilepaskan aku malah terjatuh pas di atas gundukan di antara pahanya.
"ekhm ekhm mau berapa lama kau disitu apa kau penasaran mau melihat"katanya sambil senyum menggoda setelah aku terpaku kurang lebih lima menit tanpa bergerak .
__ADS_1
SIALAN umpat ku dalam hati,dan ku barengi dengan mengakat kepalaku.
"boleh aku mintak hak ku sebelum pergi ke UK"katanya serak setelah aku bangun dan duduk di sampingnya seperti sedia kala.Menolak takut marah , takut dosa juga,tapi mau iya juga.
"Ha ha ha ha muka mu kalau tegang lucu ,"katanya sambil ketawa ngakak memegangi perutnya sialan ,aku di kerjain aku kira beneran.
"kamu iseng ya "kata ku kesel,ku bekap mukanya pakai bantal ,saking kesel nya.
"aduh aduh ampun,aku mintak maaf "katanya dengan nafas dan tawa yang tidak beraturan.
"waktu aku kecil aku pernah mendengar papi mengobrol dengan mami ,karena posisi papi sambil menggambar jadi di speaker jadi aku bisa mendengar obrolan mereka, dalam obrolan itu papi dah mengijinkan mami ke temu aku jika ingin menemuiku,tapi mami ga bisa menemuiku katanya pihak suaminya tidak tau kalau dia janda punya anak,yang tau statusnya janda beranak satu hanya suaminya,keluarga besar suaminya taunya dia Single,aku kecewa karena itu sama artinya dia tidak mengakui keberadaan ku,apalagi semakin aku besar aku sering melihat postingan nya bersama keluarga kecilnya yang bahagia ,apa segitu bahagianya hingga ia lupa bahwa pernah mengandung dan melahirkan anak laki laki".
"itu yang kamu lihat,kamu tidak tahu yang terjadi kan kenapa kamu tidak menemui dan bertanya langsung padanya,aku yakin jika kau bilang pada papi pasti kalian di pertemukan".
"waktu kita mau nikah papi cerita,pertama mami ninggalin kami dia sangat marah,kecewa,benci pada mami yang tega meninggalkan ku yang masih lima bulan kala itu,tapi juga pada dirinya sendiri yang gagal mempertahankan rumah tangganya.Sebagai wujud rasa kecewa itu papi menutup akses mami dan keluarga mami untuk bertemu dengan ku,hingga aku berumur sepuluh tahun papi bertemu mami Arin sejak itu papi mulai menerima takdir yang menimpa kami , tapi terlambat mami dan keluarga baru mami yang ga menerima keberadaan ku".
"iya mereka tahunya mami Single yatim piatu ,mami anak tunggal saat aku berusia delapan tahun ke dua orang tua mami mengalami kecelakaan lalu lintas dan merenggut nyawa mereka".
"Pasti berat buat mami mu saat itu kehilangan kedua orang tua secara bersamaan ",
"mungkin aku juga tidak tau".
"mau menemui mami mu dan menjenguk makam kakek nenek mu bersama ku"
"apa kau mau menemaniku "
"Tentu dengan senang hati,kita temui mami mu sebelum berangkat ke UK ,siapa tau dengan menemui mereka meringankan jalan kita membina rumah tangga kita".
__ADS_1
"iya demi rumah tangga kita"kata Dito sambil mencium dan menjilat area leherku membuatku geli ,merinding juga melayang secara bersamaan.
"seberapa parah pacaran mu dulu"katanya serak namun tidak menghentikan ciuman pada area leher ku.
"biasa pegangan tangan ciuman pipi ga lebih".
"ga lebih"
" gak kata,mereka aku membosankan ,tidak asyik,tidak bisa diajak senang senang "
" kenapa gitu"
"karena keluarga ku terlalu posesif,aku bisa lepas setelah dapat gelar spesialis"
"hm pasti mereka sangat sayang kamu hingga sangat menjaga mu"kata nya kali ini ga hanya ciuman dan jilatan di leherku,tapi juga tangannya yang mulai bergerilya.
"Ditot...." kagetku saat tiba tiba posisinya berubah diatas ku dan belum sempat aku berbicara dia sudah membungkam ku dengan ciuman panas dan menuntut mbuatku terbawa suasana,meski aku belum pernah melakukan tapi sebagai dokter aku tau kemana arah nya ini nanti,sebenarnya aku takut tapi dia suamiku cepat atau lambat pasti dia akan menuntut haknya.
"nikmati jangan tegang rileks ,cukup adek kecilku yang tegang kamu jangan "kata nya membuat ku pingin memukul kepalanya tapi merasakan tekanan sesuatu yang keras diantara pahaku membuat pikiran ku langsung blank ,dan hanya bisa pasrah mengikuti saran nya menikmati dan rileks hingga baju yang menempel dilepas pun ,sampai aku merasakan sesuatu memaksa masuk ke intiku.
"Dito saki......"belum selesai ucapanku udah dibungkam mulutku dengan ciuman yang panas.
"terimakasih udah menjaga dan memberikannya pada ku"kata nya ,setelah ibadah bersama pertama kita diahkiri dengan ciuman di dahi dan kecupan singkat di bibir dan berpindah kesamping tapi tepat memelukku.
"mau kemana"tanya nya saat aku berusaha melepas dekapannya.
"kamar mandi bersih bersih "
__ADS_1
"sini aku bantu ,ga perlu malu " katanya langsung membantuku ke kamar mandi.