nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
49. Kebenaran


__ADS_3

"Anin malam ini Khalid biar sama kami ya pumung kami lagi di sini besok sebelum balik ke Jakarta kami anter ke perkebunan lagi " mendengar kata mama Arin membuat Anin langsung melihat kearah Ayah nya dan saat sang Ayah mengagukan kepala, ahkirnya dengan sangat terpaksa Anin memberikan izin nya.


"Nggak papa mungkin sudah saatnya Dito tahu kebenarannya " ucap Ayahnya menenangkannya.


"kalau dia meminta hak asuh Khalid bagaimana " ucap Anin.


"Ada kami di belakang mu, Ayah yakin Damar dan Arin juga pasti membela mu" kata Ayah sambil memeluk Anin dan berjalan kembali ke mejanya.


" kenapa mukanya di tekuk begitu "tanya Wulan.


"Khalid ikut kakek dan nenek nya " ucap Anin.


"kata nya udah siap kalau mas Dito tau kebenarannya " ucap Wulan mengingatkan.


"Tau ah aku mau balik dulu Ayah"kata Anin pamit dengan semua yang ada di disitu.


"Biar aku yang anter mbak pulang "suara Satria mengagetkan Anin yang lagi mengambil kunci di dalam tas nya , hingga tidak sadar kalau kunci mobil sudah di ambil Satria dan Anin di dorong berjalan kearah pintu penumpang di samping kemudi .


"Mbak duduk sini dengan tenang ya biar aku jadi sopir mbak hari ini" kata Satria lembut , membuat Anin merinding mendengar nya.


"langsung anter mbak pulang aja ya mbak mau istirahat " kata Anin memecah keheningan di dalam mobil.


"ok mbak "


Berbeda dengan Anin yang merasa merinding dengan kelakuan adik sambung nya,Dito merasakan tatapan mata papa nya berbeda dari biasanya, baru kali ini Dito tidak bisa memahami arti tatapan papanya.


"Sekarang tanyakan apa yang ingin kamu ketahui " Khalid sendiri sedang bermain game bersama Dino di kamar Dino, di depan Dito ada mama Arin,Dini dan papanya.


"Siapa Khalid" tanya Dito.


" Namanya Khalid Mahawira, seharusnya bukan Mahawira tapi Mahardika,tapi karena tingkah buruk mu nama itu tidak bisa di pakai oleh nya" ucap papa Dito .


"Jadi dia "


"Jangan kayak orang bodoh deh, aku sama Dino aja Nama belakangnya beda aku mengikuti nama belakang keluarga papa kandungku Ardini Maheswari,"


"Jadi dia putraku "kata Dito dengan suara lirih dan bergetar.


"Bukan anak Dino"ketus Dini.


" Tapi waktu itu "

__ADS_1


"Waktu itu apa, emang mas Dito tanya langsung kondisi Mbak Anin sama dokter" Dito menjawab dengan gelengan kepala.


"Tanpa bertanya Mas Dito marah-marah sama Mbak Anin ,menuduh Mbak Anin tidak bisa menjaga kandungannya dan meninggalkannya pergi ke luar negeri tanpa kabar , begitu pulang juga tidak menemuinya ataupun menemui kami hampir selama 5 tahun mas Dito hanya memikirkan kesenangan mas sendiri tanpa memikirkan orang-orang di sekitar mas kan,mas tidak pernah tahu dan tidak mau tahu kami yang selama ini ada di samping Mas" kata Dini panjang sebelum meninggalkan ruangan tempat mereka ngobrol.


"Jadi dia putraku, kenapa tidak ada yang memberi tahu aku " ucap Dito lirih.


"Bukan kami tidak mau memberitahumu tapi kamu sendiri yang tidak mau menghubungi kami"kata papa.


"Setelah malam itu kamu ke rumah pamit hendak berangkat ke UK, paginya Mama menghubungin Ayah Anin dan Setelah mengantarmu ke bandara mama dan Dini menjenguk Anin ke rumah sakit, dari sana Mama tahu kamu menemuinya marah-marah dan tidak menjenguknya sama sekali selama dia di rumah sakit padahal statusnya saat itu dia masih istrimu masih tanggung jawabmu, tapi kamu malah meninggalkannya Mama kecewa sama kamu" ucap mama Arin.


"saat itu pikiranku kacau karena saat mengetahui dirinya mengandung Anin nampak tidak mengharapkan anak dalam perutnya," ungkap Dito.


"Dan dengan bodohnya kamu menganggap Ani sengaja menggugurkan kandungannya dengannya sengaja padahal saat itu dia mengalami kecelakaan,iya" ucap mama.


" Iya maaf"kata Dito dengan mata yang memerah.


"Saat itu Anin hanya sok dia kaget hamil saat pernikahan kalian belum ada tahap saling mencintai" kata mama lagi.


"kenapa bisa kamu berasumsi kalau istrimu menggugurkannya" tanya papa.


"Sebelum Anin mengalami pendarahan sehari sebelumnya dia sempat kecelakaan dari sana kami tahu dia sedang berbadan dua ,aku udah mengingatkannya untuk istirahat tapi iya nekat pergi tanpa sepengetahuanku , aku sudah bilang dia untuk mengantar Ayah pulang dari istirahat di rumah bukan malah pergi berkeliaran dan tiba-tiba aku mendengar kabar kalau dia pendarahan"


"Di mana tanggung jawabmu sebagai seorang suami atau sebagai seorang abdi negara tidak ada rasa kasihanmu" ucap papa.


"Sejak aku tahu Anin hamil aku berencana membatalkan beasiswa aku dan Anin marah dia memaksaku tetap pergi"


"Anin memaksa mu pergi demi karir mu,Anin berencana meluruskan kesalah paham man mu setelah kamu melanjutkan beasiswa mu, tapi sayang nya kamu malah pergi tanpa pamit dan tidak memberi kabar pada kami " Dito melangkah pergi menuju anak tangga,


"Mau ke mana kamu mau Menemui Khalid" kata papa berusaha mencegah Dito yang hendak menaiki tangga.


"Jangan membuat nya takut dengan ulah mu yang tiba tiba muncul di depan nya dan mengaku sebagai Ayahnya"


"Tapi aku Ayahnya "


"Ayah yang tidak di kenal nya "


"Aku tidak di kenal karena tidak ada yang memberi tahu aku "


"kamu sendiri yang menjauh dari kami tidak usah mencari pembelaan buat kesalahan mu sendiri " ketus Dini yang turun dengan gaun malamnya.


"sebaiknya kamu pulang dulu besok baru ke sini lagi" ucap papa .

__ADS_1


"Mama tidak menyuruh ku menginap seperti dulu "


"Emang kamu masih mau menginap di rumah Kami " Dito menjawab pertanyaan papa dengan anggukan cepat,


"Di atas ada empat kamar setiap kamar di pintu tertulis nama penghuni kamar,pakailah kamar yang tidak ada nama nya"


" Sebaiknya kamu suruh Ajudan mu pulang "


"Oya aku lupa "


"kalau aku suruh buat menjadi bodyguard ku boleh "ucap Dini.


"Boleh sebentar aku panggil dulu "kata Dito lalu menghubungi lewat ponsel nya.


"Iwan tugas mu malam ini ikut Dini"


"Baik komandan"


"Mau ngapain Mas" tanya Dino saat melihat Dito berdiri di depan pintu kamar bertuliskan nama Khalid,Dito yang tertangkap basah hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Khalid tidur di kamar ku, keasikan main game sampai langsung tidur tanpa berpindah tempat "


tanpa menjawab Dito langsung masuk ke kamar Dino.


"anak ku " kata Dito sambil mengusap usap rambut Khalid.


"Jangan menangis di situ nanti bisa membuat nya terbangun "


"Maaf kan Ayah " sambil mencium kening Khalid dan setelah nya berjalan keluar kamar duduk di balkon lantai atas dan menyalakan rokok nya.


"Aku dulu selalu iri padamu karena papa selalu membagakan mu karena bisa berdiri dengan kaki sendiri, sukses dengan usaha tanpa campur tangan keluarga " Dino mengambil Rokok milik Dito dan menghisap nya sebentar sebelum di kembalikan pada Dito.


"Hingga kamu menikah sejak itu papa tidak pernah lagi membandingkan lagi , ahkirnya aku tahu papa tidak mau di antara anak nya ada saling cemburu dan iri tapi semua berubah sejak kau pergi papa sering mengurung diri dan menyibukkan diri dalam bekerja, saat aku tanya Dini dia bilang hanya pelampiasan atas kekecewaan padamu aku tidak tau papa kecewa pada mu karena apa aku juga tidak bertanya karena aku pikir juga akan bakal tau dengan sendirinya oleh waktu " Dino berdiri dan berjalan menuju kamar nya.


"Hai cerita mu belum selesai dan menggantung kenapa kau pergi "tegur Dito pada Dino yang udah setengah jalan.


"sejak aku cerita kamu hanya merokok tanpa memandang ku seolah tak merespon atau mendengarkan ku jadi buat apa aku bercerita "kata Dino acuh.


"Meski aku diam tapi aku mendengar ayo lanjutkan cerita mu "


"Uda males gw mau tidur sama Khalid ,siapa tau kalau gw sayang sama Khalid mbak Anin mau melirik gw sebagai laki-laki dewasa " Dito yang mendengar seketika berdiri dan memandang tajam ke arah adik satu Ayah nya yang di balas dengan tawa ngakak sebelum masuk ke dalam kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2