nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
55. Keluarga yang utuh


__ADS_3

Selepas Anin pergi Dito meneruskan pekerjaannya hingga pukul 11.00 malam, tapi tidak ada tanda-tanda Anin minta izin untuk pulang hingga akhirnya Dito penasaran dan mengahkiri pekerjaannya.


Dito segera masuk kamar Khalid dan dia melihat pemandangan yang sudah lama tidak dia lihat Anin tidur dengan pulas nya sambil memeluk Khalid dari belakang.Berjalan pelan pelan biar tidak membangunkan yang sedang tidur pulas,Dito mendekat ke tempat tidur merapikan anak rambut Anin yang berantakan.


"Cinta dan sayangku tubuh saat kau pergi, aku dulu meninggalkanmu karena rasa kecewaku tanpa bertanya kepadamu tapi kau balas dengan merahasiakan hartaku yang paling berharga," satu kecupan Dito berikan pada kening Anin dan Khalid sebelum ikut tidur di sisi sebelah Khalid.


Saat pagi menyapa Khalid bangun terlebih dahulu betapa bahagia dan senangnya dia bisa satu tempat tidur dengan ayah dan Bundanya.


"Sudah bangun boy" kata Dito dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.


"Ayah udah bangun?" tanya Khalid.


"hmmmm " jawab Dito.


"kapan Bunda datang "tanya Khalid.


"Semalam waktu Khalid sudah pulas tertidur " ucap Dito.


"Pasti Bunda kesini mau marahin aku ya Ayah " ucap Khalid.


"Jangan kuatir ada Ayah yang akan membelamu" kata Dito sambil mengecup rambut Khalid.


"Uda adzan kita sholat subuh berjamaah yuk " ajak Dito.


"Bunda mukenanya gimana ?" tanya Khalid.


"Nanti Ayah pinjam punya bibi" bibi seorang ART berusia masih sangat muda belum genap 20 tahun bekerja di rumah Dito sejak ada Khalid .


"Ok Khalid bangunkan Bunda dulu "


"Jangan dulu Ayah keluar dulu "kata Dito sambil bangun dan tidak ketinggalan memberikan kecupan di kening Khalid dan Anin secara bergantian.


"Bunda bangun Bunda kita salat subuh jamaah dulu udah ditungguin ayah" dengan perlahan ku buka mataku kamar yang asing yang tak pernah ku tempati seketika aku teringat kalau semalam saat aku masuk kamar aku. melihat Khalid sudah pulas dan aku berencana hanya mendekapnya tapi malah ketiduran.


"Bunda ketiduran di sini ya"


"iya hehe maaf ya" kata Anin sambil mengusap kepala Khalid sayang.


"Aku senang Bunda tidur denganku ayo kita salat jamaah ayah dah menugu"


"Tapi mama tidak bawa mukena"


"Udah disiapin sama Ayah ayo"


"Iya Mama ambil wudhu dulu sekalian cuci muka"


"kalau mau gosok gigi Ayah juga udah siapin sikat gigi baru buat Mama " Anin hanya mengganggu lantas masuk ke kamar mandi dan di sana sudah ada sikat gigi baru dan handuk bersihkan.


"Sebaiknya aku pulang sekarang tidak enak dilihat orang menginap di sini" kata Anin yang lagi duduk di ruang tengah rumah dinas Dito.


"kenapa emang orang bakal tahu"


"kan ada Asisten rumah tanggamu dan ada juga penjaga di pos pasti mereka tahu kalau aku semalam tidak pulang"ucap Anin.


"Kenapa dengan mereka apa karena takut digerebek terus dinikahkan begitu, aku sih tidak keberatan kalau digerebek dan di nikan lagi" ucap Dito.


"Gila kamu " sewot Anin.


"haha sensi amat sih "


"ke mana sih Khalid lama amat bilangnya mau ngambil tas aja " ucap Anin.

__ADS_1


"Khalid mandi sekalian lah nggak mungkin cuma ambil tas aja" ucap Dito.


"Bapak itu kopi dan sarapannya udah saya siapkan" kata pembantu Dito yang tiba-tiba muncul dari dapur.


"Iya makasih Bi "Kata Dito datar. Anin dapat melihat kalau pembantunya Dito curi-curi pandang kearah Dito dan ke arahnya.


"Buset pembantu mu muda banget" ucap Anin.


"Baru lulus sekolah, dia juga bekerja disini sejak ada Khalid ini ,selama ini nggak pernah pakai pembantu wanita " ucap Dito.


"kenapa kamu cerita kepadaku?" tanya Anin.


"Ya siapa tahu kamu penasaran dan supaya tidak salah paham" jawab Dito.


"kenapa juga aku harus salah paham "


"Ayo kita ke meja makan nanti Khalid pasti menyusul ke sana"


" Bisa kan jalan sendiri gak usah pakai acara rangkul pundak segala " ketus Anin saat merasakan Dito merangkul pundaknya sambil menepis tangan Dito.


" Biar keliatan romantis " kata Dito yang dicibir oleh Anin.


" Aku tuh sayang dan cinta kamu tapi sayangnya aku sadar saat kamu sudah pergi "


"Gombalan mu tidak mempan buat aku"


"Aku nggak gombal tapi ngomong apa adanya" ucap Dito


"Tresnomu koyo rumah makan Padang akeh cabange." ucap Anin.


(Cintamu seperti rumah makan Padang banyak cabangnya)


"Galah cintaku bukan kaya rumah makan Padang tapi kayak kamera"


"Nyambung lah cintaku itu cuma fokusnya ke kamu bukan yang lain kayak kamera kalau lagi mengabil gambarkan hanya fokus pada satu titik " ucap Dito.


"kayanya seru ni bahas apa sih Bun?" tanya Khalid yang baru datang.


"anak bunda mau makan apa?" tanya Anin mengalihkan pembicaraan.


"Roti aja dengan selai kacang" jawab Khalid.


"ok"


"Aku juga roti dengan selai kacang" ucap Dito.


"bikin sendiri udah gede"kata Anin sambil menaruh roti di piring Khalid.


"TERIMA kasih Bun ,ayah bikinin sekalian bun kasihan" dengan malas akhirnya Anin membuatkan roti selai kacang satu tangkap buat Dito.


"kopi pahit jangan lupa ya" ucap Dito.


"hmm" kata Anin sambil berjalan kearah dapur.


"Ada yang bisa di bantu bu"


"mau bikin kopi "


"Ini Bu, tumben bapak minta kopi?" tanya art Dito.


"Tanya saja sama orangnya sendiri kenapa minta dibikinin kopi " kata Anin judes.

__ADS_1


"Tidak kamu kasih sianida kan kopiku" kata Dito saat Anin meletakkan kopi di depannya.


"Ya mana tau kalau kamu tidak mencoba minum kalau kamu mati ya berarti aku kasihan racun " ucap Anin ketus.


"hahaha boleh boleh " ucap Dito.


"Ayah dan Bunda dari tadi berantem mulu kaya Akbar dan juna" seketika Dito dan Anin diam.


"Khalid aku yang anter sekolah "


"naik apa ?"tanya Dito.


"sebentar lagi Dewa kesini'" jawab Anin.


"Buatku tidak masalah kalau Dewa yang mengantar ,tapi jangan bawa Khalid pindah biar dia disini sampai Khalid pindah sama kamu " ucap Dito.


"baik aku titip Khalid "


"bunda tidak menanyakan kenapa aku berkelahi ?" tanya Khalid.


"Bunda akan mendengarkan saat Khalid sudah siap bercerita "


"terima kasih bun" Dewa datang tepat saat telah selesai sarapan,


"Semalam tidur sama Bunda Khalid nggak komandan, ?" tanya Iwan saat mereka menuju tempat dinas.


"Menurut mu?" tanya Dito.


"hahaha aku tidak bisa menebak komandan "ucap Iwan.


"ko ada ya bawahan ga ada sopan sopannya sama atasan " ucap Dito.


"Adakah yang terjadi semalam mengingat kamu tidur disana ?" tanya Dewa.


"nggak ada ya,aku tidur berdua dengan Khalid, nggak sah aneh aneh mikirnya "


"hahaha siapa tahu terbawa suasana jadi adik Khalid"ucap Dewa.


"SIALAN mulut ya aku bukan orang kaya gitu "ucap Anin.


"Semalam paman Akas ceria Dito setiap weekend selalu nginep di perkebunan di kamar Khalid" ucap Dewa.


"terus ?" tanya Anin.


"sepertinya dia lagi mendekati paman "jawab Dewa.


"tau ah " jawab Anin.


"Khalid mau punya Ayah ga?" tanya Dewa.


"Mau lah Khalid mau Ayah sama Bunda bisa hidup bersama selayaknya keluarga utuh" ucap Khalid.


"Jadi Khalid setuju Ayah sama bunda bersama lagi " ucap Dewa.


"iya"jawab Khalid.


"tapi sepertinya nggak bisa Bunda mu terlanjur benci sama Ayah mu haha" ucap Dewa.


"kenapa Bunda benci sama Ayah?" tanya Khalid.


"nggak ko"kata Anin gugup.

__ADS_1


"Jadi Bunda mau hidup bersama dengan Ayah?" tanya Khalid, Anin hanya diam tidak menjawab, masih ada rasa sakit di hatinya buat kembali sama Ayah anaknya itu.


__ADS_2