nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
63. Viagra


__ADS_3

Hari ini kami di undang ke acara pernikahan salah satu Putra pejabat polri di sebuah hotel bintang 5, meski sudah 5 bulan kami bersikap selayaknya suami istri di depan umum, bahkan kami tidur satu tempat tidur tapi tidak ada sentuhan fisik Dito benar benar menjaga nafsunya dia benar benar menugu kesiapan lahir dan batinku.


Bahkan suatu hari aku pernah berkata padanya


"'Maaf aku belum bisa membantumu memenuhi kebutuhan biologis mu, karena setiap melihatmu Aku selalu mengingatmu yang berciuman dengan Gisna " kataku.


" Buatku bisa hidup bersama anak dan istriku berkumpul bersama menghabiskan setiap hari bersama kalian itu sudah suatu kebahagiaan tersendiri " jawab Dito,dan pernah suatu hari saat aku pulang dari acara pengajian rutin bulanan ibu-ibu Bhayangkari ustad nya bercerita tentang dosa besar seorang istri yang menolak melayani suaminya dan aku juga menceritakan kepada Dito , saat itu Dito menjawab " berdosa jika istri menolak kemauan suami itu emang benar tapi di sini aku tidak pernah memintamu jadi kamu tidak perlu merasa berdosa".


Hari hari Dito banyak diisi dengan pekerjaan dan melakukan Olahraga fisik dari sana aku tahu olahraga fisiknya hanya untuk pelarian.


Aktivitas fisik seperti olahraga atau melakukan hobi akan membantu mengalihkan energi dan gairah yang dimiliki karena itu itu memforsir tubuhnya untuk bekerja dan berolahraga bersama Khalid dan teman - temannya.


Olahraga bisa membantu mengeluarkan hormon endorfin, yaitu salah satu hormon yang membuat bahagia dan meningkatkan mood.


Hormon endorfin juga dikeluarkan setelah berhubungan. Jadi bisa mencapai efek yang sama dengan cara berbeda.


"Ayo kita berangkat " ucap Dito pada kami


"Benar kamu tidak ikut ke tempat acara" tanya Dito kepada Khalid.


" Tidak antarkan aja aku ke rumah eyang" jawab Khalid, eyang di sini adalah Kanjeng ibu dari papi , sejak Khalid dipertemukan dengan mami, papi, Rain dan eyang keberadaannya sangat diterima bahkan kata mami wajah mereka sama waktu kecil, karena mami sering mengambil foto diam diam Dito kecil dan eyang senang karena bisa melihat cicitnya.


" Kenapa tidak Tante Rain saja sih yang jemput kamu" ucap Dito.


" Tante Rain lagi liburan sama suaminya"


"liburan kok tiap bulan"


" Itu bagus ayah dari pada keluarga kita tidak pernah liburan"


" Emang Khalid mau liburan ke mana, bukannya setiap liburan kita selalu berlibur"


"Apaan liburan Khalid kalau gak ke perkebunan dan peternakan "


"Kan sama aja liburan namanya "


" Ya yang beda lah Bun, liburan khusus keluarga kita kita bertiga bukan ke perkebunan" ucap Khalid membuatku dan Dito saling menatap.


"oke nanti liburan kenaikan pergi bersama, biar ayahmu mengambil cutinya mama juga akan mengambil cuti tempatnya terserah Khalid mau kemana "


" benar ya bulan depan berati "


" Bulan depan" ucapku dan Dito secara bersamaan, karena akhir-akhir ini aku jarang memperhatikan Khalid karena sibuk mengerjakan tugas S2 ku dan membatu pekerjaan rumah sakit yang sedang mengalami masa persiapan buat kenaikan Tipe , dari rumah sakit tipe C naik menjadi rumah sakit tipe B aku sampai tidak sadar kalau Khalid mau ujian semester ganjil.

__ADS_1


" Iya Senin depan aku kan ujian habis itu terima raport dan liburan , Aku mau liburan ke Disneyland Tokyo" ucapnya semangat.


"tidak bisa kah selain ke luar negeri,Ayah tidak bisa cuti terlalu lama"


" Ayah paling lama cuti berapa hari "


"tiga hari"


"Ok kita ke Disneyland Tokyo kita berangkat hari Jumat sore Sabtu Minggu ayahmu libur Senin Selasa Rabu Ayah dan Bunda usahakan cuti , tapi jika cutinya tidak bisa kita liburan di Bali atau Lombok aja gimana"


" oke tidak masalah yang penting tidak perkebunan dan peternakan karena hampir tiap bulan aku ke sana"


"Sekarang Khalid belajar yang rajin selesai ujian kita urus paspor dan visa buat Khalid"


"ok bunda " ucapnya semangat dan setelah sampai di rumah eyang dia langsung turun masuk tanpa kami mengantarnya karena Khalid sudah terbiasa ahkir ahkir ini.


Sesampai di tempat acara kami langsung masuk begitu mobil Dito pasrahkan kepada Valet parking.


" Kita langsung ke pelaminan saja mengucapkan selamat kepada pengantin dan keluarga habis itu baru kita basa-basi dengan yang lain baru pulang " ucap Dito aku hanya mengangguk karena aku tidak terlalu mengenal mereka.


" Aku mau ke toilet dulu" bisiku pada Dito yang lagi asik mengobrol sama rekan nya waktu masih menempuh pendidikan di Akpol dulu.


" Perlu aku antar"


"Gimana jadi rencananya"


" Jadilah sudah ku persiapkan jauh-jauh hari"


" Kamu tidak takut kalau rencanamu gagal dan ketahuan"


" Sudah aku pertimbangkan tidak akan bakal ketahuan"


"Aku hanya mengingatkan bukan hanya karirmu yang akan bermasalah tapi keluargamu ,orang tuamu, tante dan Om semuanya juga akan kena imbasnya ".


" Jangan kuatir ini rencanaku sudah sangat matang"


" Kamu yakin ini akan berhasil"


" Pasti Aku yakin akan berhasil lagian aku hanya ingin menghancurkan karirnya Aku tidak suka melihat dia bahagia di atas penderitaanku"


"bukan hanya kali ini akan hancur karirmu juga akan hancur dan keluargamu menanggung malu itu kalau berhasil dan jika gagal akan lebih parah daripada ini"


"kalau berhasil karena dia yang hancur dan karirku tapi otomatis istrinya juga akan meninggalkannya mau tidak mau dia akan menikah denganku "

__ADS_1


" Aku rasa kamu sudah terobsesi sama dia"


" Terserah katamu aku tidak peduli aku mengenalnya jauh sebelum iya kenal dengan istrinya, tapi setelah hubungan dengan istrinya kandas Kami sempat dekat dan gagal lagi juga karena istrinya yang kembali , dua kali aku dibuat kecewa karena dia dan istrinya maka biarkan mereka ikut hancur bersamaku dengan pembalasan dendamku".


" terserah padamu konsekuensinya kamu sendiri yang nanggung dan aku sendiri sebagai sahabat cuma mengingatkan paling tidak pikirkan orang tuamu dan nama baik keluargamu" setelah suara itu berhenti terdengar suara pintu dibanting dengan sangat kencang.


" Halo laksanakan rencananya sekarang jangan sampai kamu salah mengasih minum" ingin aku keluar dan menangkap basah tapi jika aku keluar aku tidak akan bisa tahu rencana apa yang dia lakukan, setelah dia pergi aku bergegas ke ruang security untuk menanyakan CCTV kamar mandi Aku ingin tahu siapa yang masuk setelah aku, tapi sayang security tidak mau memberitahu kepadaku dengan alasan aku orang yang tidak berkepentingan hanya pihak hotel dan polisi yang berhak mengecek CCTV.


Aku bergegas menuju mejaku tapi di sana sudah tidak ada Dito, saat ku bertanya pada rekannya dia keluar dengan ajudannya.


" Kamu di mana" ucapku pada Dito saat sambungan ponselku terhubung.


" Aku ada perlu mendadak kamu pulang diantar aja ajudanku " ucap Dito langsung mematikan ponselnya selang 5 menit ajudanya datang menghampiriku .


"Dimana Dito"


"Maaf Ibu saya tidak dapat memberitahu"


" Kalau begitu kita tunggu di sini bilang padanya aku tidak akan pulang dan tetap menunggu di sini sampai dia datang "


" Sebaiknya Ibu pulang saya tidak ingin komandan murka"


" Waktu di toilet aku mendengar ada seseorang yang berencana buruk dengannya apa kamu pikir setelah aku tahu aku bisa tenang"


" Baiklah Ibu sekarang ikut saya" ucap ajudan Dito berjalan duluan dan aku mengikutinya di belakang hingga kami berhenti di sebuah kamar.


" Apa apaan ini" ucapku saat melihat Dito dengan tangan terikat lagi berendam di bathtub.


"Ada yang mengasih Viagra dalam minuman komandan , saat komandan sadar dia langsung hubungi saya untuk membooking kamar dan atas perintah komandan terpaksa saya mengikat tangan komandan" ucapnya aku yang tadi cuma berdiri di ambang pintu berjalan mendekat ke arahnya secara perlahan aku dapat melihat nampak wajah Dito yang memerah mungkin mulai menahan gairah yang mulai merasuki tubuhnya.


" kenapa kau di sini seharusnya kamu pulang bukan di sini " ucapnya dengan suara serak dan memburu.


"Ical bisa minta kunci borgol"


"jangan dikasih" teriak Dito.


" Berikan padaku kunci borgol sekarang habis itu kamu keluar dari kamar jangan masuk sebelum aku meminta mu masuk" Dito sempat menggelengkan kepalanya mendengar ucapanku,


" Berikan Ical sekarang lakukan demi komandan mu dan segera pergi" tanpa menunggu lama Ical langsung memberikan kunci borgol dan berlari keluar dari kamar mandi, aku langsung mendekat untuk membuka borgol.


" Jangan sampai kau menyesal" ucapnya dengan suara serak saat aku megang tangannya dan memulai membuka kunci , mungkin ini waktunya keluarga kami memulai hidup baru seutuhnya tanpa bayang-bayang masa lalu kataku dalam hati sambil menutup mata dan membuka kancing kemeja baju Dito satu demi satu.


" Jangan pernah menyesal" ucapnya saat aku melepas kemejanya dan mulai membuka ikat pinggangnya.

__ADS_1


__ADS_2