
"Wih cantik nya ponakan aunty "kata Tante Lily ,sekarang adalah acara pendang pora sekalian resepsi, buat akad udah tadi pagi.
"ayo acara dah mau di mulai,"dengan di apit ke dua tanteku aku keluar kamar pengantin menuju ballroom hotel.
"Ahkirnya cucu opa bisa segera memberi opa cicit" ucap opa.
"apa sih opa"
"Oma mintak cicit cewek yang cantiknya kaya cucu Oma"
"is Oma"
"ga nyangka kita jadi keluarga ly,"kata mbak Ika sahabat Tante Lily.
"Eh adikku ga tau kapan pacaran dah nikah aja, hai broo meski loo sahabat gw kalau bikin adiku nangis gw orang pertama yang menghajar Lo "kata Bayu
suasana resepsi pernikahan udah kaya acara kumpul keluarga dan sahabat.
"Ini ada titipan dari ayah ,hadiah dari ayah buat kamu"aku kasih amplop titipan ayah buat Dito saat sudah selesai semua proses acaranya.
"ini"kata Dito dengan suara serak
"ya itu bea siswa mu ke UK sesuai rencana awal ayah yang urus,ayah hanya menguji keseriusan mu,dengan putrinya ,udah Sono mandi,gw capek mau tidur"kataku ,hari ini sangat melelahkan meski aku tidak mengurus sama sekali pihak WO pilihan mama Arin yang mengurus tapi tetap capek. Apalagi semua keluarga ngumpul bahkan semua saudara dari Oma yang tak kukenal ,saudara Dito dari kakek nenek sambungnya saudara saudara neneknya juga.
Yang menarik perhatianku adalah tamu undangan bapak Sujatmiko Pramudya salah satu pejabat BUMN bersama istrinya mantan Artis senior Ita pramudya,istrinya selalu melihat kearah Dito dengan pandangan rindu yang tak tersampaikan dan Dito yang memandang dengan muka datar.
ceklek
Mendengar suara pintu aku bergegas memejamkan mata.
"ga usah pura pura tidur Lo" kata Dito yang sudah berdiri disamping ku
"Lo ngapain tidur di sofa,"
"ketiduran"
"ketiduran apa takut malam pertama"ucapnya sambil tertawa.Sialan apa sih maunya ni orang, ku timpuk mukanya pakai bantal sofa sebelum berjalan ke kasur,malam ini kami tidur di hotel tempat acara pernikahan.
"cek out jam berapa besok"
"terserah ,sekali lagi aku ingatkan tentang keputusanmu ,"
"iya hitung hitung nyenengin orang tua"kataku ,masih ada waktu tiga Minggu sebelum Dito berangkat ke UK mama Arin memintak kami tinggal dengannya ,baru setelah Dito berangkat aku akan tinggal sama ayah sampai renovasi rumah kakek selesai.
"Lo ga perlu takut ada gw"kataku
"siapa takut,sama penjahat aja ga takut masak sama keluarga takut"
"bukan takut cuma kurang nyaman "
"siapa bilang"
__ADS_1
"gestur tubuh Lo"
"enggak biasa aja"elak Dito.
"ok,tunjukan selama tinggal di rumah papi Lo"
"ok siap takut"
"dasar laki laki ego tinggi"kataku membuat Dito langsung melotot
"weeek" ejek ku dengan menjulurkan lidah .
"dasar bocah "kata Dito dengan gerakan cepat langsung naik ke atas ranjang dan menggelitik badan ku.
"ego gw tidak tinggi ya"katanya sambil terus menggelitik badanku.
"ya ya percaya ,udah udah gw geli sumpah"
"awas Lo"
"ya begitulah orang, maling ga mau ngaku maling, orang gengsi tinggi tapi tidak mau ngaku" kelekar ku sambil loncat dan menjauh dari Dito.
"dasar bocah "
"mana ada bocah yang udah nikah"
"nika cuma di KTP doang kan bocah"
"maksud lo"
"eh mulut ya"
"buktinya Lo pura pura tidur berati Lo kan kan takut gw kawin nin"katanya vulgar
"hai siapa yang pura pura tidur gw kan capek bilangnya undangan cuma tiga ratus,ga taunya tiga ratus relasi doang belum keluarga dan sahabat orang tua"dengusku,padahal dalam hati membenarkan apa yang Dito katakan.
"mau gw pijat kaki Lo,pasti capek "
"ogah Lo mesum"
"Lo tu yang mesum,"
"ko gw Lo lah"
"gw selesai mandi Lo pura pura tidur takut gw ajak malam pertama,padahal gw ga kepikiran kesana karena gw dah pernah malam pertama"katanya dengan senyum meledek.
"yang ke dua gw kasihan karena Lo capek makanya gw nawarin mau pijat ,Lo malah mikir nya gw mesum padahal gw ga kepikiran sama sekali,berati Lo yang mesum karena Lo yang kepikiran "katanya sambil menahan tawa,terus merebahkan badan di kasur dan menutup seluruh badannya ,ga sampai sepuluh menit gw dah mendengar dengkuran halus pasti dia capek kataku dalam hati.
"bangun sholat subuh "tepukan di pipi serta sayup sayup suara seorang membangunkan ku,
"Lo dah bangun,jam berapa ni'
__ADS_1
"jam lima sholat subuh dulu"
"hm "kataku sambil bangun dan melangkah ke kamar mandi,setelah sholat subuh aku berencana tidur lagi,tapi karena dengar suara Dito yang mengaji ,aku jadi malu ahkirnya aku duduk diatas ranjang sampai Dito selesai mengaji.
"gw kira Lo sholat cuma sebatas kewajiban kaya gw"nyengir ku saat Dito menyelesaikan bacaannya.
"iya gw dulu juga gitu,tapi sejak pindah ke sini gw sering ikut tausiyah,jadi ada keinginan untuk berubah lebih baik"
"ajarin gw ngaji dong,gw bisanya cuma baca iqro doang"kataku lirih
"tar gw kenalin sama orang yang bisa ngajarin kamu,kalau gw belum berani"katanya sambil mengelus rambutku
"sana mandi kita sarapan di bawah,sebelum balik kerumah papi ,sesuai permintaan Lo"
" Lo cuti sampai kapan"
" tiga hari lagi gw masuk kerja,kenapa"
"ke peternakan opa gw yuk ,memanfaatkan liburan disana,kita bisa berkuda sambil lihat kebun teh"
"boleh,besok pagi kita berangkat"
"kalau di depan orang tua bisa ga manggilnya jangan Lo gw "
"akan gw usahakan "kataku langsung masuk kamar mandi tidak lupa membawa baju ganti,sesuai rencana kami menghabiskan waktu cuti di peternakan dengan jalan jalan,berkuda dan keliling beberapa wisata lokal
"hari ini dah mulai kerja"
"iya Pi"
kalau Anin"
"praktek sore Pi"
"udah ke kampus lagi"
"gak ma,kan teman ku dah datang dari bulan madu"
"kalian ga bulan madu"kata kata papi mbuatku dan Dito tersedak yang malah jadi bahan ketawa an Dini.
"mas berangkat sekarang "tanya Dino,yang dijawab anggukan Dito.
"motor ku lagi di bengkel bisa nebeng"
"ayooo"selayaknya istri sebelum Dito berangkat aku juga mengantarkan kedepan dan mencium punggung tangannya
"Dino itu ga pernah ngomong sama Dito begitu juga sebaliknya,merak sama Sama pendiam dini yang suka ngobrol duluan,makanya kalau ga ada dini sepi"kata mama,setelah Dito dan Dino berangkat aku duduk di meja makan ngobrol dengan mama dan papi,meski aku sudah selesai makan kami hanya mengobrol
"terimakasih sudah membujuk Dito mau tinggal disini"kata papi
"mama sudah cerita ,papi tidak pernah membujuk Dito karena papi pikir Dito sudah berpikir dewasa,tapi papi salah Dito anak papi saat itu juga seperti anak kecil umumnya yang butuh disayang yang kadang juga ngambek"
__ADS_1
"seperti nya kami selama ini terjadi salah persepsi,papi mengagap Dito dewasa dan Dito mengagap papi dah ga sayang,dulu setiap papi pergi atau ada acara dengan mama Arin papi selalu bertanya dia selalu bilang ga papa,tapi ternyata ga papa nya mengandung kekecewaan"aku dan mama Arin yang masih di meja makan cuma bisa menjadi pendengar yang baik.
"setelah maminya pergi Dito tinggal sama nenek dan kakeknya,karena saya harus kuliah dan kerja,meski orang tua papi ga maksa kerja,sampai Dito umur empat tahun Dito ikut tinggal sama saya,kamu hidup berdua dibantu asisten rumah tangga ibu yang ngasuh Dito dari kecil,saat umur sepuluh tahun pengasuhnya ijin berhenti saya dan Dito sejak itu kami bagai partner,jika saya memasak,Dito membersihkan rumah sampai saya kenal mama Arin,saya akui saya agak jauh jarang lagi memasak lebih sering beli,jarang menghabis kan liburan berdua tapi saat kami ajak liburan berempat dito selalu menolak kami pikir itu wajar"pagi ini aku jadi tau banyak hal tentang Dito kecil dan artinya komunikasi dalam segala aspek hubungan,apa yang terjadi dengan Dito dan papinya adalah dampak dari miss komunikasi yang buruk.