
Bibi yang bekerja di rumah adalah dulu yang bekerja sama ayah saat masih Ayah kerja di rumah dinas, makanya saat ayah ke rumah dan menanyakan apa ada laki-laki yang ke sini Si bibi menceritakan semua yang dilihatnya kepada ayah tanpa tahu kebenarannya.
"Meski kamu bilang tidak berbuat apa-apa tapi dari segi pandangan bibi yang melihat sekilas dia jadi berpikir negatif tentang kamu, kalau Ayah secara pribadi percaya padamu Kamu tidak akan berbuat sejauh itu"
"Ya udah Ayah masalahnya dimana cuma bibi ini yang tahu"
"Apa kamu bisa menjamin si bibi tidak bercerita ke keluarganya, Si bibi tidak bercerita ke tetangga atau ke orang lain"
Bibi bekerja tidak sampai menginap dia akan datang jam 05.00 pagi dan akan pulang sehabis ashar atau saat aku dah pulang kerja atau dari kampus .
"Hubungi Dito malam ini suruh menghadap ku"
"Dito di Bandung ayah terus Ayah suruh ke sini apa kamu nggak kasihan"
"Kamu ingat waktu Dito ke sini bulan lalu yang bibi bilang kalian berbuat mesum itu" Anin menganggukkan kepalanya.
"Dito mendapat panggilan mutasi kembali kesini "
"Hah kok ayah bisa tahu"
" Meskipun Ayah sudah pensiun tapi ayah tidak pernah ketinggalan berita"
" Nanti aku hubungin aku tanyakan waktu longgarnya kapan biar ke sini"
"sekarang aja kamu hubungi Ayah pengen dengar" ahhhhh gak bisa bohong ni kataku dalam hati.
"halo assalamualaikum"sapaku dengan malas.
"waalaikumsalam ada apa"
"Kamu kapan ada waktu luang Ayah pengen bicara sama kamu"
"Malam ini aku tidak bisa aku sekarang lagi di luar kota besok malam mungkin bisa"
" Dasar orang sibuk ,ya udah aku tunggu besok malam assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Sejak Ayah kembali ke sini dan membantu mengurus rumah sakit Ayah tinggal bersama denganku tentu dengan mama Wulan sebagai istrinya.
"Ada kecelakaan lantas beruntun di UGD kekurangan dokter jaga dok" sapa seorang suster yang berlari menghampiriku yang berjalan di koridor rumah sakit dengan nafas ngos-ngosan.
"ok ayo kita ke sana sekarang" Kataku sambil berlari ke UGD .Ada kecelakaan beruntun sebuah truk mengalami rem blong dan menabrak 3 mobil di depannya, ada 12 korban semuanya luka-luka ada yang luka ringan ada yang luka berat.
"Gisna "kataku saat melihat wanita dengan pakaian sedikit seksi dan ada beberapa luka di area tubuh dan mukanya.
"Apa yang kau lakukan" tanya Gisna yang masih sadar saat melihatku mendekat kearahnya.
__ADS_1
"Sebagai seorang dokter ya tentunya memeriksa mu kalau kamu mau sembuh" kataku
"Aku tidak merasakan apa apa, Aku juga tidak merasakan sakit tapi semua badanku susah digerakkan"ucapnya.
"Itu justru menguatirkan badanmu mati rasa bisa jadi ada Pendarahan otakĀ " kataku.
"Mentang-mentang kau seorang dokter kok jangan menakuti ku" Ucapnya.
"Aku cuma bilang mungkin "kataku sambil membersihkan beberapa luka di wajah ,tanga dan kakinya.
" Suster bawa pasien untuk melakukan pemeriksaan CT-scan "kataku yang telah selesai membersihkan dan mengobati luka luar di sekujur tubuh Gisna.
" Kenapa harus melakukan pemeriksaan CT-scan segala " ucap Gisna.
" kamu kesulitan menggerakkan beberapa bagian tubuh mu,tubuhmu mati rasa dari tadi aku ngobrol kamu selalu tutup mata"kataku.
" Cuma gangguan penglihatan dan aku merasa lampu disini terlalu silau" ucapnya
"Lampu di sini tidak silau cahayanya masih standar rumah sakit pada umumnya makanya kamu harus diperiksa" kataku sambil berlalu meninggalkannya berganti memeriksa kondisi pasien yang lainnya dan di bawa suster.
" Malam sekali kamu pulang dari kampus apa dari rumah sakit nomormu ayah hubungi juga tidak bisa" tanya ayah meski Ayah sudah mulai bekerja tapi ayah hanya mengurus manajemen tidak pernah mengontrol ruang perawatan jadi dia jarang pernah tahu apa yang terjadi di ruang perawatan apalagi UGD saat itu , biasanya ayah akan tahu Setelah mendapat laporan dari asistennya esok harinya.
" Ada kecelakaan beruntun jadi UGD penuh aku harus di sana sampai keadaan terkendali "kataku.
"Ya udah sana istirahat apa mau makan"kata ayah.
"Aku pengen mandi air hangat terus tidur, oh ya ayah salah satu korbannya adalah Gisna tadi dia juga menjalani pemeriksaan CT scan juga "Ucapku.
"Ada gejala mengarah ke pendarahan otak Aku juga belum tahu hasilnya" ucapku.
"Terima kasih infonya sayang" ucap ayah sebelum melangkah pergi.
"sama-sama Ayah meski aku tidak suka tapi ayah pernah merawat dan mengasuhnya pasti ada rasa sayang Aya buat dia "ucap ku dan ayah hanya berbalik dan tersenyum sebelum meneruskan jalannya masuk ke dalam kamar.
"kenapa pagi-pagi kamu sudah di sini"kata Anin ketus saat melihat Dito sudah di meja makan.
"Tadi dia habis mengantarkan Khalid ke sekolah" ucap ayah.
"Ayah tidak tega membangunkan mu yang semalam pulang malam dan kebetulan pagi ini aku agak longgar jadi aku ke sini"
"kalian sarapan habis itu temui ayah di ruang kerja" kami berdua makan dengan tenang tanpa saling bertegur hingga sarapan kita habis baru kita temuin Ayah di ruang kerjanya.
"Apa ada hal penting yang mau ayah sampaikan pada kami ?" tanyaku.
"Mempunyai anak perempuan itu tidak seperti mempunyai anak laki-laki, anak perempuan salah sedikit jadi bahan gunjingan " ucap ayah.
"Tunggu ayah jangan-jangan masalah aduan bibi pada ayah kemarin?" tanyaku.
__ADS_1
"itu juga salah satunya tentang Anin sebagai Putri ayah" ucap ayah.
"kenapa dengan diriku?"tanyaku.
"Lebih baik menikah daripada jadi bahan omongan orang" ucap ayah.
"Menikah itu tidak gampang Ayah aku pernah gagal" kataku.
"Ayah tahu makanya Ayah mau ngasih pendapat, orang akan terus berpikir negatif dengan status jandamu berbeda dengan lelaki duda ,mereka lebih terkesan bodoh amat"ucap ayah.
"aku juga bodo amat mereka ngomongin aku"Ucapku.
"Tapi berdampak pada putramu Khalid tidak suka bundanya dibilang perempuan berganti-ganti pasangan dan kemarin waktu kalian ngobrol terlalu dekat bibi sudah menuduh kalian berbuat zina" ucap ayah.
"lantas apa yang harus anda lakukan?" tanyaku.
"Menikah lagi itu yang terbaik buatmu"ucap ayah.
"Tapi menikah bukan satu hal gampang apalagi umurku yang sudah 37 tahun sulit mempunyai anak, meskipun ada kemungkinan tapi kecil mana ada lelaki yang mau mempunyai istri tanpa bisa memberikan anak" ucapku.
"Tapi ada beberapa lagi laki dan orang tuanya yang sudah melamarmu di depan Ayah " ucap ayah.
"Hah siapa ?" tanyaku.
"Arjun bersama dengan Bapak dan ibunya telah bertemu dengan ayah langsung saat Ayah masih di Bandung, Satria anak sambung ayah dia bilang dia menyukaimu jika kamu bersedia menikah dengannya Ayah akan merestui kalian tidak ada hubungan darah," ucap ayah.
"Satria sudah ku anggap sebagai adikku bahkan usia kami terpaut 10 tahun dan Arjun baik tapi aku tidak mau dulu mamanya tidak menyukaiku sekarang gara-gara tahu siapa aku dia jadi menerima aku " Ucapku.
" Masih ada lagi Rendy mantan pengacaramu dia juga sudah bertanya langsung sama ayah dan yang terakhir orang di sampingmu" ucap ayah sambil melirik Dito yang dari tadi hanya diam.
"kenapa pilihan Ayah tidak ada yang bagus dan tidak sesuai menurutku" ucap Anin.
"Hai apa kamu bilang tidak bagus dan tidak sesuai, Aku itu lagi pilihan yang sudah ada buktinya lihat anakku pintar ganteng"ucap Dito.
"Khalid pintar karena turun dari Aku dan ayahku ganteng, wajar keluargaku semuanya cantik dan ganteng" ucap Anin.
"Jujur Ayah tidak terlalu suka sama kamu Dito tapi kamu kandidat yang paling baik sejauh ini, kamu Pasti menyayangi Khalid 100% karena dia anakmu begitupun juga Khalid akan menerimamu karena kamu Ayahnya, dan jika kalian menikah kalian tidak perlu memikirkan momongan karena kalian sudah punya Khalid"ucap ayah.
"Iya kalau kamu menikah denganku aku tidak masalah tentang anak karena sudah ada Khalid"ucap Dito.
"jujur Ayah masih trauma melihatmu melahirkan "ucap ayah.
"Emang apa yang terjadi" tanya Dito penasaran.
"Nggak usah dibahas itu masa lalu baiklah aku akan pikirkan" ucap Anin.
"lebih baik kamu salat istikharah"ucap ayah.
__ADS_1
"Baik Ayah aku berangkat ke rumah sakit" kata angin sambil berdiri dari tempat duduknya.
"oh iya Dito kemarin Gisna terlibat kecelakaan beruntun siapa tahu kamu mau lihat kondisinya" kata Anin sambil berlalu meninggalkan ruang kerja ayahnya.