
"komandan di depan ada kedua orang tua anda"lapor Iwan kepada Dito.
"Suruh masuk aja".
"Baik komandan" .
"Apa kabar sayang, mami kangen"kata mami sambil memelukku.
"Ada apa mi tumben nyamperin aku sampai ke Bandung" tanya Dito.
"Orang tua Indri mengundang keluarga kita untuk makan malam bersamanya malam ini" ucap mami.
"Maaf mi aku tidak bisa" tolak Dito.
"Ayolah Dito demi mami" rengek mami.
"Maaf selama ini aku menurut mami tapi akibatnya apa Indri terlalu menaruh harapan padaku" ucap Dito datar dengan memandang maminya.
"Cobalah mengenal Indri bukan sebentar lagi kamu akan bercerai"kata papi yang dari tadi hanya diam.
"Maaf selama ini aku hanya menganggap Indri rekan kerjaku tidak lebih" jawab Dito.
"Tapi Indri bilang kalian sangat akrab sering menghabiskan waktu bersama makan malam bersama" kata mami.
"Dia mengajakku makan aku tidak menolak ,dia minta tolong padaku suruh mengantar ke sana ke sini aku tidak menolak karena aku anggap dia teman bukan lebih dan mami juga bilang aku harus mengagap dia seperti adikku ".
"please Dito jangan bikin malu mami dan papi" kata mami.
"Emang aku bikin malu apa, Indri aja yang selama ini terlalu percaya diri Dan menganggap semua kebaikan yang aku lakukan karena aku memiliki perasaan lebih padanya" ucap Dito.
"Yasuda mi nggak usah dipaksa kita bilang aja Dito sibuk" ucap papi mengahkiri obrolan mereka.
"Sekalian mami papi tegaskan pada nya aku tidak ada rasa apa-apa, jangan terlalu berharap lebih daripada nanti sakit hati"kataku, tanpa menjawab papi dan mami pergi meninggalkanku.
"komandan sih selama ini terlalu perhatian pada polwan Indri, makanya dia jadi berprasangka bahwa komandan ada rasa sama dia" ucap Iwan yang dari tadi mendengar obrolan mereka karena pintu yang terbuka.
"Dasar wanita selalu baper" cibir Dito.
"Makanya ndan kalau tidak suka jangan terlalu baik, jadi repot kan di belakangnya" .
"Siapa yang baik aku biasa aja dia baik aku balas baiklah, masak dikasih bekal makan siang aku buang nggak mungkin dong ,Ya aku makan" ucap Dito santai.
"ini nih yang bikin salah paham Ndan, coba sesekali ndan tolak dia pasti tidak akan mengulangi lagi dan berharap lebih " ucap Iwan.
"bodo ah aku pusing,mending aku selesaikan kerjaan aku " sang ajudan hanya bisa geleng geleng kepala dan berjalan keluar meninggalkan ruang kerja sang atasan.
tok tok baru setengah jam siapa lagi sekarang batin Dito.
"masuk "
__ADS_1
"komandan polwan Indri mintak ijini menghadap" ucap Iwan.
"suruh masuk"
"siang pak" ucap Indri berjalan masuk.
"Siang" balas Dito.
"Ada apa" setelah Indri hanya diam memperhatikannya yang sedang bekerja selama 5 menit.
"Saya ingin mengajak anda untuk makan siang bersama saya"
"kamu gak melihat tumpukan kertas di meja saya, saya itu baru pindah jadi masih banyak yang harus saya pelajari, jadi jangan ganggu saya"kata Dito dingin tidak seperti biasanya, membuat Indri jadi takut untuk memaksa seperti biasa.
"Baik lah ndan saya permisi" Kata Indri berjalan keluar.
"Tunggu"cegah Dito membuat Indri yang tadi bermuka masam jadi berubah ceria seperti pertama masuk ruang tadi.
"Iya" jawab Indri dengan senyum.
"Tolong jangan terlalu berharap banyak pada saya, selama ini saya hanya mengagap mu rekan kerja yang pernah satu tim dengan saya tidak lebih, jadi jangan sampai salah mengartikan kebaikan saya selama ini kalau tidak, kita tidak bisa menjadi teman lagi tapi akan menjadi bawahan dan atasan" kata Dito panjang juga menyakitkan.
"Jadi karena ini dari tadi anda menggunakan kata saya bukan aku kaya biasanya,baik pak saya mengerti permisi "Kata Indri sambil keluar dari ruang Dito.
"Ndan apa kalimat komandan tadi tidak keterlaluan " ucap Iwan.
"Gimana sih katanya suruh tegas".
" Gimana mediasi kemarin "tanya mama Arin yang kebetulan sedang berkunjung.
"Dito mempersulit ma" ucap Anin.
"Apa bukan nya dia sendiri yang mengajukan permohonan perceraian"ucap mama Arin tidak percaya kelakuan anak sambungnya itu.
"Aku juga nggak tahu mah apa maunya orang itu, besok aja dia minta aku mendampinginya di acara penerimaan Kapolres baru"ungkap Anin.
"Apa apaan kalau mau bercerai mau ngapain nunjukin di depan ke orang".
"Apa dia sudah tau tentang Khalid maka nya dia nggak mau bercerai" tanya mama Arin.
"Sepertinya belum karena sejauh ini dia tidak pernah membahas tentang Khalid ma, memang sih beberapa kali mereka bertemu tapi bukan denganku" ucap Anin.
"Apa dia curiga itu putra nya " tanya mama Arin.
"Aku tidak tau ma".
"Apa perlu Mama cari tahu" ucap mama Arin yang lebih sayang kepada Anin dari pada Putra sambungannya.
"Tidak perlu ma, aku takut nanti dia malah curiga ".
__ADS_1
"Bener juga insting nya sebagia penyelidik malah bikin kita repot nanti sekarang apa rencana mu siapa tau mama bisa bantu .Jujur sejak Dito akrab dengan maminya dia jadi tidak pernah berkomunikasi dengan Kami, meski dulu dia juga tidak akrab dengan mama tapi dulu dia mau sekedar menanyakan kabar atau main kerumah " ucap mama Arin
"Apa menurut mama ada yang tidak beres"
"Mama tidak mau berprasangka buruk Anin tapi mama merasakan mereka seolah sengaja menuruti semua kemauan Dito" ucap mama Arin.
"Kenapa Mama bisa berpikir demikian".
"Mama tidak tahu hanya filing sebagai orang tua aja, tapi mama berharap filing Mama itu tidak benar ".
"Tapi setahu yang Anin tahu Dito itu watak nya keras tidak bisa diganggu gugat jika udah punya kemauan persis seperti Khalid "ucap Anin.
"Semoga benar yang kau katakan dan Dito masih bisa menggunakan akal pikiran dan hati nurani dalam mengambil setiap keputusan" doa mama Arin.
"Amin , tapi sekarang masalahnya dia seperti orang nggak punya pendirian mah, kemarin dia bilang mau membebaskan Ani dan memberikan kebahagiaan tapi waktu menghadap Kepada Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dia berubah pikiran Dia bilang menyesal dan meminta maaf dan berniat rujuk kembali bukannya itu gila padahal di depan ayah dan di depan mama papa dia udah bilang mau membebaskan aku" ucap Anin.
"Aneh juga ya" kata mama Arin.
"Apa jangan-jangan dia tahu tentang Khalid dari mata-matanya tapi dia pura-pura tidak tahu"kataku.
"Tapi mengingat dia marah waktu kamu pendarahan sepertinya dia sudah sangat menginginkan anak kecil jadi tidak mungkin dia diam saja saat tahu dia sudah mempunyai anak apalagi anaknya se menggemaskan Khalid " kata mama Arin.
"Bener juga yang apa yang mama bilang, tapi aku nggak mau kembali sama dia Mama tahu apa yang kulihat waktu dia mengajakku bertemu di cafe tempo hari"kataku yang dijawab Mama dengan gelengan kepala.
"Dito bersama Gisna mantan Kakak angkat ku sedang berciuman di dalam cafe dan berhenti saat aku datang" ucap ku.
"wah gila apa tidak takut ketahuan orang ,terus ada gosip seorang calon Kapolres bertindak mesum di dalam cafe" ucap mama.
"Tapi kata Ayu dia juga deket dengan Indri salah satu polwan teman satu tim mereka dulu, meski Dito tidak bilang tapi si Indri sudah menyebarkan berita itu" cerita Anin.
"Ya Tuhan anak itu lepas dari kamu makin tua makin menjadi bukan makin tobat"kata Mama sambil mengelus dada.
"Udahlah mah dia udah dewasa biarkan saja aku tidak mau ambil pusing ,sebenarnya sih aku tuh gak habis pikir kenapa harus Gisna ,dia tahu aku tidak suka Gisna Kami sering beradu pendapat bahkan aku sempat pendarahan gara-gara Gisna" keluh Anin.
"Sabar sayang semoga semua masalahmu cepat berlalu juga Dito dibukakan mata hatinya biar melihat kebenaran" ucap mama sambil mengusap kepala Anin.
"Is Mama kebenaran apaan"sewot Anin.
"kalau dia udah tua udah punya anak"kata Mama sambil tertawa kecil.
"Jangan dong ma kalau dia tahu dia nggak mau pisah sama Ani".
"ya ndak papa itu yang Mama mau hanya kamu yang bisa mengendalikan dia ,waktu bersama kamu dia tidak seperti ini dulu"
"Mama kok gitu sih "
"Udah dulu mama mau pulang ntar Mama kemalaman lagi di jalan" .
"Hati-hati mah".
__ADS_1
"Iya sopir ini yang bawa mobil mama kan tinggal tidur di jalan".
ha ha ha tawa kami bersama sebelum akhirnya Mama pergi meninggalkan kediamanku.