nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
23. Ketemu mama arin


__ADS_3

Aku tidak menyangka cewek yang terpaksa gw sebut namanya cewek yang pertama membuatku berdebar


15 tahun lalu saat aku kelas tiga SMP


"Dito gw jemput adik gw dulu ya di SMP LAB UM"kata Bayu


"bukan Lo anak bontot ya"


"Iya,tapi ni bocah diasuh ibu dari TK,jadi dah gw anggap adek .Biasanya dia pulang naik ojek ,tapi barusan wa Pake no temanya batere ponsel habis.Ga bisa pesen ojek dan ga bawa uang tunai uangnya di aplikasi semua"setelah menempuh hampir setengah jam kita sampai dan setelah mintak ijin satpam kita di ijinkan masuk menemui adiknya.


"Tu orangnya lagi main basket"nampak enam siswa sedang main basket empat cowok dan dua cewek.


"Anin pulang"teriak bayu ,terlihat seorang gadis cantik rambut di kuncir kuda dengan tinggi dan kulit berbeda dari temanya berlari ke arah kami.


"Lo pulang dulu gw mintak duit buat naik angkot aja,ini ponsel gw bawa" katanya sambil mengasihkan ponselnya, main perintah buset kaya bos aja ni cewek kata ku dalam hati.


"Pulang bareng gw sekarang"kata Bayu menjewer telinga si gadis .


"lagi seru Bayu "dengusnya


"ya udah ibu bikin ikan bakar sambal terasi kalau lo ga pulang sekarang gw habisi"kata Bayu.


"ok,gw pulang bareng Lo gw ambil tas dulu" ucapnya.


"kenapa Lo bengong cantik kan"


" iya cantik,kayanya gw jatuh cinta" ucapku spontan.


" ga boleh pacaran ,umurnya belum genap dua belas tahun umurnya masih kecil"kata Bayu.


"ko bisa masuk SMP "


"bisa lah kalau di swasta kan yang penting otaknya bisa ngikutin ga masalah" iya juga sih kataku dalam hati.


"kenapa Lo senyum senyum sendiri dit"tegur Arga


"apan sih "


"tu lihat si Bima lagi pusing,pernikahannya terancam gagal padahal si cewek dah selesai pemberkasan tinggal tes kesehatan,psikotes dan sidang BP4R"kata Arga,mengingatkan aku pemberkasan tes kesehatan dan psikotes yang prosesnya cepat mungkin karena ayah Anin punya koneksi dan jabatan,hingga gak makan proses lama.


" Pemberkasan hampir dua Minggu,sekarang sibuk tes tapi terancam gagal,bujang lapuk mau nikah terancam gagal,kasihan" ucap Arga.


"sialan siapa bilang terancam gagal"kata Bima yang tiba tiba ikut duduk di kantin bersama kami para tim Elang.


"Dito gw denger Lo juga ngurus nikah ya,tapi ko ga serepot gw sih,"kata Bima


"yang bener Lo nikah bang"kata mereka kompak ,aku hanya mengaguk.

__ADS_1


"ko Lo ga ribet apa masih pemberkasan "tanya Galang super kepo.


"Udah beres tinggal nugu sidang" ucapku.


"Anjir yang bener Lo nikah sama siapa ko ga ada cerita apa yang Lo bilang pas joging kemarin bener" kata Galang.


"Tar juga pada tau,tar aja kalau dah resmi tunggu undangan gw sebarkan ".


"sialan Lo ya"kata mereka kompak aku cuma ketawa menanggapi.


"Gimana bang dah beres,semua"


"Tinggal psikotes dan sidang,tapi masih mikirin buat resepsi cewek gw menyerah buat biaya resepsi " curhat Bima


"menyerah kenapa"pancingku meski aku dah tau dari Anin.


"Mama papa pingin yang mewah tapi cuma bantu sewa gedung, jujur tabungan gw cuma lima puluh kalau gw kasih buat bantu tar ga ada lagi buat nyari kontrakan ".


"kenapa ga seadanya aja"


"Jujur orang tuaku ga setuju karena Nuri murnya lebih tua dua setengah tahun dari ku,terus gw sebenarnya mau di jodohkan sama anak Kapolda Jakarta Selatan" ucapnya membuatku dan yang lain menatap iba.


" kasih aja uang mu buat tambah modal ,tar habis nikah tinggal aja di apartemenku"


"bener Lo"aku hanya mengaguk


"Dasar ya keluarga Raksa emang ga ada artinya ya duit kaya kertas "bisik Arga,hanya Arga yang tau aku keluarga Raksa meski tidak memiliki darah Raksa.


" maaf mama menggagu waktu mu"kata mama Arin yang menemuiku.


"ga ko Tante" mama sambung Dito mendatangi ku di kampus dan mengajakku makan siang.


"mama jangan Tante"


"iya ma"


"Gimana dah beres nikah kantornya"


"tinggal sidang mah "


"buat resepsi "


"lagi nyari wo yang coco,kalau ngurus sendiri kayanya ribet mah,belum kerjaan lagi banyak banyak nya ".


"boleh ga mama yang urus sejak menikah dengan papinya mama ga pernah melakukan apa apa untuk nya,mama tau dia sengaja menjaga jarak pada saat belum menikah dia biasa aja tapi mama bersyukur dia tetap menyayangi Andini meski tau dia bukan adik nya" ucapnya.


"sebenarnya waktu papi mintak ijin menikah Dito belum setuju tapi tidak berani menolak,dalam benaknya yang saat itu berpikir belum satu rumah aja papi sudah mulai me nomer satu kan mama Arin dan putrinya dini,apalagi kalau dah menikah pasti akan lupa,tapi dia juga ga mau egois mungkin papi punya kebutuhan yang harus dipenuhi,ahkirnya dia ijinkan papi menikah tapi mintak syarat supaya di ijinkan tinggal sama kakek dengan alasan kasihan kakek nenek ga ada temannya,di luar dugaan papi memenuhi syarat nya itu tanpa ada drama istilah anak kecil ngambek mintak dirayu,mulai saat itu timbul rasa kecewa,mengagap papinya dah ga mengharapkannya,"kataku aku tau sebenarnya ada salah pemahaman dengan Dito dan orang tuanya kulihat mama Arin meneteskan air matanya

__ADS_1


"terimakasih sudah mau bercerita,mama akan nyari wo nya dan mengurus semua tar wo nya akan hubungi kamu"


"baik ma"


thok thok


"masuk ,ada pa sus"kulihat Suter Nuri


"dok makasih ya,"kata Suter ria sambil menangis


"semalam Kakak nya bima kerumah,dia bilang ga bisa membantu membujuk orang tua mereka tapi kakaknya dan suami berjanji menghandle catering,dia bilang malu sama dokter"sontak aku tertawa sinis mereka takut aku mengadu sama Bayu atau mbak Anin kataku dalam hati


"syukur deh mbak aku ikut seneng"


"tadinya aku udah menyerah kan sama Allah dok,kalau Bima bukan jodohku aku ikhlas,sehabis kakak Bima kerumah,Bima menyerahkan semua tabungannya katanya itu buat persiapan menyewa kontrakan dan membeli perabotan rumah tapi ada teman yang nawari apartemen beserta isinya,Alhamdulillah jalanku dipermudah masalah dekor gedung adikku bilang yang handel dia barter dengan temannya yang wo dengan desain bangunan buat kantor wo nya yang baru"


"Alhamdulillah ya mbak di permudah "kata Suter ria


"udah ada sovenir"tanyaku


"kayanya ga Pake dok"katanya lirih


"emang berapa undangan"


"dari keluarga Bima 500 undangan,aku 100undangan"katanya lirih,emang mereka ga mikir undanga segitu banyak tapi ga mau modal


"ok enam ratus aku bantu sovenir,"


"tar undanga dari aku yang sederhana aja tapi ya ,biar orang tua ku yang bikin"kata suster ria,pecah tangis mbak Nuri


"terimakasih kalian baik,aku hanya bisa balas doa"masalah mabak Nuri mbuatku bersyukur dan berpikir aku dan Dito tak begitu berniat menikah tapi alam mempermudah bahkan resepsi aku ga perlu repot,sedang mbak Nuri yang dah niat menikah umur juga dah siap ada aja cobaan.


"kenapa ngelamun "tegur Dito


"ko ga ketuk pintu masuk"


"udah kamu aja ga denger ,pintu aku tutup aku mau ngobrol penting"


"apa "


"apartemen aku suruh menempati Bima,kita beli baru aja ya besok kita cari rumah "


"dari pada beli kita tinggal dirumah kakek aja,rumah nya kosong cuma bibi yang biasa bersihin ruma, itu rumah kenangan kakek dari bunda ku"


"boleh,tar kita lihat dan sedikit kita renovasi biar nampak baru boleh"


"boleh"

__ADS_1


__ADS_2