nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
66. Adik buat Khalid


__ADS_3

"Khalid senang dengan liburan nya, meski cuma 3 hari" ucap Dewa yang menjemput kami di Bandara.


" Senang meski cuma sebentar,tar kalau libur lagi bisa kesana lagi ya Bun".


" Iya nanti kita kesana lagi"


"Kalau kesana lagi Ayah mu suruh nyewa pesawat sendiri nanti papa yang menjalankan biar seluruh keluarga besar kita bisa ikut ".


" Gak usah jadi kompor meleduk deh emang gajinya gede apa suruh menyewa pesawat " omel Anin.


" Ya gajinya emang kecil tapi tapi kan sahamnya di RR Grop sekali cair bisa buat nyewa pesawat pribadi" kata Dewa sambil tertawa kecil.


"Kalau masalah itu bilang yang pegang keuangan aku nurut aja apa perintah ibu negara " balas Dito sambil tertawa juga tapi lebih kencang.


" Kenapa lihat itu uang buat masa depan Khalid bukan hak kami" kataku membuat Dewa mendengus .


" Dasar pelit Lo ".


" Ngapain gw baik sama loo penghasilan loo aja dari mengelola usaha om Edo juga tidak sedikit".


"Anak baru 1 pelit Lo Gimana kalau Khalid punya adik ".


" Khalid mau punya adik " ucap Khalid tiba tiba.


"Belum sih , tapi kalau punya adik Khalid mau nggak" ucap Dito.


"Maulah bisa buat teman bermain" ucapan Khalid seketika mengingatkan aku ,kalau seharusnya sebelum berangkat liburan tamu bulanan aku datang apa jangan-jangan muntah muntah ku selama ini.


" Wa berhenti kalau lewat apotek ya ".


" kamu sakit atau kenapa, atau mau beli obat apa, biar aku yang beli kamu disini aja ".


" Tidak apa-apa hanya beli sesuatu biar aku aja keperluan perempuan " tolak ku halus.


"Tidak apa-apa aku belikan saja supaya kamu tetap di sini biar bisa istirahat".


" Aku akan kirim pesan ke ponselmu" ucapkan begitu Dito sudah siap-siap keluar saat mobil berhenti di depan apotek.


" Ini pesanan mu " ucap Dito sambil menyerahkan bungkusan plastik putih kecil kepadaku.


Selanjutnya perjalana di teruskan dengan aku dan Khalid yang sudah terlelap,maklum hari terakhir kami belanja oleh-oleh buat semua keluarga bahkan Dito dan Ical sampai kewalahan membawa belanjaanku dan Khalid , sorenya nya kami langsung pulang.


"Wa kamu gendong Khalid ,aku gendong Anin, Ical kamu panggil bibi dan ada yang di pos buat bawa semua barang-barang masuk ke dalam rumah !" perintah Dito yang langsung di jalankan oleh mereka.


" Ical kamu mau pulang sekarang bareng Dewa ?" tanya Dito yang baru turun dari lantai atas tempat kamar mereka berada.


"Iya pak mas Dewa mau nganter sekalian katanya ".


" Ini udah di siapkan Anin buat keluarga mu" ucap Dito sambil menyerahkan paper bag berukuran sedang.


"Terima kasih pak ".


"Buat aku mana" ucap Dewa .

__ADS_1


"Besok tanya aja sama Anin sana buruan pulng udah malam aku mau istirahat " usir ku tanpa komentar Dewa langsung pulang, mungkin dia juga maklum kalau kami capek buktinya sampai Anin tertidur di mobil.


Hidupku sudah lengkap punya istri yang cantik, yang mau menerimaku lagi meski aku telah berbuat salah padanya, semoga yang dikatakan petugas apotek tadi benar adanya .


Saat di apotek.


" Apa yang bisa dibantu pak" sapa sang apoteker ramah saat aku masuk ke dalam apotek.


" Saya mau beli ini mbak " kataku sambil menunjukkan ponselku.


" Sebentar Pak Ya saya ambilkan" ucap sang apoteker sambil tersenyum saat melihat ponselku.


" Penggunaannya sesuai yang ada di keterangan ya pak".


" Kalau boleh tahu ini berapa ya" ucapku penasaran.


" Bapak tidak tahu " ucapnya yang ku jawab dengan gelengan kepala.


" Ini namanya Test pack ,test pack adalah alat tes kehamilan yang menggunakan urine untuk mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG) di dalam tubuh wanita untuk mengetahui kehamilan seorang wanita".


" Jadi ini buat ngetes apa istri saya lagi hamil atau tidak" kataku memastikan.


"Iya betul pak".


"Terimakasih ".


Aku merasa ada pergerakan di tempat tidur kami , dapat kulihat Anin sedang bangun secara pelan-pelan mungkin tidak mau mengganggu tidurku , kulihat Anin mengambil plastik putih yang kemarin aku beli dan di bawahnya masuk ke dalam kamar mandi.


Deg deg deg bunyi detak jantungku menugu Anin keluar dari kamar mandi seperti menugu door prize.


Belum sempat menjawab Anin sudah berlari lagi masuk ke dalam kamar mandi dan berusaha memuntahkan semua isi perutnya yang tidak mengeluarkan apa-apa.


Huek huek huek


" Kita ke dokter sekarang biar di periksa dokter,dari sebelum kita berangkat liburan kaya begini sembuh sebentar begini lagi " ucapku sambil memijat tengkuknya yang masih berusaha mengeluarkan cairan bening.


"Udah tidak apa-apa tolong beritahu bibi suruh buatkan teh hangat buatku".


" Baik tapi kamu pindah dulu di kamar ya" ucapku yang langsung menggendongnya dan menidurkan di atas kasur.


" Bi tolong buatkan teh hangat manis buat Anin ya" ucapku saat sudah berada di dapur.


" Baik kalau udah siap saya bawa ke kamar pak" ucap bibi .


"Apa aku panggil dokter buat kesini biar memeriksa mu" ucapku sungguh aku tak tenang melihat mukanya yang pucat.


" Tidak apa-apa ini udah biasa ntar juga akan sembuh sendiri kalau ada waktunya".


" Maksudnya "


"Morning sickness"


" Morning sickness,kamu hamil adiknya Khalid" ucapku.

__ADS_1


Tok tok "Pak ini tehnya " ucap bibi.


" Taruh aja bi terimakasih udah merepotkan "


" Berapa lama Morning sickness akan sembuh ?" tanya Dito yang ku jawab dengan mengakat 3 jari.


" 3 bulan,Apa dulu juga begini waktu hamil Khalid" ucap Dito lirih.


" Udah hampir 10 tahun udah lama aku tidak mengingat nya."


" Maaf aku tidak bisa menemanimu pada masa-masa perjuanganmu mengandung dan melahirkan Khalid, tapi aku berjanji yang sekarang akan selalu siap buat menjagamu".


" Sebaiknya kamu bantu Khalid sebentar lagi dia harus berangkat sekolah dan kamu juga harus siap-siap berangkat ke kantor".


" Tapi bagaimana dengan keadaanmu".


" Aku tidak apa-apa nanti kalau udah agak siangan pasti sembuh" ucap Anin berusaha menenangkan Dito.


"Apa sebaiknya aku tidak usah masuk kerja".


" Kamu habis cuti buat liburan jangan bolos lagi tanggung jawabmu berat jangan disepelekan".


" Tapi aku cemas dengan keadaanmu. Aku juga tidak yakin bisa bekerja dengan tenang".


" Ini bukan kehamilan pertama buatku jadi aku udah tahu gimana kondisi tubuhku, nanti kamu ke rumah sakit waktu jam istirahat kita akan periksa kamu bisa tahu dan lihat gimana kondisi calon adik Khalid" ucap Anin.


Ahkirnya dengan terpaksa Dito mengikuti saran Anin dia segera membantu putranya bersiap-siap untuk berangkat sekolah, setelah Khalid berangkat barulah dia bersiap-siap untuk segera ke kantor.


"Cal nanti tolong kosongkan jadwalku setengah jam sebelum istirahat dan setengah jam setelah istirahat istirahat".


"Baik komandon".


Ternyata penantianku tadi pagi saat menunggu Anin keluar dari kamar mandi tidak seberapa sekarang lebih terasa mendebarkan , waktu terasa lebih lama meski aku berusaha menyibukkan dengan semua berkas kerjaanku tapi pikiranku tidak bisa konsentrasi. Akhirnya ku hubungi bibi yang di rumah dan menanyakan keadaan Anin, tapi kata bibi Anin udah berangkat kerja dari pukul 10.00 pagi tadi dalam kondisi sehat tidak kurang apapun juga tidak nampak pucat seperti tadi pagi.


tok tok tok


"Masuk" aku masuk ke dalam ruangan Anin setelah terdengar kata masuk dari dalam, meskipun aku suaminya aku juga harus menjaga privasinya, tidak bisa langsung masuk takutnya dia sedang rapat atau sedang ada pekerjaan penting.


" Kamu sudah datang cepat sekali belum jam istirahat".


" Aku tidak tenang dalam bekerja pikiranku berada di sini terus" ucapku sambil duduk di sofa yang tersedia.


" Baiklah ayo kita ke poli kandungan tadi aku juga udah buat nomor antrian" ucap Anin sambil berdiri dan berjalan ke arahku.


Beruntung sekali aku waktu aku datang dokter sudah tidak ada pasien, jadi Anin tidak perlu menunggu waktu lama bisa langsung diperiksa.


" Iya benar sudah ada dedeknya meski masih kecil baru berumur sekitar 8 minggu, selamat ya dokter Anin" ucap sang dokter perempuan seumuran Anin.


" Terima kasih" kata Anin sambil berusaha bangun dengan dibantu suster.


" Dokter Anin pasti udah tahu dong pantangannya apa apa aja yang boleh jadi saya tidak perlu menerangkan ini resep obatnya" ucapnya lagi yang dibalas dengan tersenyum manis oleh Anin.


Lengkap sudah kebahagiaanku hubunganku dengan Anin mulai membaik ,bahkan kami akan mempunyai satu momongan lagi begitu juga hubunganku dengan kedua orang tuaku baik papa Mama mami papi dan keluarga mereka.

__ADS_1


Meski aku sadar ini bukan hanya awal kebahagiaanku tapi juga awal aku harus bersikap lebih dewasa dan bijaksana sebagai kepala rumah tangga dan orang tua buat kedua anakku. Aku tidak boleh egois lagi seperti waktu dulu aku harus memikirkan semua konsekuensi apa yang telah aku perbuat supaya tidak menyesal untuk kedua kalinya, cukup sekali aku kehilangan istriku yang berakibat fatal dan penyesalanku Yang tak berujung.


Semoga ini awal yang baru buat keluarga kami meski kami sadar akan banyak rintangan yang menghadang.


__ADS_2