
Seperti dugaanku sejak awal setelah Dito mengetahui keberadaan Khalid sebagai putranya hidupku jadi tidak tenang, setiap pagi dia akan ke rumah dengan alasan mengantar sekolah dan malamnya sepulang kerja dia juga akan ke rumah menemani Khalid bermain dan belajar sampai Khalid tertidur.
"Sepertinya mantanmu lagi bekerja keras untuk mendapatkan mu kembali melalui anaknya" kata Andreas yang menemuiku di klinik.
"Tau ah pusing aku juga mikirin nya"
"kalau kamu mengurusi rumah sakit peninggalan oma mu gimana dengan nasib klinik di sini?"tanya Andreas.
"Suster Ria temenku dia mempunyai calon suami dokter dia yang akan mengelolanya dan mengurusnya" jawab Anin.
"Bagus deh kalau kamu pindah ke Jakarta aku jadi dekat denganmu dan kamu jauh dari mantan suamimu "ucap Andreas.
"Ha ha bisa aja kamu ,mau ngapain kamu deket-deket sama aku apa kamu lupa udah punya istri aku nggak mau Ya dibilang pelakor dalam rumah tanggamu"
"Semua keluargaku dan keluarga mertuaku juga sudah tahu kalau istriku masih suka jalan dengan mantan pacarnya, bahkan mereka beberapa kali memergokinya" ucap Andreas.
"Terus rencanamu sekarang apa".
"Mama memaksaku untuk menceraikannya setelah usia pernikahan kami genap setahun".
"kenapa harus bercerai bukan dicoba untuk diperbaiki " ucap Anin.
"kudengar orang tua Arjun mengajak kamu makan malam" kata Andreas berusaha mengalihkan pembicaraan.
"kamu kok tahu siapa yang cerita?"tanya Anin.
"Dewi kemarin pas aku ke sini hanya ketemu Dewi, katanya kamu lagi diundang makan malam sama keluarga mereka " ucap Andreas,aku hanya mengaguk untuk membenarkannya.
"Sepertinya keluarga Arjun udah menerimamu apakah karena sekarang anak nya duda jadi sama-sama janda dan duda gitu "sambung Andreas.Membuatku mengingat momen itu mereka mengundang ku makan malam dan mulai menerima aku dan Khalid karena mereka melihat kami ikut foto dengan pengantin bukan sebagai teman tetapi sebagai keluarga mempelai pria.
"Maaf ya mama tidak tahu kalau kamu putri kandung bapak Akas , jadi tolong maafkan sikap buruk ku selama ini" ucap mama Arjun.
"Ma Anin bukan orang yang pendendam Jadi mama nggak pernah khawatir,iya gak nak Anin" sambung papa Arjun.
"Iya Om Anin sudah melupakannya" jawab ku seperlunya.
"Pa mah sudah malam Khalid sudah ngantuk aku akan mengantar mereka pulang dulu" ucap Arjun.
"hati-hati ya jun" ucap mama Arjun lembut.
"Mari Tante, Om ayo Khalid Salim dulu " dengan ogah-ogahan Khalid menyalami mereka.
"Maafkan orang tuaku ya Nin, pasti sekarang kamu ilfil sama aku, setelah tahu orang tuaku baik padamu hanya karena kamu putri bapak Akas dan salah satu pewaris perkebunan keluarga Wira" ucap Arjun.
Karena males aku menanggapi aku hanya tersenyum tipis,aku tahu selama ini Ayu dan Arjun tulus denganku tidak seperti mamanya dan sejak saat itu Arjuna tidak pernah komunikasi dengan ku lagi,aku pun juga cuek aja aku sadar dia malu dengan tingkah mamanya.
"ko bengong aja sih".
"Nggak lagi males aja udah ah aku mau pulang Udah sore, kamu sana pulang sebentar lagi Dito pasti ke sini aku nggak mau kalian berantem di sini" usirku pada Andreas jarak antara klinik dan rumahku tidak terlalu jauh cukup berjalan kaki 10 menit udah sampai.
"gw anter gw mau ketemu Khalid udah lama gak ketemu ".
"nggak kapok Lo terahkir ketemu kan kamu dicuekin,"
"gak lah siapa tahu habis sidang cerai gw bisa nikah sama lo"
"kita temenan aja deh, jangan lebih " Kataku sambil berjalan pulang.
__ADS_1
"gak usah gw jalan santai sambil olahraga "kataku saat melihat Andreas membuka pintu penumpang untuk ku.
"Ya udah aku temenin Kamu jalan biar mobilku di parkir di sini aja ntar kalau pulang tinggal jalan ke sini".
"Kamu nggak pulang ntar istrimu mencarimu".
"Istriku sibuk jalan sama pacarnya"
tin tin suara klakson mobil kencang seperti di sengaja membuat ku menghentikan langkah kakiku dan melihat pemilik mobil.
"Ayo Bunda pulang bareng aku" ucap Khalid yang kepalanya menyembul di balik kaca mobil Dito.
"Tidak sayang sebentar lagi udah nyampe itu sudah kelihatan rumah kita "
"kita duluan aja Khalid, Bundamu mau berduaan"kata Dito membuat Khalid segera keluar dari dalam mobil.
"Ayah duluan aja aku mau menemani Bunda" ucap Khalid yang sudah berjalan bersama Anin.
"kamu bisa langsung duluan atau pulang juga gak apa-apa " ucap Anin.
"Aku duluan aja"katanya dengan sinis.
"ko tumben Khalid bareng Ayah " biasanya Dito kerumah habis sholat magrib ini masih sore tumben udah pulang.
"Ayah semalam dah bilang mau menjemput ku , jadi aku bilang jadwalku hari ini sepulang sekolah langsung latihan taekwondo".
"oh pantes tidak minta jemput, Bunda kira mau main dulu"
"Ayah tidak balik ke kantor lagi kan" kata Khalid menghampiri Dito yang berdiri bersandar pada kap mobilnya.
"emang kenapa boy".
"boleh kita tidak pernah melakukan itu "
"Dito jangan bolos kerja hanya untuk menyenangkan Khalid, ingat tanggung jawabmu "tegur Anin.
"Nggak apa-apa demi Khalid, lagian ini permintaan pertama Khalid" ucap Dito.
" ok terserah kamu, kita pergi habis sholat magrib aja" Kataku langsung masuk meninggalkan mereka.
"Khalid masuk ganti baju istirahat ya "
"ok Ayah "
"Bukan kamu sudah menikah " selidik Dito.
"Iya emang masalah buat kamu , kamu aja dulu sudah menikah tapi masih jalan sama cewek lain " ucap Andreas.
"loo"geram Dito.
"Kenapa aku cuma berteman syukur kalau perasaanku terbalas dan Khalid merestui jadi kami bisa langsung menikah setelah status kami sama sama Single" ucap Andreas.
"Tapi sayang itu cuma dalam anganmu saja karena Khalid berharap kami rujuk".
"Oya apa kamu yakin Anin mau sama kamu lagi setelah tau kau dan Gisna pernah bersama " ucap Andreas meremehkan.
"KAU" kata Dito marah menarik Krah baju Andreas.
__ADS_1
"Apa, asal kamu tahu bekas Gisna yang menempel padamu tidak akan pernah hilang di memori Anin"
"kalian kalau mau ribut jangan disini bentar lagi magrib sebaiknya kalian pulang "usir Raihan,sambil berdiri di ambang pintu.
"Aku sholat disini "Kata mereka berdua.
"Ayo ke mushola,aku panggil Khalid" ucap Raihan, setelah Raihan masuk terdengar adzan Maghrib.
"Ayah ke mushola yuk " ajak Khalid pada Dito.
"Ayo boy, ayah ganti baju dulu ".
"Ayah bawa baju ganti "
"bawa di mobil " setelah mengganti baju atasan Dito berjalan berdua di depan dengan Khalid dan Andreas dibelakang dengan Raihan.
"sepertinya saingan mu tambah berat "kelekar Raihan.
"Aku gak tahu kenapa Khalid sekarang seperti menjauh dengan ku".
"bukan hanya dengan kamu dengan Arjuna juga "
"Oya kira kira kenapa, kamu tahu"
"Khalid tahu orang tuamu dan orang tua Arjun tidak suka dengan mamanya".
"mama lagi " terdengar hembusan nafas kasar Andreas.
"parahnya Mamamu mengatakan sesuatu yang membuat Khalid marah dan membenci kamu jadi aku sarankan sebelum kamu mendekati Anin,kamu dekati dulu Khalid"kata Raihan sambil menepuk pundak Andreas.
Setelah melakukan sholat berjamaah bersama Andreas kembali kerumah Anin dan pamit pulang
"mama ayoo " tok tok tok
"iya mama keluar "Anin mengunakan Dress sederhana tanpa lengan Warna putih dipadukan dengan stilleto shoes warna putih, menyesuaikan dengan Khalid yang menggunakan kemeja slim fit berlengan panjang yang di gulung bagian lengannya sebagian dengan warna putih di Padukan dengan celana chino nampak serasi dengan sang Bunda.
"ok boy kita berangkat "
"ayo Bunda "
"wah Ayah harus pulang dan ganti baju dulu kalau begini " karena saat ini Dito hanya menggunakan celana dinas warna coklat dengan atasan kemeja lengan pendek warna hitam dengan kaos coklat sebagai dalamnya yang kelihatan dari luar karena 2 kancing kemeja atasnya yang terbuka.
"Nggak usah ke lamaan keburu Khalid ngantuk "
"nggak apa-apa Bunda biar Ayah juga kelihatan keren kaya Khalid"
"besok kamu masih sekolah bunda tidak mau kamu susah di bangunkan gara gara tidur kemalaman ya"ucap Anin.
"ok nggak apa-apa sayang kita pergi sekarang " ucap Dito ahkirnya.
Dengan mengendarai mobil Dito mereka menuju sebuah restoran mewah di tengah kota, ini momen pertama buat Khalid makan dengan kedua orangtuanya nampak bocah itu sangat bahagia ,tidak ada cekcok antara Anin dan Dito mereka sama-sama membuat Khalid merasakan kebahagiaan keluarga yang utuh .
"Terimakasih untuk makan malamnya Khalid sangat bahagia " ucap Anin.
"Khalid juga putraku selayaknya aku membahagiakan dia ".
"wah sudah tidur "kata Anin saat melihat bangku penumpang di samping Dito.
__ADS_1
"biar aku yang gendong gak usah di bangunkan,kamu siapkan kamarnya saja" Anin hanya mengaguk dan melangkah masuk ke dalam rumah.