nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
40.Bertemu lagi


__ADS_3

"Ok sekarang kita waktu nya bersenang-senang,kita main sepuasnya hari ini" kata Dino


"Setuju "balas Dini, Dewi dan Khalid antusias.


"Komandan mau beli apa"tanya ajudanya.


"Kenapa ga mau nemenin saya kamu" ucap Dito.


"Bukan gitu baru juga sampai dari Jakarta, apa komandan tidak capek langsung kesini tidak istirahat dulu " ucapnya.


" Tidak cuma pingin beli beberapa baju sama sepatu emangnya ga boleh ".


"Boleh sih" jawabnya sambil tersenyum canggung.


" Ndan lihat wahana permainan itu" tunjuk ajudanya pada wahana permainan Timezone.


" Kenapa kamu mau bermain-main juga " ucap Dito tanpa menoleh kearah ajudanya.


"Is komandon bukan gitu lihat itu bukan adiknya komandan yang ketemu kita di rumah orang tua komandan tadi pagi ya" ucapan ajudanya seketika mengalihkan pandangan Dito beralih pada area time zone, nampak adiknya Dini sedang berjoget dengan teman wanita seumuran nya, tunggu bukan itu Dewi sepupu nya Anin sejak kapan mereka berdua saling akrab.


Dito mengedarkan pandangan ke sekeliling area bermain, nampak Adik laki laki nya sedang main balap MotoGP dengan itu bukan anak kecil yang kemarin, apa mereka saling kenal siapa anak itu, tanpa Dito sadari kaki nya melangkah mendekati mereka.


"Mau menyapa mereka komandan" teguran sang ajudan segera menyadarkannya dari lamunannya.


"Tidak usah kita ikutin dan awasi dari jauh aja aku penasaran siapa bocah itu" ucap Dito.


"kenapa penasaran ndan"


"Iptu Ayu dulu teman satu tim ku, terus kedua orang itu adik-adikku dan satunya adalah adik sepupu calon mantan istriku" sang ajudan hanya mengangguk-anggukkan kepala tanda dia mengerti.


Setiap pergerakan mereka berempat di wahana permainan Timezone selalu diawasi dari jauh oleh kedua orang bawah dan atasan itu.


"Komandan tidak jadi membeli baju dan sepatu baru" tanya ajudanya.


"Tidak aku lebih penasaran sama bocah itu, siapa bocah itu kemarin juga si Ayu sempat mencoba menyembunyikan nya waktu pertama kali kita berjumpa di polres " ucap Dito dengan pandangan tidak lepas dari mereka semua.


"NDan sepertinya mereka mau makan kita masih mau di sini ndan".


"Kamu lapar ,kalau kamu lapar ayo kita ke sana gabung sama mereka" ucap Dito yang di sambut antusias sama ajudanya.


"Siap laksanakan komandan dengan senang hati".


"kamu kalau urusan makanan nomor satu" cibir Dito.


"Kita makan dulu ayo kita makan di mana" ucap Dino.


"uncle Dino kita makan ayam tepung aja" usul Khalid.

__ADS_1


"Siap kapten aye aye"dengan menggendong Khalid Dino berjalan di depan di ikuti Dewi dan Dini di belakang nya.


"wah dah pinter ya jagoan makan sendiri"


"Iya dong aku kan laki laki dewasa"


ha ha ha sontak tawa orang dewasa di meja makan itu pecah, mendengar kata kata bocah yang baru genap lima tahun sebulan lalu dengan gaya cool ala laki laki dewasa.


"ekhm boleh gabung" ucap ajudanya Dito.


"Maaf kami lebih suka makan berempat" kata Dewi membuat sang ajudan yang minta ijin duduk dekat mereka jadi mati kutu.


"langsung duduk aja, ini tempat umum, siapa saja boleh duduk di sini " kata Dito sambil duduk tanpa peduli protes Dewi.


"aunty gak boleh begitu kata bunda harus sopan sama yang lebih tua "ucap Khalid.


"ha ha ha bener kata mu, dia emang orang tua makanya ingatan nya buruk " Dini dan Dino hanya terkekeh mendengar kata Dewi.


"silahkan paman duduk"


"wah pintar sekali ini adik kecil"kata Dito sambil mengacak-acak rambut Khalid.


"Aku bukan anak kecil aku lelaki dewasa" kata-kata yang keluar dari mulut kecil Khalid membuat Dito dan sang ajudan bengong dan membuat Dini ,Dewi dan Dino ketawa ngakak.


"TOS kapten" kata Dino.


"Ayo buruan makan terus kita pulang keburu malam" kata Dewi.


"Emang gak masalah paman,tapi angin malam masalah nya gak bagus buat kesehatan" lagi lagi Dito dan sang ajudan di buat kaget dengan cara anak kecil ini bicara udah kaya anak dewasa dan yang lain menahan tawa.


" Udah makan dengan tenang habis ini kita pulang"tanpa ada obrolan lagi mereka makan dengan tenang dan sampai selesai pun mereka pergi meninggalkan Dito seolah tak ada Dito di situ.


"Mbak waktu Kita makan tadi ketemu Mas Dito"kata Dini, Anin langsung menghentikan kegiatannya yang sedang mengupas buah.


"waktu kita makan Mas Dito menyamperin kami Mbak"kata Dewi


"Tapi dia tidak curiga apapun sih" kata Dino.


"Ini bukan pertemuan pertamanya tadi pagi mereka juga udah bertemu"kata wulan.


"Maksudnya gimana coba jelaskan secara detailnya"


"kata Ayu kemarin pagi Ayu ketemu Khalid di polres , tempat sekolah Khalid mengadakan kunjungan ke polres dan waktu makan siang Dito sempet nyamperin kami bersama cewek polwan yang namanya Indri" Anin hanya memejamkan mata mendengarkan penjelasan Wulan.


"Mungkin udah saatnya mereka bertemu biarkanlah air mengalir sesuai alurnya kita ikuti saja"jawab Anin tenang .


"Tadi ayah juga udah menghubungiku mas Dito ke rumah mau minta izin bertemu denganku untuk mengakhiri hubungan kami, dia minta kami bertemu dulu tapi ayah tidak memberikan izin " uca Anin.

__ADS_1


"Terus Mbak jawab apa" tanya Dini.


"Ya udah aku ikutin saja tidak mungkin kita akan terus begini kalau emang harus berakhir ya akhiri aja" jawab Anin.


"Dan mas Dito tidak akan pernah tahu keberadaan Khalid kalau k begini caranya " kata Dino.


"Aku tidak pernah menutupi keberadaan Khalid dia sendiri yang menjauh ,jadi biarlah waktu yang mau mempertemukan mereka dan waktu juga yang akan ngasih tahu siapa itu Khalid "ucap Anin


"Bunda Khalid ngantuk "


"ayo kita ganti baju dan gosok gigi"


"Bunda hari ini aku melihat ayah, tapi dia tidak mengenal ku" kata Khalid saat sudah berada di atas tempat tidur nya,Anin tidak menutupi keberadaan Dito.


"Khalid senang bisa melihat ayah secara langsung " tanya Anin.


"biasa aja "


"Khalid tidak memanggil nya ayah "


"tidak "


" kenapa "


"kalau aku panggil ayah dan tidak diakui gimana"


"oh ternyata anak bunda udah dewasa"kata Anin sambil memeluk putranya, padahal dalam hatinya Anin sangat sedih mendengar ayah dari anak nya tidak mengenali siapa putranya, Anin pernah dalam posisi ini tapi Anin waktu itu sudah remaja.


"Andreas ko ada disini" sapa Anin yang keluar dari mobil nya dan ketemu Andreas di parkiran sebuah cafe.


"Tadi pagi ada seminar di dekat sini dan sekarang ada janji sama temen lama,kalau kamu ada janji juga"


"sama ada janji dengan teman lama"


"Ayo kalau begitu kita masuk bareng"


"Itu teman ku udah pada nugu aku duluan ya,tar pulang nya nebeng ya aku mau ketemu Khalid " Anin hanya mengacungkan jempol nya tanda setuju.


"Kenapa kamu bisa di sini"tanya Dito pada Gisna yang tiba-tiba ikut masuk ke privat room yang dia pesan untuk bicara empat mata.


"Tadi aku melihat mu jadi aku hanya memastikan saja" ucap Gisna.


"komandan saya ke kamar kecil sebentar ya" Dito hanya mengagukan kepala, tapi begitu sang ajudan keluar Gisna yang tadi berdiri langsung duduk di pangkuannya Dito .


"Apa maumu" tanya Dito yang di jawab Gisna dengan ciuman panas, ciuman yang menggunakan lidah


menghisap dan Dito terbawa suasana hingga ikut mengeluarkan lidah nya ,satu sama lain saling menyelipkan lidah ke mulut Masing masing secara panas dan menuntut "

__ADS_1


cklek suara pintu dibuka membuat mereka berhenti dengan nafas yang masih memburu.


"kenapa tidak ketuk pintu sih"ketus Gisna.


__ADS_2