
Setelah memeriksakan kandungan ke spesialis kandungan kami sepakat langsung pulang.
"kamu tidak jadi berangkat ke UK"Dito tidak menjawab pertanyaan aku dia hanya diam.
"Diam mu berarti iya, kenapa kamu menggagalkan beasiswa mu, apa karena aku hamil "Dito tetap diam tak menjawab.
"kalau kamu diam berarti ia"
"kenapa anak ini harus hadir sekarang " gerutu ku lirih.
"kenapa kamu ngomong kayak gitu "
"kita menikah karena terpaksa, belum ada cinta di antara kita"
"apa masalah nya"
"karena aku mau anakku terlahir karena cinta"
"Apa maksud mu bilang begitu"
"Aku belum siap punya anak" lirih ku
"kenapa kamu bicara seperti itu"
"Aku tidak mau anakku di jadikan sebagai alasan buat kegagalan meraih cita-citamu,"lirih ku.
"Aku pernah berjanji jika aku punya anak ,aku akan memberikan kasih sayang kepada anakku dan anakku nomor satu melebihi apapun" ucap Dito .
"Kenapa harus ada anak diantara kita"
"Apa maksud kamu ngomong kayak gitu"ucap Dito marah sambil menatap tajam Anin.
"Diantara kita belum ada cinta aku nggak mau anak kita tumbuh di tengah-tengah orang tua yang tidak saling mencintai" kata ku lirih.
"Aku memang bodoh aku seorang dokter ,harusnya aku tahu resiko berhubungan badan tanpa pengaman "sambung Anin lagi.
" Jangan pernah sekali-sekali kau menggugurkan anak itu"
"siapa bilang yang mau menggugurkan anak ini"
"Kamu tidak bilang tapi caramu mengetahui kabar ini seperti yang kau tidak menerima kehadirannya"dengus Dito.
"kau tahu karena kehadiranku ayahku.."
"tidak perlu kau ceritakan Ayah udah menceritakan tentang masa lalunya.."kata Dita memotong ucapanku.
"APAPUN yang terjadi anak itu prioritasku buatku beasiswa tidak masalah aku bisa kuliah di sini tanpa beasiswa tapi anakku nomor satu"
"kita akan bicara itu nanti sekarang anter kan aku ke rumah sakit Aku ingin melihat kondisi ayah"
"apa sebaiknya kamu tidak pulang istirahat"
"Badan aku tidak merasakan sakit apa-apa Aku ingin melihat kondisi ayah"
"kita temuin Ayah kita lihat kondisi ayah tapi habis itu kamu pulang kamu harus banyak istirahat, ingat kata dokter kehamilan masih terlalu muda"
"aku juga tahu meskipun aku dokter jiwa aku juga tahu kalau kayak gini"dengusku.Sesampai di ruang perawatan Ayah, kulihat Ayah sedang bicara dengan seseorang ditelepon.
"jangan macam-macam kau Gisna kau hanya putriku, kau udah ku anggap sebagai putri tidak lebih jangan berharap apa apa kamu dariku"
"jika sampai terjadi apa dengan putriku aku tidak akan memaafkan mu" aku dan Dito saling memandang,apa menurut mu Kata ku pada Dito melalui isyarat mata.
"gw akan selidiki"bisik nya pada ku.
"assalamualaikum"
__ADS_1
"walaikumsalam" jawab ayah langsung mematikan ponselnya.
"kamu datang sayang ayo sini"kata ayah sambil menepuk sisi ranjangnya yang kosong.
"Ayah udah sehat gimana keadaan Ayah"
"ini kenapa keningmu terluka "
"biasa yah ada pasien ku tadi yang ngamuk di rumah sakit tadi "
" syukurlah ayah kira kenapa Napa"
"bukannya seharusnya sekarang kamu terbang ke UK "
"iya nih ya Dito membatalkan penerbangannya"
"kenapa dibatalkan kamu tidak menyesal melepas beasiswa ini"
"Ani hamil Ayah aku nggak tega meninggalkannya"
"bener sayang Kamu hamil ahkirnya nya Ayah punya cucu"
"berangkatlah ke UK kamu tidak perlu khawatir ayah akan menjaga istrimu"
"tapi yah "
"pikirkan lagi perkuliahannya masih mulai 2 minggu lagi kan masih ada waktu 2 minggu untuk terbang lagi ke UK "
"baik ya aku akan pikirkan ulang"
"sudah malam kalian habis istirahat"
"Anin mau nemenin ayah di rumah sakit"
"Ayah sehat Anin Ayah masih bisa jalan ke kamar mandi tidak perlu dijagain"
"tapi aku mau disini sama ayah Dito"
"baiklah aku yang pulang juga baik-baik dirimu" Setelah kepergian Dito.
"Apa yang menyebabkan ayah kena serangan jantung, cerita ayah aku tahu sebelum kena serangan jantung Ayah menerima telepon dari gisna"
"Gisna mengetahui tentang status pernikahan siri Ayah dengan bundamu sebelum masuk,"kata ayah lesu,
"Dan dia mengancam ayah"
"Ayah tidak tahu dari mana Gisna dapat bukti-bukti foto-foto pernikahan Ayah dulu"Kata Setelah menggunakan kepala.
"apa di mau perempuan itu "
"dia ingin menikah denga ayah "
"gila, umur ayah dan Gisna beda dua puluh tahun "
"buat ayah ga masalah asalkan dia tidak berbuat yang aneh aneh pada mu, ayah tidak menyangka dia lebih gila dari mama nya "
"Aku tidak mau ayah menikah dengan Gisna "
"karirmu taruhannya sayang"
"aku ga peduli karir ku, jika ayah menikah harus karena kemauan dari hati ayah bukan paksaan gisna"
"Bukannya kamu menikah dengan Dito juga demi karir ayah, ayah sudah tau pernikahan sirih kalian waktu jadi relawan "
"maiaf kan aku ayah,"Kata ku lirih, malam ini aku mencari kelemahan gisna di dunia Maya dengan menggunakan sedikit kecurangan aku hack ponsel gisna disana aku melihat ada foto syur gisna dengan beberapa fotografer nya,juga ada beberapa orang yang setelah aku cek adalah pemilik dari agensi model yang menaunginya.
__ADS_1
"Ayah udah boleh pulang tapi ayah tidak bisa mendengar kabar yang kurang baik" kata ku pada Dito pagi ini,
"Baiklah aku akan segera urus administrasi biar ayah bisa istirahat di rumah "
"terimakasih " sepulang dari rumah sakit, aku tidak pulang melainkan menemui Gisna di apartemen nya.
"appa apaan ini"marah Gisna saat dia membuka pintu aku melempar kan beberapa foto tak senonoh nya.
"itu hanya foto,aku menyimpan video aslinya "
"kau mengancam ku"
"Aku hanya melakukan apa yang kau lakukan,kau mengancam ayah aku juga bisa mengancam balik kamu"
"apa kau kira aku takut aku tidak peduli "
"mungkin kamu tidak peduli tapi pasangan mu dalam adegan itu yang peduli, pasti nya mereka akan peduli karena mereka hanya mencintai keluarga mereka "
"kau "Gisna yang marah mendorong ku karena tidak siap dengan situasi ini aku tersungkur kebelakang.
"ahhh" Gisna yang takut melihat ku terjatuh langsung menutup pintu, saat aku berusaha bangun aku merasakan nyeri di perut ku, mungkin karena dorongan yang kencang kebelakang sampai aku membentur pintu kamar apartemen di depan kamar Gisna tepat hingga membuat pemilik apartemen membuka pintu saat gisna sudah menutup pintu.
"Mbak mbak eh dokter Anin"sapa Indri ternyata ini apartemen Indri kata ku dalam hati.
"tolong bawa aku ke rumah sakit"
"Ba baik Mbak"aku berusaha menjaga kesadaran ku agar tetap sadar tapi ternyata susah mata ku terasa sangat berat hingga aku kehilangan kesadaran.
"eghh"
"sudah sadar kamu , kemarin ayah mu dan baru pulang tadi pagi sekarang kamu" tanya pria berprofesi dokter.
"Allhamdullilah bagaimana kandungan ku"
"bersyukur cepat di bawah kesini jadi segera dapat penanganan dengan cepat "
BRAAAK suara pintu dibuka dari luar, nampak Dito datang dengan raut muka merah padam menahan amarah di belakang ada Indri.
"Sungguh terlalu kamu aku bilang istirahat di rumah kandungan mu lemah, kenapa tetap ngotot bertemu Gisna HAH" bentak Dito dengan tangan mengepal kuat.
"Maaf aku hanya ingin segera menyelesaikan masalahku"
"Masalah mu kata mu, masalah mu membahayakan anak ku, aku tahu kita belum ada rasa cinta tapi bukan berati kau korbankan anak ku, anak ku tak tau apa pun sungguh kau tega aku kecewa padamu "
BRAAAK suara pintu dibanting.
"Indri tolong jelaskan "
"aku tadi menghubungi bang Dito bahwa dokter Anin, di larikan ke rumah sakit, dan waktu dia bertanya pada aku ,aku cerita saat aku mendengar suara benturan pintu aku keluar dan menemukan dokter di bawah pintu apartemen ku, dan saat di bawa kerumah sakit ada darah yang mengalir dari kaki dokter" aku hanya memejamkan mata setelah Indri selesai bercerita jadi dia menduga aku keguguran makanya dia marah pada ku, kata ku dalam hati.
"terima kasih Indri kamu bisa pergi"
"kenapa kamu tidak meluruskan ke salah paham kalian "
"Tidak perlu aku minta tolong sebagai teman bukan sebagai pasien "
"apa "
"Rahasia kan kehamilan ku"
"kenapa kamu berantem apa ada hubungan dengan ucapan suami mu tadi mengenai belum ada nya cinta di antara kalian "
"bukan,biar dia bisa melanjutkan cita-cita nya untuk meneruskan S2 ke UK '"
"maksudnya "
__ADS_1
"harus nya waktu ayah masuk ke rumah sakit kemarin dia berangkat ke UK, tapi karena tau aku hamil dia berencana membatalkan beasiswa nya.