nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
56.Khalid kangen Ayah


__ADS_3

"pagi Bunda "


"pagi sayang mau sarapan apa"


"apa aja masakan Bunda Khalid akan makan" hari ini hari pertama Khalid masuk sekolah di sekolah yang baru, sesuai rencana setelah kenaikan kelas Anin langsung mengurus surat perpindahan sekolah Khalid .


"Di sekolah yang baru semoga dapat teman-teman yang lebih baik dan tambah rajin belajar tambah semangat"


"semangat semangat semangat"sambung Anin lagi saat melihat putranya yang tampak loyo.


"kenapa dari tadi diam ada yang kurang"


"Khalid rindu Ayah " hah baru bisa seminggu dengan Dito,Khalid udah mencari ini nih efek tinggal bersama jadi lebih akrab jadi susah dipisahkan kata Anin dalam hati.


"sekarang sekolah dulu nanti malam kita video call sama Ayah "


"bener Bunda" Anin lantas mengangguk dan kelihatan muka Khalid yang langsung berseri-seri. Apa segitu kangennya dia sama ayahnya, hah pertanyaan dia aja belum aku kasih jawaban sampai sekarang Tetang aku dan Ayahnya apa masih bisa bersama . Seperti biasa sehabis mengantarkan Khalid ke sekolah Anin langsung berangkat ke rumah sakit,


"pagi dokter Anin"


"pagi sus" jawab Anin ramah sambil berjalan ke ruangannya sebuah ruang bertuliskan KEPALA BIDANG PELAYANAN.


"lagi sibuk nggak" sapa Tante Gita,yang sudah berdiri di pintu ruanganku .


"nggak Tante masuk aja"


"gimana kuliah mu ada kendala "


"kendala nya adalah waktu Aku tante, aku belum bisa bagi waktu ku ,waktu buat belajar, waktu bekerja di rumah sakit dan waktu buat Khalid" karena tuntutan pekerjaan mengharuskanku mengambil Magister Manajemen Rumah Sakit aku harus belajar Administrasi Rumah Sakit.


"yang sabar pelan-pelan nanti juga bisa menyesuaikan apalagi Tante percaya kemampuanmu bisa diandalkan"


"tante terlalu memuji"


"bukan menguji ayahmu waktu muda aja bisa menjadi mahasiswa double degree , dan kamu lagi sebelum jadi mahasiswa Kedokteran juga sempat jadi mahasiswa teknik informatika meski tidak sampai dapat gelar sarjana "


"haha tante bikin malu saja,"


"kenapa mesti malu"


"ya malu lah tante mahasiswa DO , gimana sih "


"hahaha DO itu kan pilihanmu yang tidak mau mengerjakan skripsi , yang saat itu sibuk menjalani caos "


"Hahaha demi gelar ke dokter"


"kalau perlu bantuan bilang tante, "


"kenapa tidak Dewi saja sih yang menempati posisi ini dia kan sarjana menajemen jadi lebih memahami karena sudah punya dasar tidak seperti diriku yang tidak punya dasar sama sekali "


"ntar Dewi akan membantu kamu, justru karena kamu tidak punya dasar makanya perlu belajar"


"jujur te aku lebih suka di perkebunan"


"karena ada mantan suamimu di sana "


"nggak ada hunganya tante jauh sebelum dia pindah ke sana kan aku juga udah di sana dari habis melahirkan Khalid"sewot Anin.

__ADS_1


"hahaha sensi amat sih kalau bahas mantan suami"


🎼🎼 Wulan Calling


"halo assalamualaikum"


"walaikumsalam Maaf mbak mengganggu waktunya, ini Ayah udah 3 hari sakit tapi tidak mau dibawa ke rumah sakit tolong ya Mbak dirayu mbak kan kalau sama mbak nurut"


" baik habis ini aku langsung telepon ayah"


"assalamualaikum makasih Mbak"


"waalaikumsalam terima kasih udah memberi mbak kabar "


"siapa "


"Wulan bilang Ayah sudah sakit 3 hari tapi tidak mau berobat "


"sebaiknya sekarang kamu telepon ayahmu Mbak juga mau mendengar alasannya apa kenapa tidak mau berobat" Setelahnya aku langsung hubungi Ayah dan ayah beralasan dia tidak sakit apa-apa hanya sedikit jenuh biasanya dia banyak kerja sekarang hanya memantau perkebunan, akhirnya setelah kami ngobrol bertiga Ayah setuju kembali ke Jakarta membantu mengurus manajemen rumah sakit dan aku hanya fokus kuliah magister aku dan mengurusi Khalid.


"oh ya Ayah lagi di Jakarta kapan ayah menemuiku dan Bunda"suara Khalid sayup-sayup kudengar saat aku memasuki rumah sepulang dari kampus.


"itu bunda sudah datang ayah" teriak Khalid saat melihatku masuk ke dalam kamarnya.


"Bunda ayah mau ke sini boleh" tanyanya dengan mata berbinar dan muka berseri-seri, sebegitu hebat kah efek dari ayahnya meski mereka bertemu dan saling mengenal bulan terlalu lama.


"boleh sayang silakan Bunda mau ke kamar bunda dulu kamu jangan bobok malam-malam ya"


"oke Bunda"


Apa besok aku harus menghindar lagi tapi buat apa aku menghindar dan sampai kapan aku menghindar dari dia monolog ku .


"Bunda besok pagi aku sekolah diantar Ayah Bunda tidak perlu repot mengantarku ke sekolah"


"ayahmu tidak kerja besok"


"ayah besok pagi ada urusan di Jakarta berangkat sekarang dari Bandung"


"ini sudah pukul 10.00 malam kamu kok belum tidur"


"Khalid haus habis ngobrol Sama Ayah "


"sekarang sudah jam 10.00 malam dan ayah masih dalam perjalanan ke sini"


"tadi sih bilangnya mau berangkat jadi belum berangkat"


"Ya udah sudah malam sekarang waktunya Khalid tidur"


"ok Bunda , selamat malam Bunda " kata Khalid tidak lupa mencium pipiku sebelum masuk kamar.


"assalamualaikum jagoan udah siap mau berangkat sekolah sekarang " banyak Dito yang melihat Khalid sedang sarapan sendirian di meja makan.


" waalaikumsalam ayah, Ayah baru datang ayo sarapan dulu bunda udah masak nasi goreng seafood kesukaan kita berdua"


"hahaha kamu kok tahu nasi goreng seafood kesukaan ayah"


"Kata nenek dan kakek " Dito tadi sempat senang saat Khalid mengatakan nasi goreng seafood kesukaannya ,dia sempat berpikir Anin masih mengingat kesukaannya tapi saat Khalid menjawab Kata nenek dan kakek dia jadi sadar harapannya sangat kecil untuk mendapatkan hati ibunda dari anaknya.

__ADS_1


"kamu kok sarapan sendiri ke mana Bunda"


"tadi sehabis menyiapkan sarapan buatku Bunda bilang mau yoga dulu di belakang , Ayah tidak mau sarapan"


"mau tapi ayah mau nemui Bundamu sebentar boleh"


"boleh "


"kalau begitu ayah ke belakang dulu ya" Dito berjalan ke taman belakang di sana tampak Anin sedang memperagakan gerakan yoga Parvatasana (Pose Gunung) mengakat pinggul ke udara sampai tubuh membentuk segitiga. Kaki dan tangan harus lurus.


"sial "umpat Dito sambil berjalan pergi meninggalkan Anin, melihat pakaian Anin yang hanya menggunakan sport bra dan Celana Pendek Hotpants membuat sisi pemangsanya yang sudah tidur begitu lama langsung terbangun, dari pada dia mendekat dan tidak bisa mengendalikan diri lebih baik dia menjauh.


"kok cepat sekali sih ya udah bicaranya"


"nggak jadi sepertinya Bunda lagi konsentrasi tidak enak jika mengganggunya" kata Dito sambil mengambil sarapan buat dirinya.


"Aku udah selesai sarapannya mau ngambil tas sekolahku dulu "


"hmm"jawab Dito sambil mengunyah sarapannya.


"sayang kok belum berangkat apa Ayahmu belum datang" kata Anin sambil berjalan kearah kulkas tanpa melihat siapa yang duduk di meja makan.


Sedang Dito yang melihat Anin berjalan dengan santainya hanya memejamkan mata dan mengatur nafas.


" ko ada kamu kapan datangnya" kata Anin santai saat mengetahui keberadaan Dito.


"Kamu sengaja ingin menggodaku" Kata Dito yang sudah berdiri di depan Anin hanya berjarak satu langkah .


"siapa yang menggodamu gila kamu" kata Anin sambil melangkah maju mendekat.


"astaghfirullahaladzim"teriak bibi yang bekerja di rumah Anin saat melihat posisi Anin dan Dito yang dari belakang terlihat seperti berciuman.


"bibi "teriak Anin kaget dan langsung mendorong tubuh Dito.


"halo perkenalkan saya ayah Khalid dan juga calon suami Anin"


"jangan ada-ada deh kamu"


"lebih baik segera menikah daripada berbuat zina non"


"Aku tidak berbuat zina Bi sungguh"


"tapi yang bibi lihat tadi"


"yang bibi lihat bukan seperti yang bibi pikirkan"


"nggak usah berbohong udah besok aku akan bilang Ayah biar kita segera dinikahkan"


"Dito tolong jangan bikin ke masalah kalau Ayah dengar kita bisa dinikahkan beneran"


"bagus itu "


"Ayah aku siap berangkat ayo" kata Khalid menghentikan perdebatan mereka.


"Aku akan segera melamarmu" bisik Dito sebelum meninggalkan angin.


Anin yang kesal hanya bisa menghantarkan kakinya dan berjalan ke arah kamar.

__ADS_1


__ADS_2