nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
50.Aku punya anak


__ADS_3

"Khalid makan yang banyak biar cepat gede ntar kalau gede biar bisa menjaga Bunda"kata papa Dito


"Ok opa" suasana meja makan yang hangat antara papa dan Mama Dito serta adiknya dan Khalid, membuat Dito merindukan suasana yang seperti ini sudah lama dia tidak merasakan namanya maka bersama sambil mengobrol.


"Khalid boleh aku bertanya siapa nama ayah Khalid"tanya Dino tiba-tiba.


"Ferdito Arya Mahardika."jantung Dito berdetak dengan kencang mendengar mulut Khalid menyebut namanya dan sukses membuat semua yang ada di kaget mendengarnya.


"Jadi kamu tahu siapa ayahmu"tanya opa.


"Tahu waktu Khalid bertanya bunda akan menjawab semua pertanyaan yang Khalid ingin tahu"jawab tenang padahal jawabannya membuat suasana menjadi hening.


"Apa kamu juga tahu orang nya yang mana " tanya Dino penasaran yang dijawab dengan anggukan kepala.


"Mana orang nya "tanya Dini menyelidik, yang di jawab dengan tunjukkan tangan Khalid.


"Jadi kamu sudah tahu aku ayah kandung mu,kenapa tidak pernah mau memanggil Ayah nak" Kata Dito yang sudah berjongkok di samping Khalid.


"kata papa Dewa Ayah tidak tahu tentang keberadaan ku jadi kalau sampai ntar Ayah tahu, Ayah bisa marah sama Bunda karena menyembunyikan keberadaan ku" jawabannya membuat semua yang mendengar menghela nafas.


"Oh pintar sekali keponakan aunty " kata Dini yang sudah mendekat dan langsung mencium pipi Khalid gemes.


"Aku bukan anak kecil aku nggak mau dicium" protes Khalid dan menghapus bekas ciuman Dini.


"Apa kamu mau memanggilku ayah" tanya Dito.


"Mau asal jangan marah sama Bunda".


" Tentu Ayah berjanji tidak akan pernah marah sama bunda ini, karena ini memang salah ayah" ucap Dito menenangkan sang anak.


Dito merasa sangat bahagia sejak tahu kalau sudah mempunyai seorang Putra yang sangat menggemaskan dan gak menolak keberadaannya serta sudah memanggilnya ayah, suasana meja makan terasa haru kedua orang tua Dito tersenyum bahagia akhirnya anak mereka mengetahui keberadaan cucunya.


"Aku meminta kalian berkumpul di sini karena ada yang mau aku sampaikan" kata Akas Ayah Anin di depan istri dan anaknya.


" Serius amat kaya mau ngasih wasiat aja " celetuk Angga, yang juga duduk di situ.


"Setelah pensiun ayah akan menetap di perkebunan semua aset papa rumah dan mobil mungkin sebagian akan papa jual, terus untuk usaha bengkelku Aku pasrahkan pada Satria hasilnya kamu bagi dengan ibu dengan kakak kamu, untuk saham di rumah sakit sudah aku alih namakan atas nama Anin semua dan semua aset dari keluarga Wira juga aku pindahkan atas nama Khalid, selama Khalid belum cukup umur kamu sebagai ibunya harus mengatur nya" ucap Akas.


"kenapa Ayah bahas kayak beginian sih" keluh Anin.


"Karena Ayah mau santai di hari tua ayah, ayah akan mengurus perkebunan dan tinggal di perkebunan setelah ini" ucap Akas


"Bukannya masa jabatanmu belum habis ya Mas masih sekitar 2 3 bulan lagi"ucap Angga yang ikut mendengarkan.


"karena itu karena perkebunan udah kondusif Aku mau Anin membantu Gita mengurus rumah sakit mengingat Dewa lebih memilih mengelolah usaha papanya dan Dewi masih sibuk dengan s2-nya".

__ADS_1


"Ayah aku rasa mengingat Mbak Wulan sudah menjadi tanggungan AA Raihan biar mama menjadi tanggungan ku dan masalah bengkel Ayah aku akan bantu urus dan hasilnya itu biar menjadi hak mbak Anin" kata Satrya.


"Benar aku setuju kalau begitu"suara mama Wulan dan Wulan menyetujui saran Satria.


"karena Mbak Anin aku terbebas dari rumah sakit jiwa karang salah pergaulanku, karena Mbak Anin aku bisa ketemu dengan AA Rehan dan bisa menempuh hidup baru ,karena Ayah Satria bisa menjadi orang yang sukses bisa membanggakan aku dan mama itu udah cukup buat kami" ucap Wulan.


"Assalamualaikum" suara Khalid masuk rumah membuat kami mengalihkan perhatian kami ke pintu masuk rumah, tapi seketika menjadi tegang saat Khalid berjalan bergandengan tangan dengan Dito.


"waalaikumsalam warahmatullahi"


"Gimana kabarnya lama gak lihat "Kata Om Angga saat berjabat tangan dengan Dito.


"Baik Om ,Om sendiri gimana kabarnya"


"Alhamdulillah sehat"


"Ayah ayo ikut aku , katanya mau lihat kamarku "kata-kata Khalid yang memanggil Dito Ayah membuat kami semua kaget. Tanpa memperdulikan kami yang kaget dengan panggilan Khalid kepadanya ,dia melangkah santai masuk kamar Khalid setelah meminta izin sama ayah.


"Sejak kapan dia memanggilmu ayah"kataku begitu melihat Dito turun dari tangga.


"kamu tidak bertanya bagaimana aku bisa tahu"tanya Dito balik.


"Aku tidak mau tahu bagaimana kamu tahu seperti dulu kamu juga tidak mau tahu keadaanku" ucap Anin kesal.


"oke aku salah marah-marah tanpa melihat kondisimu saat itu "ucap Dito lirih.


"Bukannya kamu dulu minta bercerai denganku karena sudah ada orang lain di hatimu"


"Bukan urusanmu sebaiknya kamu segera pulang" usir Anin.


"sekarang urusanku juga karena ada Khalid diantara kita " ucap Dito membuat Anin geram.


"ha ha lucu kamu, yang ada hubungan dengan mu adalah Khalid bukan aku " ketus Anin.


"Tolong sekarang segera pergi jangan buat keributan keluarga besar ku sedang berkumpul di sini".


"Bagus sudah lama aku tidak menyapa mereka"Kata Dito santai dan berjalan masuk ke ruang tengah yang masih rame pada ngumpul di sana.


"Mbak tidak apa apa "suara Satria yang tiba-tiba duduk di sampingku , setelah Dito menuju ruang tengah di mana semua keluargaku masih berkumpul, aku menuju dapur untuk mengambil air minum untuk mendinginkan pikiran dan perasaanku.


"Tidak apa-apa ini baru permulaan sepertinya hari-hariku setelah ini akan tambah berat Setelah dia tahu keberadaan Khalid"


"Apa mbak perlu bantuan aku siap membantu apapun yang mbak butuhkan"


"Terima kasih kamu emang adikku yang paling perhatian"

__ADS_1


"Bisakah Mbak tidak mengagap ku adik sambung ,bisakah mbak menganggap sebagai laki-laki dewasa" kata-kata Satria membuatku sangat terkejut.


Plakk suara tamparan di pipi membuat gelas yang di samping ku spontan kesenggol dan terjatuh Prang


"kurang ajar kamu ,kamu tidak tahu terima kasih, kamu tidak tahu di untung apa kamu tidak sadar posisimu janga bikin mama malu "iya tadi yang


menampar pipi satria adalah mama nya sendiri dan kata-kata yang terucap barusan juga keluar dari mulut namanya Satria.


"Maaf putra mama Anin" kata mama Wulan langsung masuk ke dalam kamar nya.


"Ada apa dengan mama Satria ,kenapa mama menampar mu dan marah pada mu" ucap Wulan yang juga baru masuk.


"Tidak terjadi apa-apa ayo kembali ke ruang tengah kita ngobrol lagi"Aku berusaha mencarikan suasana, akhirnya kami kembali ke ruang tengah dan bercanda seperti tidak terjadi apa-apa sampai siang terdengar adzan dhuhur kami bubar untuk melaksanakan kewajiban masing-masing.


"Aku akan pulang tapi aku pastikan aku akan mendapatkan Khalid kalau perlu kita bisa kembali memulai dari awal " ucap Dito.


"Gila," umpatku sambil masuk meninggalkannya yang masih di teras rumah.


"Setelah Ayah resmi pensiun Aku akan segera membantu anty Gita mengurus rumah sakit" ucapku.


"Bagus papa setuju dengan rencanamu"


"Gimana Khalid" tanya Wulan.


"Jangan paksa dia biarkan dia memilih mau di mana ikut bundanya atau mau tetap di sini ada kakeknya ini yang menjaganya" kata ayah Anin.


"Baik nanti Anin tanyakan padanya ayah"kejadian penamparan Satria tidak terlalu berpengaruh, karena sepertinya mereka semua tidak tahu kenapa Mama Wulan menampar putra kesayangan nya itu Satria.


tok tok


" Masuk tan"kataku setelah membukakan pintu kamarku.


"Anin maafkan anak ibu ya" ucap mama Wulan dan Satrya.


"buat "


"karena udah lancang punya perasaan kepadamu"


"Tidak apa-apa tante itu normal Satria udah dewasa mungkin perasaannya hanya kagum sesaat suatu saat juga akan hilang Tante nggak perlu khawatir"kataku sambil menggenggam tangannya.


"Terima kasih kamu tidak marah pada anak ibu "


"Sejak mengenalnya Satria sudah seperti adikku sendiri tante tahu aku anak tunggal jadi satria dan Wulan udah aku anggap sebagai adikku".


"Terimakasih "katanya sambil memelukku.

__ADS_1


"Aku juga terima kasih karena tante bersedia menemani ayahku"


__ADS_2