
Hari ini diadakan ajaran syukuran atas kepulangan Ayah dari rumah sakit dengan mengundang beberapa anak yatim piatu, serta berkumpulnya semua saudara ayah.
"kamu udah menikah tapi kok kalian tinggalnya masih tidak Satu atap Dito di mana Kamu di mana" kata Tante Gita.
"hehe masih canggung te"Jawab Anin di depan semua keluarga yang lagi ngobrol santai selepas acara pengajian.
"ya kalau kamu tidak serumah tetap akan canggung mulailah belajar menerima , saat kau memutuskan untuk menikah dengannya berarti itu pilihanmu meskipun dasarnya bukan cinta kamu harus bertanggung jawab dengan pilihanmu"
"jadikanlah kegagalan pernikahan pertamamu sebagai pelajaran untuk tidak kalian ulangi lagi"
"Iya aunty "
"kenapa kamu yu ko pucat begitu" tanya Tante Gita pada Ayu menantunya,saat Ayu keluar dari kamar mandi di lantai bawah dekat dengan dapur.
"Asam lambungku naik mah kayanya tadi pagi mual-mual"
"udah kamu periksa "
"belum sih ntar aja sekalian pulang beli obat ke apotek emang suka begini kalau asam lambung lagi naik"
"bukan karena hamil" tanya aunty Lily.
"kata juga sih tan belum pernah aku cek soalnya"
"coba aja kamu cek terus gimana dengan datang bulan mu"
"Bulan kemarin aku telat datang bulan seminggu aku cek nggak hamil ya mungkin sekarang juga sama emang datang bulanku suka telat "
"Dewa sini deh " teriak Tante Gita.
"apa sih mah teriak-teriak banyak orang juga bikin malu aku aja kayak aku anak kecil" gerutu Dewa yang baru datang.
"Itu ambil peralatan periksa mama atau punya Anin yang ada di ruang kerja mas Akas " perintah Tante Gita.
"siapa emangnya yang sakit"
"istrimu muntah-muntah katanya cuma asam lambung yang naik tapi kan kita perlu memastikan nya biar tidak salah minum obat"
"kamu sakit yang kok nggak bilang dari pagi kalau nggak enak badan"
"udah sono ambil peralatan medis nya biar kita tahu istrimu kenapa ".
Setelah 10 menit barulah Dewa datang dengan peralatan medis diikutin Dewi yang berjalan di belakangnya.
" Gimana ma hasilnya"tanya Dewa penasaran.
"sebaiknya kalian beli taspek aja atau langsung ke dokter kandungan untuk memastikan "
"jadi beneran aku mau jadi papa ma"
"lebih akurat ke dokter kandungan aja".
"Ayo yang kita pergi periksa kehamilan sekarang"
__ADS_1
" buat janji dulu dokternya ada gak jangan langsung datang ini hari Minggu, begok " omel Dewi pada kakaknya.
"begitu ya"
"iyalah ada prosedurnya ini hari Minggu entar kamu ke rumah sakit cuma ada dokter jaga sama aja kaya mama dokter umum,"omel Dewi sang adik.
"itu Dewa mau jadi papa aku mau jadi nenek kamu nggak mau ngasih adik buat Khalid" bisik Tante Gita padaku aku tak menjawab pura pura ga denger sibuk makan puding buahku.
“Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih”. kelekar aunty Lily
"Kamu ngomong apa sih " tanya Tante Gita yang tidak tahu arti ucapan aunty Lily.
"Tante Lily ledek mama artinya kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih.
"aunty sama keponakan sama sama gila"kesel Tante Gita sambil memukul lenganku sebelum pergi membuat aku dan aunty ketawa sepeninggal nya.
Senin ini aku pertama kali menemani Dito di acara kantor kenaikan pangkatnya,kalau dulu setelah menikah Dito langsung melanjutkan pendidikan ke UK dilajutkan mengikuti pertukaran studi banding kerja selama 6 bulan dan karena hubungan kami yang tidak baik Dito selalu bisa beralasan hingga tak mempermasalahkan nya,beda sekarang aku harus mengikuti semua kegiatannya bahkan aku dulu selalu absen kegiatan Bayangkari sekarang bener bener total mengikuti semua kegiatan Bayangkari.
"Jadi di kamu istrinya AKBP Ferdito yang sudah dicerai dan nikahin lagi" kata ibu Kapolda.
"iya Bu " jawabku berusaha dengan senyum yang sopan dan ramah.
" Sekarang harus sering datang ke acara dan kegiatan Bhayangkari jangan absen terus kayak dulu, harus bisa menjadi contoh yang baik mengingat sekarang jabatan suami menjadi wakapolda "
"baik ibu "
"Kalian udah rujuk pertahankan pernikahan kalian jangan ada masalah dikit cerai "
"iya bu" setelahnya ibu Kapolda pergi menghampiri suaminya.
"iya saya Anin"
"saya Puji istri AKP Denis dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)"
"salam kenal mohon bimbingan nya "
"ah ibu bisa aja"
"Wajar kan saya orang baru di Bayangkari meski dulu pernah menikah dengan AKBP Ferdito"
"Berati kita sama sama belajar bu,saya juga masih perlu banyak belajar "
Setelah acara pengangkatan Kapolda dan Wakapolda dan pengambilan sumpah kamu beramah-tamah ,
"Aku bukan anak TK yang bakal hilang di keramaian nggak perlu digandeng terus " bisik Anin.
" Apa kamu gak lihat itu Arjuna mu dari tadi melirik kesini "
"hmm" aku hanya bisa menarik nafas melihat tingkah kekanak-kanakannya jika cemburu.
"Selamat atas jabatan baru dan istrinya "ucap Arjuna.
"terima kasih" kata Dito sambil menarik Anin hingga menempel pada dirinya.
__ADS_1
"nggak usah kekanakan deh aku sudah memilihmu gak usah aneh-aneh " bisikku sambil mencubit pinggangnya.
"hehe dia belum bisa move on dari kamu makanya nikahnya gagal "
"nggak usah sok tahu, terus kegagalan kita karena apa kamu gak bisa move on juga "
"Kalau aku nggak bisa move on dari kamu makanya setelah cerai dari kamu nggak bisa melirik yang lain"
"Rasah sok romantis, nek akhire mung tragis. Mending seng humoris tapi akhire manis."(Nggak perlu romantis, kalau akhirnya hanya tragis. Mending yang humoris tapi akhirnya manis)" kata Anin sambil berjalan menuju meja prasmanan yang berisi makanan.
"aku kok nggak diambilkan sih dek"
"ambil sendiri gak usah sok manja "kata Anil sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
" Mas Dito mau makan mau aku ambilin" kata Indri, Sejak kapan Indri memanggil Dito dengan sebutan Mas kata Anin dalam hati.
"oh tidak usah saya bisa ambil sendiri terima kasih" kata Dito sambil berdiri mengambil makanan buat dirinya sendiri.
"yang namanya suami itu minta dilayani Masa mau menikah nggak mau melayani suaminya" kata Indri pada Anin yang tidak di tanggapi oleh Anin.
"kamu ya diajak ngobrol tidak bisa menghormati lawan bicaramu"
"kamu mengajak ngobrol aku" kata Anin sambil menunjukkan tangannya ke diri sendiri.
" Ya iyalah di meja ini cuma ada Aku ,kamu dan Mas Dito sedang Mas Dito udah pergi".
"Dia suamiku terserah aku dong mau melayani dia atau tidak salama dia tidak protes tidak marah kenapa kamu yang sewot" kata Anin judes.
"kamu lupa nggak bawa minum kan ini aku ambilkan minum"
"terima kasih "kataku manis sambil melirik ke arah Indri.
"mas Dito sudah rujuk sama Mbak Ani kok nggak cerita ke mami"
"aku udah beritahu mami lewat sambungan telepon karena pernikahan kami mendadak Jadi kami maklum lagian mami baru di luar negeri ntar kalau udah pulang baru ku ajak ketemu mami" jelas Dito, membuatku tersenyum sinis pada Indri.
"aku dengar-dengar ibu Kapolda sama mamamu bersaudara ya"
"iya Mas Ibu Kapolda adalah adik dari mamaku "
"oh pantes kamu bisa menghadiri acara ini padahal kan dinas mu bukan di area sini"
"iya aku diundang mereka aku sudah seperti anak mereka , maklum mereka belum mempunyai anak meski udah 20 tahun menikah"
" umurmu kan sudah 30 tahun sudah saatnya mencari pendamping jangan berharap padaku aku udah menikah lagi dan sekarang mempunyai anak dan istri" Indri hanya diam mendengar nasehat Dito.
"Kompol Arjun sepertinya juga lagi mencari istri kalian sama-sama single siapa tahu cocok" Kata Dito membuatku dan Indri tersedak secara bersamaan.
"minum, kenapa emang salah kata-kataku" kata Dito sambil mengasih air minum padaku.
"nggak salah ,maaf permisi aku mau menemui tante dulu" ucap Indri sebelum meninggalkan meja kami.
"kamu kok kepikiran menjodohkan Indri dengan Arjun" tanyaku.
__ADS_1
"nggak tahu pas ngelihat Arjun sekilas boleh juga wajahnya daripada Indri menggangguku dan Arjun mengganggumu kenapa mereka tidak menikah aja"
"hahaha dasar modus "kelekar ku.