
Anin tidak tahu harus memilih siapa mungkin jika pilihan di serahkan kepada Khalid, pasti bocah itu akan memilih Dito masalah nya Anin sudah terlanjur terluka oleh Ayah kandung putranya tersebut.
"Ayah " panggil Anin sambil membuka pintu ruang kerja Ayahnya, berniat menunggu ayahnya yang mungkin sedang ada keperluan diluar Anin duduk di meja kerja ayahnya sambil mencari bacaan,tapi mata Anin menatap Amplop coklat yang tertulis nama Ayahnya Karena rasa penasaran akhirnya amplop tersebut di buka oleh nya.
Jadi ayah sakit tumor otak stadium 2 dan harus segera mendapatkan pengobatan , kenapa ayah tidak cerita padaku sama sekali monolog Anin sambil meneteskan air matanya. Ahkirnya Anin berjalan keluar dari ruangan Ayahnya menuju dokter yang menangani Ayahnya.
"Ayah kok ada di sini"sapa Anin pada Ayahnya yang ternyata sedang bersama dokter tersebut dokter Albert dokter bedah syaraf yang usianya diatas Anin.
"tidak apa-apa Ayah hanya kebetulan bertemu di sini dengan dokter Albert "
"tidak ada yang Ayah sembunyikan dari aku"
"emang ayah menyembunyikan apa"
"mana ku tahu "
"kamu mencari ayah"
"iya "
"ayo kalau begitu kita ke ruangan ayah" kata ayah sambil merangkulku meninggalkan dokter Albert.
"Tante Siska menemuiku meminta keringanan biaya buat Gisna "
" emang hasil CT scan Gisna udah keluar"
"aku belum tahu tapi Tante Siska bilang mau operasi mau nggak pendarahan otak itu biayanya mahal jadi dia minta keringanan"
" Ya udah Ayah mah terserah Anin mau bantu Alhamdulillah kalau tidak Ayah juga tidak maksa"
"kalau Anin tidak bantu kesannya Anin jahat tidak punya belas kasihan "
"kita semua tahu apa yang terjadi kalau kamu tidak mau membantu kita juga maklum "
"tapi kasihan dia mempunyai Putri mungkin Anin bisa bantu karena kasihan melihat putrinya"
"apapun alasan Amin membantu Ayah bangga"
"terima kasih Ayah, aku akan gunakan uang pribadi ku saja"
"mau Ayah bantu "
"tidak usah ayah uangku kurasa cukup"
"Anin boleh bertanya sesuatu sama ayah" tanya Anin setelah berdiam beberapa menit.
"tentu "
__ADS_1
"kenapa ayah memaksa Anita untuk segera menikah"
"Ayah sudah tua tidak tahu sampai kapan umur ayah akan bertahan, sebelum Ayah meninggal Ayah ingin melihat kamu menempuh hidup baru supaya ada yang menjagamu paling tidak"
"Anin bisa menjaga diri sendiri bahkan Khalid sekalipun bisa Anin jaga".
"beda sayang kamu seorang perempuan harus memiliki pendamping sebagai sandaran hidupmu"
"kalau menurut Ayah siapa yang cocok buat jaga Anin" tanya Anin.
" Semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing sebagai contoh Satria dari segi tanggung jawab ayah merasa dia yang paling baik di antara yang lain tapi dia memiliki kekurangan umurnya terlalu muda untuk bersanding denganmu, Kompol Arjun umurnya seimbang dengan kamu tapi Khalid tidak suka Ayah dengar orang tuanya pernah berbuat buruk padamu,Dito dia pernah melukaimu terlalu dalam dan mempunyai temperamen yang dibilang buruk ketimbang duanya, tapi dia memiliki kelebihan dia didukung Khalid 100% yang ayah harapkan dari dia adalah berubah arah yang baik mengingat ada Khalid yang akan mencontoh perbuatannya"
"jadi ayah tidak mempunyai pilihan yang menurut ayah buatku dong aku yang harus memilih sendiri "
"kalau ayah bilang Dito gimana apa kamu mau menerimanya"
"kenapa harus dia"
" Dia pernah melukai kamu dan sekarang menyesal, Ayah yakin dia akan berubah kearah yang lebih baik itu yang pertama, yang kedua dia ayah kandung Khalid otomatis keluarganya semua menerima Khalid tanpa embel-embel karena ada darah keluarganya , Yang pastinya keluarganya juga mengharapkan itu."
"terus yang ketiga" tanya Anin tidak sabar menunggu saat sang Ayah melihat ponselnya.
" yang ketiga saat kau menikah dengan Dito, Dito dan keluarganya tidak akan menuntutmu mempunyai anak dia akan menerimamu apa adanya karena udah ada anak diantara kalian Khalid"
"jadi saran ayah aku harus memilih Dito"
"kenapa dari tadi ayah ngomong sepeninggal Ayah emang ayah mau kemana "pancing Anin.
"Ayah tidak kemana-mana kan ayah udah tua buat jaga-jaga"
" Bukan karena Ayah sakit dan tidak mau berobat"
"sakit apa, Ayah tidak sakit ,Ayah sehat emang kamu pernah lihat Ayah sakit"
"ini amplop apa" kata Anin sambil menunjukkan amplop coklat yang tadi dibacanya.
"itu cuma pemeriksaan kesehatan Ayah secara rutin ayo kita jenguk Gisna aja "
"kalau Ayah tidak mau jujur aku akan bercerita ke Tante Gita ke Om Angga biar semua tahu" katan Anin sambil meneteskan air matanya.
"maafkan Ayah "kata Akas sambil memeluk putri satu - satunya.
"Ayah harus berobat ,Ayah harus sembuh, aku nggak mau ditinggal ayah" kata Anin sambil menangis.
cklek
"Ada apa ini kenapa saling berpelukan dan menangis" tanya Tante Gita yang baru masuk.
__ADS_1
"tidak apa-apa"Jawa Akas.
"Anin bisa cerita ke Tante " tanpa bicara Anin menyerahkan amplop hasil pemeriksaan ayahnya, Gita menutup matanya setelah membaca isinya.
" Mas anggap kita apa kenapa tidak cerita sama kita,Mas pengganti mama papa mas orang tua kita harusnya Mas cerita" kata Gita sambil menahan air matanya.
"mas tidak mau kalian sedih"
" ini masih stadium 2 jadi harus segera diobatin sebelum menjadi tambah lebih parah" kata Gita.
"Aku akan mengikuti keinginan ayah untuk menikah tapi kumon Ayah mengikuti pengobatan"
"baiklah ayah akan ikut pengobatan tapi setelah kamu menikah"
"baik aku akan segera menikah , tapi ayah harus segera konsultasi sama dokter Albert "
"iya " kata Akas sambil menghapus air mata putrinya.
"Ayo sekarang kita jenguk kondisi Gisna dulu" ahkirnya mereka bertiga keluar dari ruang Akas, Gita kembali keruangannya dan Akas dan Anin keruang rawat Gisna. Setelah menemui Gisna mereka makan siang bersama , Akas juga berjanji akan menagung semua biaya pengobatan selama berada di rumah sakit setelah makan siang Anin pergi menjemput Khalid ke sekolah.
"tumben Bunda jemput bukan sopir ,Bunda tidak repot hari ini"
"sedikit longgar ada apa "
" Aku mau makan tadi habis olahraga jadi lapar "
"Ok, mau makan apa kita beli pizza,chiken,bento atau yang lainnya "
"ayam chicken "
"ok kita beli ayam chiken "
"Ayah bilang mulai bulan depan Ayah akan menetap di Jakarta Jadi aku ingin setiap libur dan Ayah sedang tidak ada kerjaan aku ingin menghabiskan liburan ku bersama Ayah boleh " kata Khalid setelah terdiam cukup lama.
" Tentu sayang," kata
"beneran" kata Khalid memastikan ,yang di jawab anggukan Anin.
"Khalid Bunda mau tanya jika bunda menikah lagi apa boleh "tanya Anin hati hati.
"Asalkan Bunda bahagia Khalid setuju"
"Khalid setujunya Bunda menikah dengan siapa "
"Kalau Khalid maunya Bunda nikah lagi sama Ayah aja bukan yang lain, tapi kata papa Dewa Bunda nggak mungkin balik sama Ayah karena Ayah sudah menyakiti Bunda jadi aku terserah Bunda ,asal Bunda bahagia "
"Terima kasih sayang,ayo turun sudah sampai"
__ADS_1