nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
45.Kompetisi taekwondo


__ADS_3

"Nanti bunda harus datang aku mau Bunda melihat ku bertanding supaya Bunda bangga padaku kalau aku bisa mendapatkan medali emas"ucap Khalid.


"Menang kalah dalam pertandingan itu biasa meskipun kamu tidak mendapatkan mendali emas Kamu tetep anak kebanggaan Bunda" kata Anin kepada Putra kebanggaannya yang hari ini mengikuti kompetisi taekwondo tingkat pemula untuk anak-anak SD,Khalid Mahawira Putra Amin yang sekarang berumur 7 tahun kelas 2 SD, berarti sudah 2 tahun Sejak ketok palu KUA .


" Bunda datang sama siapa"tanyanya.


" Khalid maunya Bunda datang sama siapa"ucap Anin.


" Sendiri aja jangan ngajak siapa-siapa".


"Ok siap kapten" kata Anin sambil menurunkan anaknya di depan gerbang sekolah. Sejak menjadi janda 2 tahun ini banyak yang berusaha mendekati Anin Kombes Arjun sudah menikah dengan wanita yang dijodohkan ke dua orang tua nya, tapi sayang setahun pernikahannya istrinya menggugat cerai karena ingin kembali kepada mantan pacarnya ,sedang dokter Andres temanku sudah menikah enam bulan yang lalu dengan pilihan orang tuanya juga tapi keluarganya tidak harmonis istrinya masih sering jalan dengan mantan pacarnya ,yang sekarang juga sering ke rumah seperti Arjun yang suka sering ke rumah ditambah mantan pengacara ku,Rendy yang menangani kasus penceraian ku dahulu sering juga ke rumah, membuat Khalid tidak suka. Semakin besar kali semakin protektif terhadap semua laki-laki yang berusaha mendekati bundanya, meskipun dulu dokter Andreas dan Arjun sangat akrab dengannya tapi sekarang Khalid sedikit menjauh.


" Ini Khalid mau ikut kompetisi ,kamu gak ngasih semangat mbak" kata wulan sambil menyuapi putrinya yang baru berumur setahun lebih ,yang bernama Vina.


" Siangan berangkatnya Tadi Mbak udah lihat di grup Khalid dapat nomor sekitar jam 10"ucap ku.


" Terus Mbak rencana mau pergi sama siapa"tanyanya.


" Sendirian Khalid tidak mau aku mengajak siapapun".


" ha h ha "pecah tawa Wulan " Aku kasih tahu satu rahasia ya mbak, Khalid pernah cerita waktu dia mendatangi acara pernikahan Arjun dan pernikahan Andreas kedua orang tua mereka berkata mereka bersyukur anak-anak mereka tidak jadi menikahi Mbak yang hanya seorang janda meskipun keduanya memakai bahasa yang berbeda tapi intinya itu kayak begitu" ucap Wulan.


" Yang benar saja mereka ngomong gitu sama anak kecil" kaget Anin tak percaya.


" Aku yakin aku yakin mereka sangat menyesal jika tahu Mbak Putri kandung Pak Akas aku saja yang cuma anak tiri mereka selalu bersikap baik di depanku" kata wulan, ya selama ini mereka tahunya aku seorang janda yang bekerja di perkebunan teh ,orang tua Arjun hanya menganggap ku mantan kakak ipar Dewa dan orang tua Andreas hanya menganggap ku mantan teman sekolah anaknya Tanpa mereka tahu silsilah keluargaku.


" Itu namanya mereka mengasihi izin karena Ayahku bukan karena menerimaku apa adanya"ucap ku.


" Ya udah ntar kita berangkat bareng aja Mbak aku juga mau nonton".


" Kamu sudah pamit Raihan".

__ADS_1


" Belum sih Ntar aku telepon aja dia Kan masih sibuk karena hari ini pengiriman hasil teh ke pabrik ".


" Tapi aku yakin suamimu tidak mengizinkan".


" Aneh anaknya udah sehat seminggu lalu masih aja tidak boleh keluar pergi jauh"keluh wulan . Setelah mempersiapkan Semua yang akan kubawa Aku bersiap-siap berangkat ke ke Stadion tempat acara kompetisi.


" Gimana jadi ikut" Tanyaku pada Wulan yang sedang membersihkan tanaman.


" Sama Aa Rehan gak izinkan" katanya sambil cemberut.


" Ha ha ha bener kan kata aku,aku bilang juga apa tadi,ya udah aku nitip klinik dulu ya" ucapku yang dijawab dengan anjungan jempol oleh Wulan. Sesampainya di tempat acara tempatnya parkir udah sangat penuh aku maklum pertandingan udah dimulai dari jam 08.00 sedangkan aku jam 09.00 baru datang, Kenapa ketat sekali penjagaannya kan cuma kompetisi biasa kataku dalam hati saat masuk aku juga diperiksa kayak ada pejabat aja yang lagi nonton kataku ku dalam hati.


" Tumben rame banget yang nonton juga banyak sampai tempat duduk Tribun Penuh semua" kataku pada ibu Vano. Vano adalah teman satu latihan dengan Khalid.


" Ibu Khalid Emang tidak tahu ini kan pertandingan merebut kan juara tingkat kota otomatis banyak pejabat yang datang" ucapnya


" Oh ya saya malah baru tahu Bu emang pejabat siapa aja yang datang"tanyaku.


"HAH " kagetku berarti Dito ada di sini.


" Bapak Kapolres itu duren tapi dingin serem mukanya" katanya sambil bergidik m


" Seram gimana sih Bu maksudnya"kata ku sambil menutupi keterkejutan ku ,jujur aku masih takut mempertemukan Dito dan Khalid.


" Mukanya nggak ada ramah-ramahnya, nggak ada senyum-senyumnya sama sekali, tapi ganteng maksimal gantengnya kaya opa opa korea body nya kaya bintang iklan" ucapnya.


"Biasa aja kali bu mujinya,sepertinya ibu sering bertemu sampai tau sedetail ini" tanyaku.


" Suami saya kan kerja di kapolres Bu ,ya meskipun tidak pernah ngobrol langsung sama bapak kapolresnya tapi saya sering lihat kalau ada acara-acara di kapolres" katanya sambil tersenyum.Aku melihat Dito duduk di deretan kursi khusus para pejabat mungkin sebelahnya Bapak Walikota, emang sekarang tatapan matanya dingin dan datar berbeda saat pertama bertemu denganku sebelum menikah kaku tapi hangat dan berbeda juga saat sebelum sidang perceraian tengil dan mesum berbeda dengan Dito yang sekarang.


" Bu itu Khalid mau bertanding" aku hanya menanggapi dengan tersenyum dan tanganku melambai ke atas memberi semangat pada Putraku,saat pertandingan mau di mulai Khalid sempat melihat ke arahku dan aku balas dengan senyum dan lambaian tangan.

__ADS_1


Hari ini seperti biasa agendaku padat pagi hari aku menghadiri acara kompetisi taekwondo tingkat SD dan siangnya makan siang bersama walikota habis makan siang jadwalku rapat bersama beberapa Kapolsek,sudah dua tahun sejak ketok palu KUA kehidupan ku hanya monoton berangkat pagi pulang malam,hari libur aku isi dengan olah raga dengan beberapa polisi muda ya futsal,basket ,badminton kadang gym juga.


"pak "bisik ajudan ku.


"hm"


"Ingat bocah itu gak" ucapnya.


"Bocah yang mana".


"Itu salah satu peserta taekwondo"katanya sambil menujuk seorang bocah berumur sekitar tujuh tahun.


"Kenapa"tanyaku wajah nya seperti familiar.


"Itu kan bocah semakin besar kok mirip komandan ya" hah kaget ku dalam hati sambil terus memperhatikan bocah itu,ingat aku sekarang itu bocah yang dulu bersama Ayu,wulan,Dewa,Dewi dan Dini yang kata Iwan dulu mirip dengan ku wajahnya.


"Berati dulu ibunya waktu hamil ngefans sama aku" ucapku asal.


"ga kebalik ya ndan".


"Maksudnya" tanya ku penasaran.


"kata orang kalau wanita hamil membenci sesuatu suka nurun ke anaknya,beda kalau menyukai sesuatu malah gak ada mirip miripnya"ucapnya.


"Mitos aja kamu percaya,aku kombinasi kedua orang tuaku" jawabku.


"Ya orang tua komandan kan bibit unggulan semua" ucapnya.


"Biasa aja kamu ".


"Ya iyalah ndan mami komandan kan mantan model senior,ga mungkin kalau jelek bisa jadi model papa komandan gak mungkin kalau cuma otak encer tapi wajah pas pasan bisa masuk di kelurga Raksa,keluarga konglomerat" kata nya yang hanya ku dengarkan . Sejak aku menyandang status duda aku jarang komunikasi dengan orang tua ku,aku males berhubungan dengan mami yang berusaha terus menjodohkan ku,sedang papa dan mama biasa aja mereka tidak pernah menghubungiku,tapi selalu menerima ku dengan hangat saat aku berkunjung ,meski aku berkunjung hanya pas lebaran dan ulang tahun pernikahan mereka.

__ADS_1


"wah hebat ndan anak tadi dapat juara dua" kata iwan menyadarkan ku dari lamunan ku.


__ADS_2