
Suara gemercik orang mandi membuatku terbangun tapi aku masih malas untuk memastikan jam berapa ini,hingga orang yang di dalam kamar mandi keluar dengan hanya memakai celana boxer tanpa atasan.
"Pukul berapa sekarang" tanyaku.
"jam satu ,ayo tidur lagi" katanya sambil naik keatas kasur dan merebahkan badannya tidur disampingku.
"jam satu baru pulang" tanyaku.
"Baru tugas lapangan,ayo tidur lagi subuh masih lama"katanya sambil menarik ku kedalam dekapannya,wangi sabun mandi malah membuatku tidak bisa tidur.
" Tidur aja dulu aku mau ke dapur haus"kataku beralasan,sebenarnya karena wangi sabunnya yang wangi maskulin membuatku tidak bisa tidur.
"Aku lapar bisa bikin aku makanan apa aja boleh" katanya menghentikan ku yang hendak membuka pintu kamar.
"ok tunggu sini aja,aku lihat di dapur ada apa yang bisa di olah"kataku sebelum keluar kamar .Di dapur aku menemukan nasi dingin tidak banyak tapi cukup kalau buat satu porsi dengan bahan tambahan yang ada aku putuskan membuat nasi goreng dengan toping sasis dan bakso,serta dua gelas teh chamomile.Begitu masuk kamar lampu kamar yang tadi redup sudah berganti dengan lampu terang aku melihat Dito duduk di kasur dengan laptop menyala,ku letakan nasi goreng disamping laptopnya dan satu gelas air mineral dan dua gelas teh chamomile di atas nakas di samping tempat tidur.
"Nasi goreng nya wangi jadi tambah lapar,kamu buat teh juga"
"Teh chamomile minuman yang menyehatkan dan bisa menenangkan pikiran, minuman yang cocok untuk dikonsumsi sebelum tidur" jelas ku.
"Penelitian juga mengungkap bahwa mengonsumsi teh chamomile sebelum tidur bisa membuat orang cepat terlelap dan memiliki kualitas tidur yang lebih baik" sambung ku karena tidak ada komentar dari Dito.
"Iya Bu dokter,akan ku habiskan nasi goreng dan tehnya" jawabnya di buat semanis mungkin.
"kenapa " tanya ku saat Dito menatapku bukan nya makan.
"ini kenapa "tanya nya sambil menujuk dahi ku.
"luka ringan ada accident kecil di RSJ" kulihat Dito menghela nafas panjang.
"ga papa resiko pekerjaan,Ayuk buruan makan keburu dingin,aku temani sambil minum teh". Setelah makan kami malah asik membahas Wulan dan ibunya, yang sekarang tinggal di peternakan opa karena ingin mencari susana baru,sedang Satrio tetap tinggal di rumah ayah untuk melanjut pendidikan SMU nya yang tinggal lima bulan lagi lulus.
__ADS_1
"Anin bangun subuh dulu"tepukan di pipi dan suara Dito membangunkan ku kulihat jam diding menunjukan angka lima,aku lupa tidur jam berapa semalam.
"kamu sudah mandi aja,piring sama gelas kotor di sini ga ada sudah kamu taruh ke dapur"
"Udah semalam,bener katamu minum teh chamomile sebelum tidur bisa membuat orang cepat terlelap dan memiliki kualitas tidur yang lebih ya"kata nya sambil tersenyum tapi lebih nampak menyindir,karena setelah teh ku habis aku malah tertidur duluan,padahal Dito lagi meriksa email dari Bayu tentang usaha sampingan mereka,aku tidak tau detail usaha kecil kecilannya apa yang di lakukan berdua dengan Bayu,yang aku tahu berawal menyalurkan hobi mereka,hingga bisa menghasilkan receh.
"hehe hehe aku ngantuk banget soalnya,tungguin bentar aku wudhu"kata ku saat Dito mulai menggelar sajadahnya.Setelah melaksanakan kewajiban kami dan sedikit berdzikir Dito mengajakku lari keliling komplek tempat tinggal papi.
"eh mas Dito"sapa perempuan cantik berpakaian olah raga seksi dengan wajah cantik penuh polesan mendekati Dito yang sedang push up sedang aku aku duduk agak berjarak dari Dito,setalah berlari mengelilingi lapangan sepuluh kali aku tidak sanggup lagi berlari jadi aku memutuskan untuk istirahat dan Dito memutuskan untuk push up sambil menemaniku istirahat.
"Dek sella"jawab Dito dengan muka datar,jadinya namanya sella.
"aku denger dari Dini katanya mau nikah jangan lupa undangannya tar saya datang,siapa tau ada kejadian kaya di novel novel mempelai perempuan kabur kan aku bisa menggantikan nya"katanya dengan senyum manis sambil duduk jongko didekat Dito yang masih push up tanpa melihat si wanita yang lagi memamerkan dua buah nya yang cukup besar.
"saya udah nikah"kata Dito sambil mengahkiri push up nya berjalan ke arahku dengan di ikuti si cewek seksi dan saat Dito duduk disampingku serta mengambil air minum yang ku pegang untuk di minum,seketika si cewek menilai penampilanku.
"dek Sella kenalin ini istri saya Anindya"
"Sella,tetangga depan rumah papi mas Dito "
"ayuk mas balik,jangan suka lihat susu di luar ga higienis"kataku menarik Dito menjauh kulihat Sella yang kesal sedang menghentak hentakan kaki nya ke tanah.Sontak tawaku pecah begitu kami berjalan agak jauh
"kenapa ketawa lucunya di mana"
"kamu ga lihat ekspresi nya yang kesel persis kaya anak TK padahal dadan nya udah kaya wanita dewasa"
"ngomongin susu,aku sampai rumah mau minum susu yang higienis"kata Dito berbisik di telingaku,sontak membuatku melotot
"eh ko mesum sih"
"bukan mesum tapi itu kebutuhan biologis sayang menolak dosa loo"kata Dito dengan senyum kecil yang di barengi dengan mengerling mata genit.
__ADS_1
" gw tahu Laki-laki memiliki otak hipotalamus yang lebih besar dari wanita dan bagian otak tersebut berfungsi juga sebagai pusat birahi,karena itu lelaki sulit untuk menahan birahinya".kataku sambil menarik nafas panjang.
" Oleh karena itu dalam Islam seorang Istri yang menolak memenuhi kebutuhan syahwat suami akan dibenci malaikat"sambung Dito dengan senyum kemenangan.Membutaku bergidik ngeri membayangkan malam pertama.
"wanita itu malu-malu di awal jika dah tau rasanya enak pasti mintak lagi dan lagi"
"Dito mulutnya ya"
"mulutku kenapa ,contohnya ni perempuan saat melahirkan berteriak teriak sakit ga mau punya anak lagi,cukup satu aja sakit banget eh,giliran dah lima tahun mas bikin satu lagi yuk buat teman si kakak,beda dengan laki laki kalau dah di khitan satu kali ya cukup sekali ga bakal mintak lagi"
"Dito Lo ngerjain gw "kata ku emosi dan siap memukul lengan nya,tapi belum sempat aku pukul dia dah berlari pulang,ahkirnya aku berlari mengejarnya sampai di rumah,
"mas main basket bareng yuk"kata Dino begitu melihat kami datang dengan berlari saling mengejar.
"boleh ajak Dini sekalian kita 2 vs 2" bukan Dito yang menjawab tapi aku,dan sontak membuat Dito melotot tak suka,berbeda dengan Dino yang semangat berlari masuk kedalam rumah mungkin membangunkan Dini kakaknya.
"sebentar doang ,ga ada salahnya nyenengin adik kan"kata ku Dito tak berkomentar lagi,hingga ahkirnya Dino turun dengan Dini dan setelah suit aku berpasangan dengan Dini dan Dito dengan Dino.
"mbak kita bakal kalah kayanya"kata Dini dengan muka lesu
"percaya mbak kita akan menang,kamu jaga mas Dito meski cara curang kita harus menang"kata ku membuat Sini paham maksud ku dan langsung tersenyum licik.Pertandingan berjalan tiga puluh menit dengan kami tim cewek sebagi pemenang nya,tentu saja dengan cara curang hihi hihi.
"Dit gw udah sana ganti kamu yang mandi"kata ku membangunkan Dito yang rebahan di sofa.
"hm"
"Auh "pekik ku ketika tiba tiba Dito menarik tanganku yang henda berbalik hingga jatuh menimpa ke badanya yang lagi tiduran di sofa, tatapan mata kami saling menatap dan mengunci hanya terdengar suara detak jantung kami yang saling bersautan dan deru nafas yang memburu,dengan sekali gerak tangan Dito menarik Tengku ku dan ******* bibirku dengan menggebu dan penuh gairah,meski aku belum pernah kising tapi aku sering melihat di drakor atau film laga barat yang tanpa sensor.
tok tok "mas, mbak di tunggu di meja makan" ketukan dan suara Dini menghentikan aktivitas kami.
"kenapa tadi diluar berani mancing mancing ko sekarang diam "kata nya dengan nafas berat
__ADS_1
"aku mandi dulu kasihan adikku sudah bangun ga ada yang tanggung jawab"katanya sambil mendudukkan ku disofa dan meninggalkan ku berjalan ke arah kamar mandi.
"sialan Dito "kataku yang disambut tawa sama yang bersangkutan .