nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
52. Darah lebih kental dari air


__ADS_3

Sejak makan malam bersama layaknya keluarga kecil yang bahagia sebulan lalu.Aku sengaja menghindar dari Dito karena aku tidak mau memberi harapan kepada Khalid tentang kami orang tuanya , karena aku tahu dia selama ini berharap aku dan ayahnya kembali bersama dan tinggal satu rumah selayaknya keluarga.


"Gimana kamu sudah putuskan untuk ikut bunda pindah ke Jakarta atau tetap di sini tapi ditemenin kakek" ucap ku.


"Aku belum bisa mengambil keputusan aku belum bicara sama ayah" ucap Khalid.


"kenapa harus bilang sama ayah, biasanya juga kamu selalu bisa ambil keputusan sendiri" ucap Anin merasa heran dengan sikap putranya itu.


"Ayah lagi dinas di luar kota sudah seminggu Aku tidak mau bercerita sama dia takut ayah tidak kosen saat bekerja tapi kalau aku tiba-tiba pindah ikut bunda nanti ayah mencariku"katanya lirih membuatku sadar meski mereka tidak pernah bertemu dan tidak pernah bersama sedari Khalid lahir ,tapi kebersamaan yang hanya kurang lebih 2 bulan udah bisa membuat mereka akrab bagaimana semestinya ayah dan anak apa ini yang disebut darah lebih kental dari air.


"Bunda kapan mulai kerja di rumah sakit".


"jadwalnya sih minggu ini tapi kalau kamu mau ikut Bunda pindahnya nunggu liburan sekalian ya pas kenaikan ke kelas 3".


"selama menunggu kenaikan kelas 3 boleh nggak aku tinggal sama ayah kan ujian kenaikan kelas juga tinggal 3 bulan lagi mah" hah jika aku izinkan pasti mereka akan tambah lengket dan susah terpisah jika aku larang egois sekali aku terhadap anakku sendiri kataku dalam hati .


"bisa Bunda pikirkan dulu".


"iya Bu "


"Apa kamu senang bersama ayahmu"


"sejauh ini kami sering melakukan hal-hal yang sewajarnya dilakukan oleh para lelaki, kami main futsal bareng, main basket bareng ,kadang berlomba berenang pokoknya seru semua yang tidak bisa telepon dengan Bunda aku bisa melakukan dengan Ayah " ucap Khalid dengan binar di matanya menandakan kalau dia sangat bahagia.


"sekarang sudah malam waktunya bobo mau Bunda bacakan dongeng mulai sekarang" ucap Anin.


"Engga ah Aku bukan anak kecil kali Bun aku udah gede udah bisa baca sendiri".


"hahaha maafkan Bunda"kataku sambil mengusap-usap kepalanya sebelum keluar dari kamar Khalid.


" kenapa keluar dari kamar Khalid mukanya ditekuk kayak begitu"seru Rehan yang lagi duduk nonton tv bersama Wulan.


"Khalid mau minta izin tinggal sama ayahnya sebelum ikut pindah tinggal bersamaku" kataku setelah ikut duduk bersama mereka berdua di ruang tengah.


"maksudnya mbak"


" kan 3 bulan lagi Khalid ujian kenaikan kelas tidak mungkin sekarang Khalid pindah jadi Aku sarankan pindahnya menunggu ujian kenaikan kelas "

__ADS_1


"dan dia minta selama 3 bulan itu Khalid tinggal sama ayahnya betul bukan tebakanku begitu"kata Raihan.


"katanya dengan ayahnya dia bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan bersamaku seperti main futsal, main basket, berlomba berenang dan jika aku izinkan mereka akan tambah lebih akrab dan jika aku larang aku akan egois"keluhku.


"kalau mereka akrab emang kenapa Mbak?" tanya Wulan.


"Wulan Wulan kalau mereka akrab mereka akan tambah sulit aku pisahkan"ucap Anin.


"emang kamu mau nikah lagi mau memisahkan putramu dengan ayahnya?" tanya Wulan.


"Hais bukan begitu maksudku" sangkal ku


"Meskipun kamu pisahkan mereka akan tetap akrab karena mereka ayah dan anak lihat aja dari kecil Khalid akrab dalam Arjun dan Andreas tapi karena kesalahan sedikit oleh mamanya dia langsung menjauh karena apa Karena Arjun dan Andreas tidak memiliki darah yang sama dengannya " kata Raihan.


"katanya mau mengikuti arus Ya udah biarkan berjalan sesuai arus yang ditakdirkan oleh Tuhan nggak usah dicegah biar berjalan apa adanya"kata Wulan.


"lagian si benci-bencinya kamu pada dia karena dia pernah dekat dengan Gisna kalau dia jodohmu juga akan balik lagi denganmu "kata Raihan dengan tertawa.


"Udah ah males mau tidur aja udah malem"kataku meninggalkan mereka, di perkebunan di kamar dilarang dipasang televisi hanya ada televisi di ruang keluarga tujuannya biar pada ngumpul, kata opa kalau dipasang televisi di tiap kamar semuanya akan suka menonton televisi di kamar masing-masing.


"Rujuk aja lagi mbak lagian juga kelihatan kalau Khalid lebih mendukung Mbak kembali sama ayahnya daripada Mbak membuka hati untuk orang baru " tanpa menggubris kelekar Raihan aku terus berjalan menuju ke kamarku.


"Bunda barusan Ayah menghubungiku kalau hari ini udah bisa mengantarku ke sekolah "


"Ya udah deh kita tunggu aja "kataku sambil meluruskan sarapan pagiku hingga terdengar suara salam memasuki rumah "


"Ayah udah sarapan belum?"tanya Khalid.


"Belum tadi ayah bangunnya kesiangan jadi belum sempat sarapan"ucap Dito.


"Bunda bolehkah Ayah ikut sarapan bersama kita"


"kamu mau sarapan apa"


"apa aja boleh sama kopi hitam satu"ucap Dito, aku melangkah ke dapur membuatkan secangkir kopi pahit untuknya dan tak lupa aku siapkan sepiring nasi goreng untuknya.


"Khalid diantar ke sekolah sama ayah jadi Bunda mau masuk kamar dulu ya ,masih banyak yang harus Bunda bereskan"

__ADS_1


"ok Bunda "


"Ayo Ayah kita berangkat ada yang ingin aku obrolkan sama ayah di perjalanan nanti"ucap Khalid menarik tangan Dito.


"Tidak izin Bunda dulu sebelum berangkat" ucap Dito.


"Nggak usah Bunda lagi kemas-kemas"ucap Khalid, sebenarnya Dito penasaran kemas-kemas emang mau pergi ke mana Anin .


"Mau bicara apa boy" ucap Dito saat dalam perjalanan ke sekolah.


"Bunda mulai Minggu depan akan bekerja di rumah sakit keluarga, aku akan ikut pindah Bunda setelah kenaikan kelas, boleh tidak selama menunggu kenaikan kelas kurang lebih 3 bulan aku tinggal sama ayah" ucap Khalid.


"Oh tentu dengan senang hati rumah ayah akan selalu terbuka untukmu" ucap Dito tapi ada raut muka bahagia juga terkejut di wajahnya.


"Terima kasih Ayah nanti aku akan bilang sama Bunda kalau Ayah mengizinkan aku ketinggalan sama Ayah selama menunggu kenaikan kelas"


"sudah sampai belajar yang rajin jadi anak yang jangan nakal" setelah mengantarkan Khalid ke sekolah aku putar balik kembali ke perkebunan tapi sebelumnya aku hubungi ajudanku untuk mengosongkan jadwal aku sampai makan siang.


"Anin kita perlu bicara berdua" kataku begitu sampai di perkebunan dan melihat Anin sedang berbicara berdua dengan Wulan.


"Tidak ada urusan apapun Antara Aku dan kamu urusan kita cuma demi Khalid jadi tidak ada yang perlu dibahas kecuali Khalid" ucap Anin sambil berjalan menjauh dari Wulan.


"Kenapa kamu pindah tanpa bilang apa gara-gara aku sering ke sini" ucap Dito.


"Emang siapa kamu bagiku sampai aku harus laporan padamu pindah ke mana dan terganggu dengan keberadaan mu"ucap Anin sewot.


"Bukan begitu maksudku"sanggah Dito.


" Apa kamu keberatan Khalid tinggal denganmu selama 3 bulan kalau keberatan biar Khalid tinggal di sini bersama ayah"


"Anin bisa tidak kamu tidak berasumsi dengarkan aku kalau ngomong" kata Dito mulai tersulut emosi.


"kamu pindah secara mendadak kayak begini kasihan Khalid,kamu kan tahu aku dan Khalid baru saja bertemu ".


"Aku pindah itu keputusan keluargaku karena Ayah yang akan mengurus perkebunan tidak ada hubungan sama kamu dan sudah seminggu yang lalu Khalid aku kasih pilihan di perkebunan sama kakek atau ikut pindah jadi gak usah berpikir aku ada niat menjauhkan kalian" ucap Anin yang juga mulai kesal.


"Jujur aku tidak suka Khalid tinggal bersama dengan kamu, karena aku takut Khalid melihat perbuatan asusila mu dengan wanita wanita mu"katanya sinis sambil berjalan meninggalkan Dito.

__ADS_1


Apa dia masih mengingat saat aku dan Gisna dulu makanya dia selalu menghindari ku ,ahhhh SIAL kenapa kecerobohan ku beberapa tahun lalu masih jadi bayangan buatku ah kena karma kayanya aku kataku dalam hati sambil berjalan masuk ke dalam mobilku.


__ADS_2