nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
42.Dito gila


__ADS_3

Setelah pembinaan pertama tidak ada hasil di jadwal kan dua Minggu lagi,kami akan bertemu kembali menjalani pembinaan ke dua.


"Ayu dah bercerita sekarang apa rencana mu selanjutnya"tanya Arjun kakaknya Ayu, yang kebetulan ada kegiatan di Bandung dan akhirnya dia menyempatkan mampir ke perkebunan.


"Aku tidak tahu fokusku untuk sementara menyembunyikan keberadaan Khalid dari Dito . Aku tidak mau sidang perceraian kami gagal kalau Dito sampai tahu kebenaran nya " ucapku.


"karena itu aku menghindari pergi berdua dengan Khalid, karena Dito sudah ketemu dengan Khalid "sambung ku.


"Apa ,Yang benar saja"kaget Arjun.


"iya beberapa kali katanya aku mendengar cerita anak-anak dari Ayu waktu di kapolres, waktu makan siang di rumah makan bersama Ayu ,Wulan Dan Rehan, pernah juga ketemu di mall dengan Dewi dan Dini ,Dino " cerita ku.


"Tapi dia tidak menyadarinya kan" tanya Arjun.


"Sepertinya tidak dia masih berasumsi saat kejadian itu anak yang meninggal" ucap ku sedih.


"Aku akan selalu ada di belakangmu jangan malu untuk minta tolong padaku" ucap Arjun sambil menggegam tanganku.


"Tentu kau ada kawannya terbaik ku" ucap ku.


"Apakah tidak bisa lebih dari kata kawan " ungkapnya.


"Maaf aku tidak bisa jangan buat kecewa ibumu dengan memilihku, cukup kita berteman saja" ucapku.


"okelah kalau begitu ,kalau itu permintaan mu mungkin aku akan menerima perjodohan yang orang tua ku rencana kan " jawab Arjun.


"Terimalah dia belajarlah mencintai calon istrimu".


" Bagaimana kalau kau mengundang ku makan siang sebagai teman " ucap Arjun.


" Boleh hari ini aku bikin Ika gurame asem manis " jawab ku.


"Wah mendengarnya membuat perutku terasa lapar" setelah nya kami makan berdua, sedang Khalid ikut Wulan ke dokter kandungan buat periksa kehamilan nya.


"Mbak Ani Mbak Anin tolong"suara teriakan dari luar membuatku menghentikan makan dan berlari keluar.


"ada apa mang"


"Itu ada pekerjaan digigit ular" ucapnya dengan nafas yang ngos-ngosan habis berlari.


Tunjukkan di mana pekerja itu mang " ucapku segera aku berlari mengikuti mang Asep salah satu mandor perkebunan teh serta diikutin Arjun di belakangku.


" minggir minggir Mbak Ani udah datang" begitu sampai aku lansung periksa perempuan paruh baya, yang jujur aku tidak hafal sama pegawai kerja di sini.


"siapkan mobil kita bawa ke rumah sakit"kataku kepada mang Asep setelah memberikan pertolongan pertama.


"bawa ke mobilku aja kebetulan mobilku sudah terpakir di luar" ahkirnya aku bawa pekerja ke rumah sakit terdekat dengan ditemani Mang Asep dan Arjun. Sesampai di rumah sakit langsung di tangani dan diharuskan menjalani rawat inap untuk memantau kondisi nya lebih jauh.


"Mang tolong urus administrasinya bayar aja pakai ini"kataku sambil menyerahkan sebuah kartu debit kepada Mas Asep.


"Sekalian buat deposit buat perawatan mang biar keluarga korban tidak memikirkan biayanya lagi" ucapku.


"Baik mbak"mang Asep segera pergi mengurus segala administrasinya yang harus diselesaikan.

__ADS_1


"Maaf ya acara makan siang jadi terganggu padahal kamu baru makan setengah udah ada tragedi" ucapku tak enak hati.


"Namanya juga tragedi kecelakaan pasti di luar rencana kita" ucapnya.


"Mbak Anin ini kartunya, keluarga kurban udah saya hubungi juga " ucapnya.


"Statusnya apa mang udah punya anak atau .."


"Ada suami mbak Anin, suaminya sopir perkebunan tadi sudah saya hubungi juga, memiliki dua anak satu SMP satu SMA" jelas mang Asep.


"Untuk biaya rumah sakit ntar di cover sama perkebunan jadi keluarga tidak perlu memikirkannya" kataku.


"baik mbak "


"karena dia punya anak yang masih sekolah dan selama di sini otomatis dia nggak bisa masak ,tolong bilang istri nya mang Asep untuk masak yang lebih sehari tiga kali kirim makanan ke rumahnya"kataku karena Mang Asep istrinya bekerja di rumah utama di perkebunan. Mang Asep dan istrinya adalah orang tua kandung Rehan, meski Rehan sekarang memegang perkebunan dan peternakan mereka tidak mau berhenti bekerja,katanya ingin tetap bekerja sebagai ucapan terima kasih karena telah membiayai anaknya sekolah hingga sarjana.


"lebih baik kita makan lagi, gimana kalau aku traktir sebagia ucapan terimakasih karena sudah mengantar ke rumah sakit".


"wah dengan senang hati aku terima tawaran nya".


"mau makan di mana"


"di depan rumah sakit tadi kayak nya ada rumah makan Padang" saran Arjun.


"boleh"


"komandan itu bukan calon mantan istri komandan " ucap Iwan.


"iya"


"Dia itu dokter Jadi wajar kalau dia berada di rumah sakit" ucap Dito.


"Sayang amat komandan melepaskan seorang dokter cantik kayak gitu, wah coba jadi istriku" ucapnya langsung mendapatkan tatapan tajam Dito.


"kenapa kalau jadi istrimu"kata Dito sambil melotot ke arah sang ajudan sambil mengepalkan tangan nya kuat kedepannya,sebagai tanda ancaman.


"komandan mau ke mana" ucap Iwan saat Dito berubah haluan.


"Mengikuti mereka mau ke mana" ucap Dito.kalau masih cinta ngapain berpisah kata Iwan cuma berani bilang dalam hati.


"Permisi numpang duduk"Kata Dito langsung duduk di samping Anin, Arjun yang jabatan nya di bawah Dito langsung memberi hormat dan Anin hanya melirik sekilas.


"Masih banyak meja duduk yang kosong kenapa duduk di sini"kata Anin tanpa memandang ke arah Dito.


"Emang aku tidak boleh duduk di dekat kamu kita belum resmi bercerai status kita masih suami istri".


"menjijikkan "kata Anin.


"Bukannya Anda Kakak Iptu Ayu" kata Dito tidak memperdulikan gerutu Anin .


"iya bener saya Kombes Arjun " jawab Arjun ramah.


"Sudah lama mengenal istri saya" tanya Dito.

__ADS_1


"Calon mantan istri" tegas Anin


"selama KUA belum kotok palu status kita masih suami istri ,sekarang kamu statusnya masih istriku" kata Dito gak mau kalah.


"sungguh memuakkan"kata Anin sambil membanting sendok makannya.


"Jun aku udah nggak selera cabut yuk" ajak Anin pada Arjun.


"Besok penyambutan dan pengangkatan resmi aku menjadi Kapolres jadi kamu harus mendampingiku" ucap Dito santai.


" ha ha ha kamu lucu selama ini tidak ada aku tidak masalah dan semua orang juga tahu kita sudah tidak satu rumah selama enam tahun ".


"orang tahunya kita tidak tinggal satu kota, selama ini mereka tahu aku sekolah di luar negeri dan kamu di indo sekarang kita tinggal satu kota".


"Iwan bilang ke Wakapolres besok aku datang bersama istriku"


"kau dasar gila,"marah Anin sambil berjalan keluar dan diikuti oleh Arjun.


"sebenarnya komandan niat menceraikan nya nggak sih" tanya Iwan.


"sebelum berangkat ke UK aku terakhir bertemu saat dia di rumah sakit, waktu itu aku mendapat kabar dia mengalami pendarahan, di sana aku melampiaskan kekecewaanku dengan marah sama dia dan meninggalkan nya".


" Terus baru bertemu kemarin"tebak sang ajudan.


"iya setelah enam tahun kami bertemu di cafe dan di ruang di Kepala Satuan Kerja (Kasatker) , di sana niatku berubah melihat dia berbicara dengan pengacara nya ada rasa tidak suka "


"CLBK CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI Ha ha ha "kata Iwan sambil ketawa.


"kami menikah bukan karena cinta tapi karena suatu hal".


"komandan dijodohkan"


"bukan juga"


"makanya aku berharap besok di Kepala Satuan Kerja (Kasatker), pengajuan ku di tolak".


"kemarin komandan sendiri yang mengajukan permohonan kenapa sekarang berharap ditolak permohonannya".


"Aku tidak tahu"


"Terus kedua wanita yang sering ketemu dengan komandan gimana".


" Mereka sendiri yang berasumsi masing-masing,aku tidak pernah memberi mereka harapan sama sekali".


Ternyata orang pintar bisa bodoh juga kalau berurusan dengan namanya cinta, batin Iwan.


"Terus yang saya lihat dan calon mantan istri di cafe dulu gimana".


"Tidak ada calon mantan istri karena aku berubah pikiran, aku tidak jadi menceraikan nya".


"Emang istri komandan masih mau setelah melihat yang kemarin"kata sang ajudan sambil menirukan gerakan dua tangan orang saling berciuman.


"SIAL "

__ADS_1


"Nyesel ya ndan, emang sih menyesal selalu di belakang"kata sang ajudan sambil terkekeh.


__ADS_2