
Keadaan Ayah sudah 80% pulih setelah 3 bulan lalu di operasi,Dito juga sudah tinggal di rumah dinas aku hanya sesekali kesana menemui Khalid Ayah juga sudah menegurku seharusnya aku tinggal bersama suami dan anakku bukan dengan ayah, dengan beralasan kesehatan Ayah masih perlu dipantau jadi Dito tidak keberatan aku tinggal sama ayah.
"Ayah sudah lebih baik bahkan mulai minggu depan ayah juga akan mulai masuk kerja jadi sebaiknya kamu tinggal bersama anak dan suamimu,"
"Tapi Ayah "
"Apa kamu ingin Ayah juga menanggung dosamu untuk berbakti kepada suamimu, setelah kau menikah hatimu itu pada suamimu Ayah yang kedua"
"Baik Ayah "
"Jadilah wanita seperti Bundamu selalu berbakti pada suaminya meski suaminya sering menyakitinya" Kata Ayah sambil tersenyum tipis.
"Ayah masih mengingat Bunda"
"Tentu Ayah masih mengingat Bundamu meskipun Ayah udah dua kali menikah dan Bundamu bisa di bilang yang paling sebentar menemani Ayah tapi Bundamu yang spesial buat ayah "
"Aku kira ayah udah lupa bunda "
" Waktu ayah menikah dengan Tante Siska ayah sering terbayang Bundamu, ayah pikir itu rasa bersalah dalam diri Ayah untuk Bundamu tapi setelah Ayah mengetahui keberadaan mu itu bukanlah bayang-bayang bersalah itu bayang-bayang rasa sayang dan cinta ayah pada Bundamu yang mulai tumbuh tanpa ayah sadari "
" Tapi dari yang aku lihat tante Siska dan Ayah menjalani pernikahan dengan bahagia"
" Kami menampilkan keluarga bahagia, pasangan yang serasi hanya didepan umum dan di ranjang, Ayah tidak mau diolok-olok salah memilih teman hidup atau salah memilih jodoh oleh opa mu saat itu ,jadi ayah selalu bersikap sebagai keluarga yang utuh apalagi di depan opa mu, jika kamu tidak percaya tanyakan kepada Tante Siska "
"kalau dengan mama Wulan "
"Apa kamu pernah melihat ayah dengan mama Wulan seperti pasangan suami istri"
"Tidak aku melihat kalian seperti teman bukan seperti pasangan suami istri"
" Yang ayah lakukan dengan mama Wulan apa adanya tidak menutupi kebahagiaan untuk kesedihan kami ,kami bersikap apa adanya kami menikah untuk menghindari fitnah tapi hati kami masih terpaut dengan orang yang masa lalu kami"
"apakah karena itu juga Ayah dan mama Wulan jarang tidur satu kamar"
" mungkin iya, kami dua orang tua menjalankan pernikahan bukan sekedar kebutuhan biologis tapi lebih ke arah mencari teman hidup yang menemani kita di masa tua saat anak-anak kita sudah mempunyai keluarga masing-masing"
" Jika ayah merasakan hal itu mengapa ayah memaksa aku menikah"
" Di lingkungan kita status janda itu dipandang rendah daripada status duda,"
__ADS_1
"Jadi karena itu Ayah memaksa aku menikah"
" Bisa iya bisa juga tidak"
" Yang jelas dong yah"
"kamu tahu saat bibi mengadu sama ayah tentang kamu yang katanya berbuat mesum, dari sana Ayah sebenarnya tidak percaya apalagi setelah mendengar versi ceritamu tapi kejadian itu menyadarkan kalau sekarang status jandamu mudah jadi bahan gunjingan, setelah Ayah bercita dengan mama Wulan dari sana Mama Wulan bercerita resiko janda itu kayak begitu di pandang sebelah mata ,suka dituduh penggoda laki-laki padahal tidak semua begitu"
"Jadi karena itu Ayah meminta Aku menikah"
" Meski ayah tidak tahu perjuangan bunda mu membesarkan mu dengan status janda tapi ayah yakin itu bukan hal yang mudah karena itu ayah tidak mau kamu mengalami nya apalagi ayah merasa umur ayah tidak lama "
"Kenapa ayah berpikir seperti itu padahal ayah belum menjalani pengobatan "
"karena ayah takut operasinya bakal gagal "
"belum di coba kenapa takut gagal " kata sedikit tidak percaya dengan jawaban ayah.
" kamu kenapa tidak mau mencoba lagi dengan Dito padahal dia sudah menyesal dan berubah, paling tidak lakukan demi Khalid putramu, pasti Khalid juga mendambakan kehidupan yang normal selayaknya keluarga utuh ada Ayah dan bunda bersamanya "
Apa selama ini aku egois hanya mementingkan rasa sakit ku dan melupakan kebahagiaan putraku dan apa rasa benciku itu hanya peralihan dari rasa kecewaku pada ayah putraku ,kataku dalam hati.
" Ayah harap pernikahan kamu kali ini akan membawa kebahagiaan untukmu " kata ayah sambil berdiri dan berjalan menjauh. Setelah mengemasi beberapa baju dan buku-buku buat kuliah aku putuskan untuk ke rumah dinas Dito.
"Bunda datang " ucap Khalid saat menyambut turunan dari mobil.
"Khalid lagi ngapain "
" main basket sama ayah"
" Kakek sudah sehat sudah mulai bekerja jadi bunda akan menemani Khalid mulai sekarang"
" Bener bunda, " tanyanya yang aku jawab dengan anggukan kepala dan tersenyum.
"Ayah bunda akan tinggal bareng Khalid lagi karena kakek sudah sehat dan mulai bekerja" kata Khalid sambil berlari ke arah ayahnya yang sedang berjalan ke arahku.
" hai jagoan udah 9 tahun Masa minta gendong" saat Khalid kembali di depanku dengan berada di gendongan ayahnya.
" Ayah kuat Bunda jangankan menggendong Khalid menggendong Bunda juga kuat"
__ADS_1
" Bener yang dibilang Khalid kamu bakal tinggal di sini"
".Iya Ayah sudah sehat dari sini ke kampus juga lebih dekat"
" sini bareng aku yang bawakan" Dito mengambil koper besarku dan Khalid membawakan tas laptopku aku mengikuti Khalid dari belakang berjalan bersampingan dengan Dito.
" Ini kamar Khalid dan ini kamar bunda ama ayah"
" Tapi sayang Bundamu.."
" Nggak papa "kataku memotong ucapan Dito yang sepertinya tidak enak padaku.
" Nanti malam aku mau tidur di sini tidur bersama ayah dan bunda" kata Khalid sambil merebahkan badannya di kasur milik Dito.
" Apa ayah memaksamu buat tinggal di sini" tanya Dito saat Khalid sudah keluar dari kamar dan menyisakan aku dan Dito berdua di dalam kamar.
"emang kalau Ayah maksa kenapa"
" Maaf "
" kenapa kamu harus minta maaf"
"Aku tidak tahu aku cuma merasa bersalah padamu"
" Aku tidak mau di pernikahan kedua ini orang mengetahui segala masalah dalam keluarga kita cukup kita yang tahu apa yang terjadi dengan keluarga kita biar orang menilai keluarga kita baik baik saja"
"Aku akan mengikuti semua kemauanmu untuk menebus rasa bersalah ku selama ini, meski jujur aku ingin pernikahan kita berjalan selayaknya pernikahan pada umumnya"
" Mari kita mulai dari nol lagi, aku yakin kita bisa dan pasti ada jalan jika kita memiliki niatan baik dalam menjalin bahtera rumah tangga yang sudah pernah karam". kata Anin lirih.
"Kita dipisahkan karena egoku namun kita disatukan karena masih ada yang tersisa dari kita buat kita jaga (Khalid)" kata Dito dengan memegang kedua tangan Anin lebih berani.
"Tiada badai yang berkepanjangan, aku yakin kita pasti bisa melewati masa sulit ini dan melupakan masa masa suram kita"
" Terima kasih atas kesempatan yang kau berikan, ini sudah lebih dari cukup buatku aku akan menunjukkan penyesalanku dan perubahanku kearah yang lebih baik buat keluarga kita".
" aku pegang janjimu semoga kita bersama-sama menjadi orang tua yang baik buat putra kita" kata Anin sambil melepaskan genggaman tangan Dito.
Cinta yang baru tumbuh kala itu diuji seberat-beratnya dengan perpisahan,namun rujuk adalah salah satu cara terbaik yang Tuhan berikan untuk menyudahi ujian kamu semoga kedepannya kami bisa lebih menjaga ikatan pernikahan ini dengan lebih baik.
__ADS_1