nikah karena di grebek

nikah karena di grebek
46. Was was


__ADS_3

" Untuk penyerahan medali emas akan diserahkan langsung oleh Bapak Walikota Kepada beliau dipersilahkan naik ke atas panggung" ucap MC.


" Buat mendali perunggu akan diserahkan oleh bapak Kapolres Kepada beliau dipersilahkan"deg deg deg suara pemberitahuan MC seperti pukulan batu besar di kepalaku, saat Dito berjalan jantungku berdetak begitu kencang melihat dari jauh dia menghampiri Putra kami, Mungkin dia tidak tahu Khalid adalah putranya tapi Khalid tahu Dito adalah ayahnya.Semenjak dia bertanya mengenai di mana Ayah kandungnya Sejak saat itu aku memperlihatkan foto Dito dan memperkenalkannya,serta sedikit memberi pengertian bahwa kami kedua orang tuanya tidak dapat tinggal bersama karena sesuatu hal bukan karena kesalahan ayahnya juga. Aku bersyukur Khalid mempunyai pemikiran yang sedikit dewasa dari anak seumurnya ,aku juga tidak mau menanamkan kebencian kepada Putra semata wayang ku .


" Bunda maaf hanya mendali perunggu yang kudapatkan aku tidak bisa mendapatkan mendali emas buat bunda" kata Khalid menghampiriku ,aku sedikit was-was ketika khalid menghampiriku di pinggir lapangan karena masih ada Dito dan walikota yang sedang berfoto bersama beberapa pemenang dan pemain lainnya.


" Kan bunda udah bilang dalam pertandingan menang kalah hal yang biasa buat bunda jagoan Bunda adalah pemenangnya" kataku sambil memeluk Khalid, tanpa aku berani memandang ke arah lapangan aku mengajak Khalid Pergi meninggalkan arena kompetisi.


"Bunda bisa tunggu sebentar aku mau ke kamar kecil"kata khalid menghentikan langkahku yang sudah di depan pintu keluar.


" Mau Bunda tunggu di mana Di sini apa di tempat parkir" tanya ku.


" Bunda tunggu di sini aja itu ada tempat duduk"ucap Khalid sambil menunjuk tempat duduk yang berada di luar arena.


" Baiklah bunda duduk di sana" kataku dengan berat hati Sebenarnya aku sangat kuatir kalau Ketemu Dito.


"Eh bunda Khalid ko masih di sini".


" Iya Mama Vano ini lagi nugu Khalid nya masih di kamar kecil" kata ku pada mama Vano yang tiba tiba duduk menghampiriku.


" Oh selamat ya buat Khalid yang mendapatkan perunggu ,Vano mah nggak dapat apa-apa latihannya Kurang semangat tapi tadi sempat foto loh sama Bapak Walikota dan bapak Kapolres" katanya antusias sambil menunjukkan ponselnya.


" Bukannya tadi Khalid yang mengasih mendali bapak Kapolres kenapa nggak minta foto bareng"


he,he he aku cuma menjawab dengan senyum canggung.


" Saya masih menunggu suami yang lagi ngobrol sama temennya" katanya sambil nunjuk ke arah seorang polisi yang Kalau tidak salah itu Ajudan Dito.Mampus kata ku dalam hati melihat mereka berjalan kesini,Ya tuhan itu Khalid kenapa udah keluar juga kata ku dalam hati saat melihat Khalid juga menuju ke arah ku.


"Mama ini kenalkan teman main papa waktu kecil,karena usianya yang jauh lebih muda udah papa anggap sebagai adik papa apalagi papa anak tungga" ucap ayah Vano.


"Widya".


"Iwan"


"Bunda sudah ayuuk" ucap Khalid yang sudah berdiri di sampingku.


"Mari mama Vano saya duluan ya" pamit ku dan segera pamit dan berharap segera pergi dari tempat itu.


" Oh iya Bunda Khalid silakan" kenapa dia harus mengucapkan Bunda Khalid lagi semoga tida curiga,kata ku dalam hati.

__ADS_1


"Khalid mau langsung pulang apa mau makan dulu"ucap ku saat mobil sudah berjalan meninggalkan tempat acara.


" Bunda di rumah masak apa buat ku"


"Bunda sih jujur belum masak tapi kalau Khalid request makanan pasti Bunda masakin apa mau nya Khalid".


"udang saos tiram" serunya.


"Ok tapi kita harus beli udang dulu" jawab ku.


"Gak masalah Khalid akan temani bunda belanja". Setelah berkeliling mencari udang dan beberapa keperluan Dapur Kita langsung pulang.


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


" wah enak nih udangnya jadi laper lihatnya" kata Dewa yang baru datang bersama Ayu.


" Ayu sana ambil piring di belakang sekalian kalau Ayu mau ambil dua piring" ucapkan pada mereka yang baru datang dan langsung duduk di meja makan.


"siap mbak" jawab Ayu yang langsung berjalan ke dapur mengambil piring.


" Mbak aku mau menyampaikan sesuatu tapi minta maaf sebelumnya ya" kata Ayu yang lagi membantuku mencuci piring kotor setelah selesai makan.


" Seminggu yang lalu aku menyebarkan undangan di kantor".


" Terus lanjut aja ceritanya Mbak jadi penasaran nih" ucapkan saat melihat Ayu hanya diam seperti bingung mengatakan untuk sesuatu.


" 3 hari setelah aku menyebarkan undangan di kantor Pak Dito nyamperin aku dan meminta undangan pernikahanku .Aku sengaja nggak ngundang dia karena dia atasanku takut nggak level, tapi dia malah datang langsung padaku untuk memintak undangan sebagai teman satu tim dulu di tim Elang" kata Ayu pelan-pelan takut kedengaran Khalid mungkin.


" Mbak tadi mengantarkan Khalid ke acara kompetisi taekwondo, di sana juga ada walikota dan Dito bahkan Pemberian hadiah Khalid sebagai juara dua Dito yang ngasih secara langsung, mbak sempat was was dan kuatir tapi sesampainya di rumah Mbak berpikir. Mau sampai kapan Mbak begini apa sudah saat nya Dito tahu tentang Khalid, mau sampai kapan Mbak menyembunyikan Khalid"aku berhenti bicara dan melihat kearah Ayu.


" Mungkin ini udah saatnya dia tahu kalau dia mempunyai seorang Putra kamu tenang saja mbak nggak akan marah sama kamu mbak pasti datang ke perikanan mu nanti" ucapku menenangkannya.


" Jadi Mbak agak ngasih tahu langsung"


" Tidak Mbak takut dia tidak percaya kalau mbak Langsung kasih tahu, tapi Mbak tidak akan menutupi keberadaan Khalid biar dia tau sendiri dan bertanya saat dia bertanya Mbak akan jujur".


" Lagian aku juga heran mereka kan sering bertemu Kenapa dia nggak curiga ya kan wajah mereka" aku tidak menjawab hanya tersenyum dan mengangkat Bahuku ku acuh mendekat ucapan Ayu.

__ADS_1


" Mbak"


" Kenapa kok nggak dilanjut"tanyaku ketika aku melihat Ayu hanya diam.


" Mbak nggak ada rencana menikah lagi".


" untuk saat ini belum ada Lagian aku juga udah tua siapa yang mau sama mbak".


" Mbak itu masih muda umur juga baru tiga puluh enam tahun"


" tapi buat seorang perempuan umur tiga puluh enam tahun itu umur udah tua ,tergolong perawan tua kalau belum menikah karena Mbak janda jadi Mbak udah expired" kataku sambil bercanda.


" Mbak mengejek aku ya baru menikah di usia Udah terlalu matang"katanya sambil cemberut.


" Kok gitu Mbak nggak nggak ada pikiran ke situ,kenapa ini calon pengantin kok sensitif amat sih"


" Mbak kan tahu aku baru nikah di saat usiaku sudah tiga puluh tahun lebih"


"ha ha ha maaf mbak bercanda" karena keluarga Ayu melarang Ayu menikah dahulu sebelum Arjun Abangnya menikah ,akhirnya Ayu bisa menikah setelah setahun Arjun menikah itu pun harus melalui proses dulu mencari tanggal baik karena orang tua Ayu orang yang memegang teguh adat.


" Gimana udah ngomongnya" kata Dewa yang baru keluar dari kamar Khalid dan ikut bergabung berbicara dengan kami.


" Udah Mbak Anin Udah siap, udah tidak mempermasalahkan lagi"


" syukur deh kalau begitu lagian mau sampai kapan main petak umpetnya"sindir Dewa.


" SIALAN lo,Khalid mana udah tidur" yang dijawab Dewa dengan anggukan kepala tadi Sehabis makan Dewa dan Khalid masuk kamar buat bermain game.


" Dia tadi juga cerita katanya medalinya yang ngasih ayahnya" ucap Dewa.


" Dia cerita apa aja ke kamu"


" Dia pengen memeluk ayahnya.Mau sampai kapan Mbak main petak umpet anak itu juga butuh kasih sayang ayahnya" kata-kata Dewa seperti jarum yang menancap di hati sakit ternyata keegoisan ku menyakiti Putraku. Semakin dewasa Khalid Emang semakin akrab dengan Dewa apalagi semenjak Dewa sudah tidak menjadi pilot lagi.


"Apapun yang terjadi Kami keluarga ada di belakang Mbak Ani,mbak nggak perlu takut".


"terimakasih"


" Mbak mau masuk kamar dulu istirahat, Kalian juga udah malam masuk kamar istirahat ingat kamarnya masing-masing tidak boleh satu kamar belum halal"

__ADS_1


"iya"


"iya" jawab mereka secara bersamaan.


__ADS_2