Nikah Online

Nikah Online
SEPULUH


__ADS_3

Lima tahun kemudian


Adel baru saja keluar dari kelas yang baru saja ia ajar. Yah Adel memilih untuk menjadi guru setelah lima tahun berlalu. banyak yang berubah dari dirinya bahkan kehidupanya juga.


Setelah hari itu Adel tidak pernah lagi berhubungan dengan Angga bahkan kontak lelaki itu di ponselnya pun sudah hilang. Sebulan setelah kejadian itu Adel dinyatakan Hamil dan hal itu membuatnya syok bahkan ia sempat depresi untung Devina selalu ada di sampingnya.


Hari-hari Adel di penuhi oleh cibiran tetangganya, orang bilang ia adalah ******* dan sampah bagi masyarakat namun Adel menulikan pendengarannya dan terus melanjutkan hidup karena ia tahu, jika di dalam perutnya ada sebuah janin yang di tinggalkan oleh Angga untuk menemaninya. Mungkin.


Sekarang Anak Adel berusia empat tahun dan belum memasuki sekolah namun anak itu sangat pintar bahkan sebelum waktunya. Pemikiran yang dewasa, sikap yang dewasa mungkinkah itu keturunan dari ayahnya. Pikir Adel


Adel memberhentikan sebuah taksi setelah masuk kedalam taksi tersebut taxi itu pun langsung pergi dari depan sekolah tempat Adel mengajar.


"Mba mau kemana?" Tanya supir taxi itu kepada Adel


"Tolong berhenti di tempat toko cake di depan sana ya pak" jawab Adel, adel akan membeli cake kesukaan putranya. Ya anak Adel adalah seorang laki-laki ia tampan dan memiliki lesung pipi dan itu menambah nilai plus untuknya

__ADS_1


Setelah selesai membeli cake taxi itu melajukan dan meninggalkan toko tersebut. Tidak beberapa lama Adel keluar setelah membayar argo taxi tersebut.


"Terima kasih pak" ucap Adel


"Sama-sama Mba" jawab Supir taxi tersebut dan langsung meninggalkan pekarangan rumah Adel. Walapun tidak besar namun rumah itu sangat istimewa bagi Adel karena ia membelinya dengan susah payah.


"Sayang, Mom pulang"ujar Adel


****


Hari-harinya dilalu dengan bekerja, bekerja dan bekerja tidak ada kegiatan lain yang sangat berarti selain bekerja. Bagi Angga kehidupannya selama lima tahun ini bagaikan air yang mengalir dan mengikuti arus. Monoton kata itu yang cocok.


Lima tahun berlalu ia tidak tau dimana keberadaan Adel bahkan jejak atau tanda-tanda wanita itu tidak pernah ia temukan. Dan selama lima tahun ini juga Angga tidak pernah bertemu orang tuanya jangankan bertemu bertatap muka pun Angga sangat enggan.


Beberapa waktu lalu Maminya mendatangi kantor dengan niat mengajak Angga makan dan membicarakan masalah mereka. Namun Angga sangat menolak bertemu dengan maminya biarlah orang menyebutnya anak durhaka.

__ADS_1


Angga baru saja selesai meeting dan ia langsung kembali ke ruangannya lagi. Tiada kata lelah bagi Angga saat bekerja karena baginya pekerjaan itu dapat mengalihkannya pada bayang-bayang Adel.


Walapun Adel sudah mengembalikan cincin pernikahan mereka namun Angga masih saja menggunakan cincin miliknya. Angga tidak ingin berpisah dari Adel. Dalam pernikahan, mereka sebenarnya belum resmi bercerai karena selama ini Adel maupun Angga tidak pernah mengajukan gugatan cerai ke ranah hukum.


Angga berharap ia bisa secepatnya menemukan Adel, ia tidak akan pernah melepaskan wanita itu.


Tidak beberapa lama pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk"sahut Angga dengan nada dingin, asisten Angga masuk dengan wajah yang memperlihatkan senyumnya. Ada apa dengannya? Tanya Angga dalam hati. " katakan ada perlu apa?" Tanya Angga tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan dokumennya.


"Saya menemukan nyonya Adel tuan"


***

__ADS_1


__ADS_2