
Sekarang disini lah Angga dan Kelvin, di dalam jet pribadi milik keluarganya. Angga sengaja tidak mengambil penerbangan umum karena ia ingin cepat-cepat sampai di tempat istrinya berada sekarang.
"Kamu udah memastikan semuannya kan Kelvin," tanya Angga sambil menutupnya untuk beristirahat sebentar.
"Iya tuan, karena saya baru tau kemarin saat saya mengunjungi tunangan saya dan dia memperkenalkan nyonya sebagai temannya kepada saya," Jelas Kelvin yang berada di samping Angga
Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka, Angga sibuk dengan pemikirannya sambil tertidur dan Kelvin sibuk dengan memikirkan dimana tuannya itu menginap jika sudah sampai disana.
****
"Mom apa hari ini Mom mengajal lagi?" Tanya Daniel---nama anak Adel pria kecil itu sangat menggemaskan saat berbicara dan ia masih belum bisa menyebut huruf R jadi dia hanya bisa menggantikannya dengan huruf L.
Daniel itu menurut Adel adalah malaikat yang tuhan kirim untuk menemaninya, ya walaupun wajah Daniel sangat mirip dengan Angga dan itu membuat Adel tidak bisa lepas dari bayang-bayang Angga.
"Gak sayang, hari ini Mom akan mengajak Daniel ke taman hiburan," jawab Adel dengan nada lembut. Sekarang ini Adel sedang masak untuk sarapan mereka.
"Yeeee," teriak Daniel dengan senang. "Daniel sayang Mommy," ucap Daniel sambil tersenyum dengan manisnya sampai membuat Adel tertawa melihatnya
"Mom juga sayang Daniel," balas Adel sambil menghampiri Daniel setelah mematikan kompornya dan langsung memeluk sang buah hatinya.
Setelah pelukan itu Adel dan Daniel memakan sarapannya dengan di selingi tawa dari Adel karena melihat tingkah lucu Daniel.
Tidak beberapa lama terdengar ketukan pintu dari luar. Sepertinya ada tamu. Pikir Adel
"Sayang Mom mau buka pintu dulu ya, sepertinya ada tamu," kata Adel
__ADS_1
"Iya Mom," jawab Daniel sambil bermain dengan mobil mainannya.
"Iya sebentar,"kata Adel sambil berlari pelan ke arah pintu dan langsung membukanya
"Halo Adel!!," teriak Devina dengan suara yang sangat berisik menurut Adel dan hal itu membuat Adel meringis sambil menutup telinganya
"Aissshh, kau ini gak usah teriak-teriak dong Dev," kata Adel sambil masuk kembali ke dalam rumahnya dan diikuti oleh Devina di belakang
"Ya elah lo Del, lo kan tau gue kangen sama lo"ucap Devina sambil mengerucutkan bibirnya. "Kitakan jarang bertemu ya wajarlah aku teriak gitu," lanjut Devina sambil duduk di sofa dekat Daniel.
"Iihh keponakan Aunty makin ganteng ya," ujar Devina kepada Daniel sambil mencubit pipi gembul Anak itu.
"Ih Aunty jangan cubit pipi Niel," kata Daniel sambil mengelus pipinya yang di cubit Devina
"Kok gitu?" Tanya Devina
"Bukannya kita baru seminggu yang lalu ya ketemu?" Tanya Adel sambil memutar bola matanya dengan jengah
"Tapi itu kan cuma sebentar," Elak Devina
"Terserah deh," jawab Adel sambil membawa cemilan ke tempat Devina dan Daniel duduk sekarang
Devina langsung menyerup teh yang baru saja Adel letak kan dan itu membuat Adel gemas sendiri melihat tingkah sahabatnnya ini.
"Gimana kerjaan lo Del?" Tanya Devina sambil makan kue yang Adel hidangkan
__ADS_1
"Baik," jawab Adel seadanya. "Kalau lo gimana," tanya Adel balik
"Gue udah gak kerja," jawab Devina
"Kenapa?, lo dipecat ya?" Tanya Adel beruntun
"Gue gak dipecak tapi gue sendiri yang berhenti, karena Kelvin ngelarang gue kerja," jawab Devina, ya Devina sekarang menjadi penganggur gara-gara tunangannya yang sangat posesif. Kata tunanganya itu, "kamu gak usah kerja sayang, yang harus kamu lakukan itu hanya ngelayanin suami dan jaga anak kita nanti." Itulah kata Kelvin yang membuat Devina hampir mencakar wajah tampannya. Untung gue cinta. Kata Devina dalam hati
"Wihh, suami idaman banget tu Dev?" Kata Adel dengan kagum, ia sangat tau bagaiman kisah percintaan Devina ini, tidak ada yang membawa Devina ke jenjang yang lebih serius dan beberapa waktu lalu temannya ini baru saja memperkenalkan tunangannya kepada Adel. Adel yang tidak tau tentang pertunangan temannya itu langsung marah kepada Devina, namun dengan sabar Devina menjelaskan apa penyebab dia tidak mengundang Adel. "Gue tunangannya di surabaya dan itu hanya dihadiri oleh keluarga bahkan itu sangat mendadak gara-gara si Kelvin cemburu karena gue dideketin Adit lagi, lo juga lagi sibuk ngurus Daniel waktu itu jadi gue gak tega deh," itulah penjelasan Devina Untungnya Adel mengerti.
"Idaman sih idaman tapi gak harus ngekang gue juga," jawab Devina dengan kesal sedangkan Adel tidak mau lagi menimpali perkataan Devina
Sekarang sudah menunjukkan pukul satu siang dan tadi Adel sudah janji kepada Daniel jika ia akan mengajak anaknya itu ke taman hiburan.
"Daniel jadi gak ke taman?" Tanya Adel kepada Daniel yang masih meminum susu di dalam botolnya
"Jadi mom," jawab Daniel antusias dan langsung berlari ke kamarnya untuk mengambil tas kecil yang hanya diisi oleh mainan saja.
"Gue ikut lo berdua ya,"kata Devina
"Oh ya udah, kita berangkat sekarang nanti kita sampai sana bisa sore," jelas Adel
Setelah itu mereka pun menuju ke mobil milik Devina yang sudah terparkir.
"Udah siap?" Tanya Devina
__ADS_1
"Siap Aunty," jawab Daniel sambil tersenyum dan mengangkat tangannya. Merekapun meninggalkan pekarangan rumah sederhana milik Adel.