
Untuk kedua kalinya Angga memperlihatkan sisi lemahnya. Yang pertama saat Adel meninggalkannya lima tahun yang lalu.
Lalu sekarang! Saat Ayah yang ia banggakan terbukti menghianati ibunya. Apakah kesalahan ibunya sampai ayahnya berani memberi kepahitan selama ini di hidup sang Mami.
"Mami minta maaf, karena selama ini sudah menyembunyikan hal ini kepada kamu dan Amira." Ucap Devnne.
"Sebenarnya selama ini, Mami dan Papi ingin bercerai." Perkataan Devnne membuat Antony mendongak kan kepalanya. Tidak mungkin! Bagaimana bisa Devnne berbicara ingin meminta cerai kepada nya.
Antony berani bertaruh, ia tidak akan pernah menceraikan istrinya tersebut. Apapun yang terjadi di rumah tangga nya.
"Bukankah selama ini Mami dan Papi baik-baik saja." Ucap Angga. Sedangkan Adel sangat terkejut mendengar pengakuan Devnne.
"Ya, tapi Mami rasa tidak ada lagi kecocokan di antara kami." Jelas Devnne. Antony yang mendengar kata cerai yang di ucapkan oleh Devnne langsung saja mengepalkan tangannya. Baiklah sepertinya Devnne menginginkan kejadian masa lalu terulang kembali.
"Papi dan Mami akan pulang." Kata Antony langsung. Dia berdiri dan menarik tangan Devnne untuk mengikutinya. Devnne hendak melawan namun tidak bisa, karena cengkraman di tangannya semakin kencang.
__ADS_1
******
Dengan kecepatan sedang Antony membawa mobil mereka menuju mansiin utama. Sedangkan Devnne tidak membuka suara sedari tadi. Bahkan wanita yang kini memasuki usia kepala empat tersebut sedang melamun.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu." Kata Antony memecahkan keheningan yang terjadi di dalam mobil tersebut.
"Jangan membuat hal ini semakin rumit Antony." Nada suara Devnne yang begitu dingin membuat Antony kalang kabut. Sebelumnya Devnne tidak pernah berbicara dengan nada tersebut kepadanya.
"Bukan kah ini yang kamu inginkan sedari dulu? Kamu bisa kembali lagi melalukan hal yang kamu suka, yaitu selingkuh."
Mobil yang di tumpangi oleh mereka memasuki halaman utama mansion. Dengan cepat salah satu bodyguard membuka pintu untuk Devnne. Karena tadi Antony sudah menyuruhnya, agar Devnne tidak lari.
"Terima kasih Jem." Ucap Antony, dan dibalas anggukan oleh Jem. Dengan cepat Antony memegang tangan Devnne. Ketika ia melihat wanitannya ingin kabur.
"Ssssttt, jangan bertingkah sayang." Bisik Antony lalu ia dengan sengaja menjilat cuping telinga Devnne. Tentu hal itu membuat Devnne merinding.
__ADS_1
******
Saat ini mereka sudah berada di dalam kamar di lantai dua. Dengan cepat Antony mengunci pintu kamar ia tidak ingin mengambil resiko, Devnne akan kabur.
"Jika kau ingin bercerai, aku ingin meminta hak sebagai suami sah mu." Seringai di wajah Antony terlihat begitu mengerikan bagi Devnne.
"Apa maksud mu?! Jangan membuatku tambah membenci diri mu Antony!" Bentak Devnne ketika dengan perlahan Antony membuka bajunya.
"Aku hanya ingin membuatmu sadar bahwa aku tidak ingin bercerai dari mu." Seringai di wajah Antony menambah rasa takut untuk Devnne.
Devnne sangat takut, sungguh ia tidak ingin kejadian masa lalu terulang lagi. Dimana saat itu Antony 'Memperkosanya', dan itu sungguh sangat menyakitkan untuk Devnne.
"Come, Baby. Jangan takut rasanya pasti nikmat. Kita pernah melalukannya." Lalu Antony menghampiri Devnne yang sekarang sudah meringkuk di atas kasur. Antony sangat menikmati wajah ketakutan istrinya.
Terakhir mereka melakukan hubungan suami istri adalah beberapa tahun yang lalu, dimana saat itu ia memaksa Devnne untuk berhubungan.
__ADS_1
******