Nikah Online

Nikah Online
TIGA PULUH DUA


__ADS_3

Dokter berlalu lalang dari arah pintu Adel, setengah jam yang lalu menantu dari keluarga Radjasa itu mengalami kejang-kejang sehingga hampir merenggut nyawanya.


"Bagimana Dok?" Tanya Angga kepada Dokter yang bername Tag Teddy tersebut.


"Saat ini kondisi pasien masih dalam keadaan kritis, kami harap ada keajaiban dari Tuhan, jika tidak salah prediksi pasien ke kurangan darah, namun seseorang baru saja mendonorkannya." Jelas Dokter Teddy, mereka sangat berterima kasih kepada seseorang yang dengan suka rela mendonorkan darahnya untuk Adel.


"Kalau gitu saya pamit, pasien bisa di jenguk sekarang." lalu Dokter Teddy berlalu dari hadapan keluarga Radjasa tersebut.


"Kamu udah memberitahu Daniel tentang keadaan Adel?" Tanya Devnne sambil merangkul pundak anaknya yang terlihat rapuh.


"Belum Mi, Angga mohon jangan sampai Daniel tahu ini, Angga takut Daniel akan sedih nantinya."


"Baiklah sayang, kalau gitu Mami sama Papi akan pulang dan besok akan kesini lagi."   kata Devnne, lalu setelah itu ia dan Antony berlalu dari hadapan Angga yang masih terduduk di bangku yang berada di ruang tunggu tersebut.


Lalu Angga bangkit dan menuju Ruangan dimana Adel di rawat, ia membuka pintu dengan pelan hampir tidak menimbulkan suara. Saat pertama kali membuka pintu, yang Pertama dilihat Angga adalah sesosok wanita yang ia cintai tengah berbaring di atas ranjang dengan alat penopang kehidupannya.


Angga menuju ke arah ranjang lalu ia duduk di kursi yang tersedia di samping ranjang Adel, Lalu Angga memegang tangan kanan Adel yang tidak Kena infus lalu setelah itu ia mencium tangan tersebut dengan penuh kerinduan


"Tolong bangun sayang untuk aku dan anak kita, jika kamu masih marah sama aku hukum aku dengan apapun itu, tetapi tidak dengan anak kita sayang, mereka membutuh kan mu." Bisik Angga dan masih memegang tangan Adel yang pucat dan dingin.


*******


Sudah hampir satu minggu Adel mengalami koma dan sudah satu minggu juga Angga tidak pergi ke kantor, semua pekerjaan kantornya Kelvin lah yang menghandel itu.


Sedangkan Daniel masih cerewet menanya kan Adel, pasalnya mereka tidak memberitahulan Daniel jika Adel masuk Rumah sakit. Kedua bayi yang Adel lahirkan semakin menunjukkan perkembangan yang pesat namun keduanya membutuh kan asi.


Kedua Anak mereka sudah Angga namai, yang satu perempuan Anak bungsu Mereka bernama Keyra Elang Radjasa sedangkan yang anak kedua laki-laki Angga memberinya nama Lucas Elang Radjasa.


Nama Elang di tengah itu adalah singkatan dari nama Adel dan Angga. Nama Adel hanya di ambil El saja sedangkan nama Angga di ambil Ang nya saja.


Sedangkan untuk nama Daniel itu Daniel Radjasa tanpa Elang di tengah karena nama Daniel hanya Adel yang memberikannya.

__ADS_1


"Kapan Daniel akan ketemu Mommy!" Sedari tadi Anak sulung Angga dan Adel ini memaksa ingin bertemu dengan Adel.


"Sebentar sayang Oma akan telepon Dad kamu dulu ya." Ucap Devnne sambil mendial nomir Angga.


"Halo Mi.."


"Angga bagaimana ini Daniel sudah ngotot ingin bertemu dengan Adel, mami tidak ingin membuat Daniel sedih ketika melihat keadaan Adel." Jelas Devnne To the point dan membuat Angga yang berada di seberang sana menghela napas nya.


"Biarkan Daniel tau Mi, bawa dia kesini."


"Tapi----" Ucapan Devnne terpotong ketika Angga kembali berbicara.


"Mau sampai kapan kita menyembunyikan tentang Adel dari Daniel Mi, Daniel pasti akan selalu menanyakan Adel, Angga mohon Mami bawa Daniel kesini." Keputusan Angga tidak dapat di ganggu gugat lagi, lalu setelah itu Angga mematikan sambungan telepon tanpa berpamitan Kepada Devnne.


Devnne melangkah menuju Daniel yang masih menonton di sofa, Anak itu baru saja selesai makan dan juga mandi.


"Sayang." Daniel menoleh ke arah Devnne.


"Kamu mau ketemu Mom Mu?." Tanya Devnne dan dibalas Anggukan Antusias oleh Daniel.


*****


"Apakah Ada perkembangan dari kondisi istri saya Dokter?" Tanya Angga sekarang ini dokter Teddy sedang memeriksa Adel dan mengganti infus wanita tersebut.


"Jika saya lihat, nyonya sudah melewati masa kritisnya, tinggal menunggu Nyonya sadar saja, dalam kurun dua atau tiga hari lagi." jelas Teddy dan membuat Angga menghela Nafasnya lega dengan apa Yang dokter itu jelaskan.


Sebentar lagi ia dan Adel beserta anaknya akan berkumpul dan mereka akan Menepati rumah yang sudah Angga persiapkan.


"Baiklah kalau gitu saya permisi." Lalu dokter Teddy berlalu dari sana dan tidak berselang lama pintu kembali terbuka dan disana bisa Angga lihat Daniel yang langsung masuk dan berlari ke arahnya.


"Dad, kenapa dengan Mommy?" Tanya Daniel dan air mata Anaknya keluar ketika melihat kondisi Adel.

__ADS_1


"Mom sakit sayang." Angga tidak tau harus menjelaskan apa untuk anaknya ini.


"Kenapa perut Mom, kemana adik bayi?" Tanya Daniel lalu turun dari gendongan Angga dan menuju ranjang Adel.


"Adik bayi nya udah keluar sayang." jelas Angga dan membuat Daniel melihat ke arah nya.


"Lalu dimana Adik bayi nya."


"Daniel mau melihat nya, kita akan kesana sayang." Kata Angga lalu menuntun Daniel menuju salah satu ruangan yang tidak terlalu jauh dari ruangan Adel.


"Kenapa mereka disana Dad?" Tanya Daniel dengan penasaran.


"Adik bayi belum sehat sayang makanya mereka disana." jelas Angga dan Daniel hanya mengangguk saja.


Mereka memasuki ruangan itu dengan pakaian yang sudah steril lalu Daniel melihat ke arah Keyra Adi perempuannya.


"Wah! Cantik sekali." decak kagum Daniel membuat Angga tersenyum.


"Bagaimana dengan yang ini?" Tanya Angga sambil menunjuk ke arah Lucas dengan terkagum Daniel memujinya.


"Tampan sekali!, tapi lebih tampan Daniel." Ucapnya percaya diri dan Angga hanya tersenyum mendengar ucapan anak sulung nya.


"Siapa nama Adik bayi ini Dad?" Tanya Daniel.


"Yang laki-laki itu nama nya Lucas Elang Radjasa, Daniel bisa memanggilnya Lucas." Jelas Angga lalu beralih ke arah anak perempuannya.


"Dan bayi mungil ini nama Keyra Elang Radjasa, Daniel harus memanggilnya Keyra, Daniel harus janji ya untuk selalu menjaga kedua Adik bayi dengan baik."kata Angga.


"Daniel pasti akan menjaganya Dad." Ucap Daniel dengan mantap dan Angga tersenyum melihat nya. Lalu setelah itu mereka kembali ke ruangan Adel dan disana Devnne sedang berbicara kepada seseorang yang membuat Angga terdiam membeku di depan pintu Ruangan.


******

__ADS_1


__ADS_2