
Untuk sementara waktu Devnne menginap di rumah milik Angga wanita paruh baya itu masih belum bertemu dengan suaminya sejak kejadian malam yang membuat nya kembali mengingat kejahatan Antony.
Sebenarnya Devnne tidak dendam hanya saja dia kecewa dengan perbuatan Antony, mungkin menurut Antony dengan meminta maaf semuanya akan baik-baik saja padahal dia tidak tahu jika perasaan Devnne juga terluka.
Hari ini dia ingin membicarakan masalahnya dan Antony kepada Angga mungkin saja anak nya bisa membantu diri nya untuk lepas dari Antony.
"Mami udah makan?" Tanya Adel wanita itu baru saja mengantar Daniel ke tempat les nya. jam sudah menunjukkan pukul 3 sore sebentar lagi Angga akan pulang dari kantornya.
"Udah sayang, apa Keyra dan Lucas sudah mandi?" Tanya Devnne kedua anak kembar ituasih bersama baby sisternya.
"Belum Mi, Adel mau ke dapur dulu ya." Setelah itu Adel pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya. walapun masih ada pembantu akan tetapi Adel sesekali membantu saat memasak.
Daniel pulang les pukul lima sore nanti, dan masih ada waktu untuk Adel bisa memasak untuk mereka karena habis memasak ia akan menjemput Daniel. Pria kecilnya itu sudah seperti orang dewasa entahlah semenjak adik nya hadir Daniel tidak lagi manja seperti dulu kepada dirinya.
__ADS_1
"Kak hari ini masak apa?" Tanya Amira sekarang gadis itu tidak seperti dulu yang sangat jarang mengobrol dengannya. Amira lebih terbuka dan Adel suka akan hal itu apa lagi dia juga bituh teman sebaya seperti Amira.
"Soto ayam, ayam penyet dan masih ada lagi, hari ini kakak memasak semuanya berbahan dasar ayam." Jelas Adel.
"Wah enak tuh, kapan-kapan ajarin Amira memasak ya kak."
Setelah itu obrolan mereka terus berlanjut sampai jam menunjukkan pukul lima sore dan Adel baru ingat jika dirinya harus menjemput Daniel. Namun langkah Adel terhenti saat melihat putra dan suami nya pulang bersama-sama.
"Sayang!" Panggil Angga lalu memberikan kecupan hangat di bibir dan dahi istrinya. Adel tersenyum menyambut kedatangan mereka lalu dia membawa tas kerja dan juga jas milik Angga.
"Dimana anak-anak?" Tanya Angga sambil mengikutin Adel memasuki kamar mereka.
"Mereka sedang bersama babysisternya, apa tadi sang kamu ada makan?" Tanya Adel, Adel sungguh khawatir dengan Angga karena pria itu bisa melupakan makan siang nya jika sudah bekerja. Sungguh rasanya Adel ingin memberikan pelajaran untuk Angga karena selalu tidak menurut jika soal makan.
__ADS_1
"Sudah, aku makan siang bersma klien tadi." Jawab Angga lalu pria itu menarik Adel ke pelukannya dan sekali lagi memberikan ciuman kepada sang istri.
"Aish lepas, cepat mandi kita akan terlambat untuk makan malam nanti." Adel menyudahi ciuman mereka karena dia akan tahu kemana akan berakhirnya itu.
"Aku merindukan mu, bisa kah kita melakukannya sekarang?" Tanya Angga dengan wajah memelas.
"Tidak, cepat mandi." Tolak Adel lalu wanita itu berlalu dari hadapan Angga. Adel langsung keluar dari kamar mereka.
Angga yang sempat melihat wajah memerah Adel menjadi tersenyum, istrinya masih saja tersipu jika mereka melakukan ciuman.
lalu Angga masuk ke kamar mandi, sungguh hari ini ia sangat lelah Namun semuanya terbayarkan karena senyum dari Adel dan juga anak-anaknya. Angga berdoa semoga kebahagian keluarga kecilnya tidak pernah diganggu oleh siapapun.
Angga berjanji akan selalu berusaha membuat orang-orang yang dia cintai bahagia. Namun dia harus menyelesaikan masalah kedua orang tuanya, dia tahu jika ibunya masih mencintai ayah nya, namun karena sakit hati Devnne ingin berpisa dari Antony sungguh Angga tidak ingin hal itu terjadi di keluarga, sebuah perpisahan itu tidak ada di keluarga Radjasa.
__ADS_1
selesai mandi Angga mengambil baju yang sudah Adel siapkan, dan dia langsung menuju ke meja makan yang sudah ada ibu, Amira Adel serta anak-anaknya. Ayahnya tidak ada disini karena keduanya masih perang dingin.
.....