
"Aku berencana Honeymoon kita di percepat". kata Angga sambil membelokkan mobilnya menuju gang yang akan membawa mereka ke tujuan. Setelah sekitar lima belas menit di jalan akhirnya mereka sampai di rumah.
"Tapi bagaiman dengan Daniel?"
"Kita akan menitip nya bersama Papi dan Mami." Jawab Angga sambil turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Adel.
"Apakah tidak merepotkan mereka?" Tanya Adel lagi, Adel sangat takut jika Daniel membuat repot mertuanya, apa lagi sekarang Daniel sudah mulai sekolah dan juga sangat aktif.
"Tidak sayang, Mami pasti senang jika Daniel ikut bersamanya."
Adel hanya pasrah ia tidak bisa lagi membantah, jika Angga sudah memaksanya.
Mereka masuk dan bisa mereka lihat jika Daniel sedang duduk menonton bersama Amira dan kedua orang tua Angga.
"Mom!" Teriak Daniel dan berlari memeluk Adel.
"kita jadi kan jalan-jalannya Mom?" Tanya Daniel dan beralih ke arah Angga, ia mencium Pipi Angga dan begitupun dengan Angga, sungguh Angga benar-benar merindukan anaknya ini, padahal ia hanya setengah hari saja di kantor.
"Ya, dan Dad akan mengantar." Bukan Adel yang menjawabnya melainkan Angga.
"Yeeyy, Daddy akan ikut bersama kita?"
__ADS_1
"Iya sayang." Jawab Angga dan setelah mereka bertiga berpamitan dengan kedua orang Tua Angga dan juga Amira.
Rencana mereka hari ini adalah, akan pergi ke salah satu kebun binatang yang juga hiburan yang cukup terkenal di jakarta. Banyak Hewan dan tumbuhan yang dapat menjadi pelajaran bagi siapa saja yang berkunjung ke sana. Tak terkecuali Daniel dan orang tuanya.
Daniel sunggu Aktif ketika menanyakan beberapa hewan yang tidak ia ke tahui namanya dan Angga maupun Adel menjawab dengan antusias juga.
Setelah selesai dari kebun binatang mereka pergi ke salah satu restouran terkenal jakarta, Adel yang cukup tahu jika Restoran tersebut menyajikan makanan dengan harga fantastis mengurungkan niatnya dan mengajak Angga dan Daniel ke arah Cafe kecil.
"Kita pergi ke cafe yang berada di persimpangan saja ya." Kata Adel ketika melihat Angga hendak membelokkan mobil ke Restoran mewah tersebut.
"Kenapa?, Kau tidak suka makan disini?"
"Bukan begitu, hanya saja kelihatannya Restoran ini mahal sekali." Cicit Adel di akhir kalimatnya.
"Aku punya uang sayang, jadi jangan khawatir." Ucap Angga dengan nada sombong
"Sombong!" Cibir Adel, tetapi ia tetap mengikuti langkah Angga dan Daniel yang memasuki Restoran itu.Angga memesan tempat duduk yang dekat dengan kolam yang menyajikan pemandangan begitu indah, bahkan Daniel menatap takjub sebuah kolam ikan yang dihias sedemikian rupa.
"Dad, Niel mau ikan itu." Tunjuk Daniel
"Sayang itu sangat mahal dan juga kamu kan udah punya peliharan Chiko---Chiko adalah nama kucing yang dibeli oleh Antony untuk Daniel saat ia pergi ke Las Vegas saat itu.
__ADS_1
"Dad, akan membelinya untukmu sayang." Kata Angga sambil mengelus puncak kepala Daniel. Adel yang mendengar itu hanya bisa melotokan matanya ke arah Angga, namun alih-alih menyeramkan malah terlihat menggemaskan di mata Angga.
****
Devina baru saja selesai mandi, hari ini rencananya ia dan Kelvin akan pergi ke salah satu perusahan milik Angga yang berada di singapura. Dalam hati Devina, sungguh sangat beruntung sahabatnya itu, mendapatkan seorang Angga Radjasa yang luar biasa kaya.
Namun Devina juga sangat beruntung karena dari sana ia bisa bertemu dengan seorang Kelvin Aldebara yang notabene-nya tangan kanan Angga. Devina sungguh tidak menyangka jika ia akan bertemu dengan seorang Kelvin yang begitu mencintainya, tidak seperti mantan-mantannya yang lain.
Dan juga pernikahannya dan Kelvin akan dilaksanakan bulan depan, sungguh Devina sangat bahagia, ketika Kelvin melamarnya dan membawa Devina untuk diperkenalkan kepada orang tua Kelvin. Sunggu saat bertemu dengan ibu dan ayah Kelvin Devina sangat takut bahkan ia sudah pucat sebelum turun dari mobil Kelvin.
Ia kira ibu atau pun ayah Kelvin tidak menyukainya, namun semua itu sirna karena Ibu Kelvin menyambutnya dengan hangat dan memelukkan. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Devina untuk mengakrabkan diri kepada orang tua Kelvin karena mereka pun sangat welcome kepadanya.
"Kau sudah siap?" Tanya Kelvin yang sudah lengkap dengan setelahnya.
"Ya, apakah kita akan langsung terbang kesana malam ini?" Ucap Devina memastikan pasalnya sekarang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Iya, kita menggunakan jet pribadi, jadi jangan khawatir sayang."
Devina hanya mengangguk saja tanda ia mengerti, tadinya ia sungguh sangat tidak paham karena terbang pada saat hampir tengah malam namun ia juga lega karena bos Kelvin itu memberikan fasilitas yang sangat memuaskan bagi tangan kanannya ini.
Mereka berangkat menuju landasan, hanya ada keheningan saat di perjalanan. Kelvin mengenggam tangan Devina sangat erat, ia sungguh mencintai wanita yang sekarang berada di dekapannya.
__ADS_1
Stay with me." bisik Kelvin dalam diam nya.
*****