
Angga kembali ke kamarnya, ia melihat kamarnya sekali lagi dan dikamar inilah ia dan Adel menghabiskan malam yang sangat menggairahkan bagi mereka. Tetapi pikiran itu langsung di tepis olehnya bukan mereka yang bergairan namun ia sendiri, malam itu ia bisa melihat air mata yang Adel keluarkan dan hal itu membuat Angga sangat menyesal.
Ketika pandangannya jatuh ke atas nakas tiba-tiba mata nya melihat kertas berwarna putih yang terselip di bawah ponselnya. Angga langsung melangkah menuju ke arah nakas dan mengambil kertas itu. Dan langsung membukanya dan disana ada sederet kalimat yang membuat pertahanan Angga runtuh cinta nya pergi dan ia bisa melihat jika cincin pernikahan milik wanita itu berada di samping ponselnya.
Surat itu membuat kemarahan Angga makin menjadi dan menghancurkan seluruh isi kamarnya.
Dear, Angga
Maaf jika kau sudah membaca pesanku ini, aku tidak ada lagi bersama mu. Sebenarnya aku sangat mencintaimu namun aku tau jika kau dan aku itu sangat jauh berbeda. Cinta tidak cukup untuk kita yang lebih penting dari itu adalah restu dari keluarga mu. Aku tidak ingin membuat keluargamu lebih membenciku lagi, kau tau jika ayahmu tidak merestui hubungan kita terlebih kamu sudah memiliki jodoh yang dipilihkan oleh orang tua mu. Aku harap kamu bisa mengerti dan aku harap kamu bisa melupakan ku dan tentang kita. Setelah ini aku tidak akan lagi menganggu hidupmu dan aku harap kamu bisa menerima wanita yang ayahmu jodohkan itu. Selamat tinggal I LOVE YOU my husband.
__ADS_1
Your wife
Adel
Angga duduk di pojok kamarnya dan menangis ia sangat menyesal dengan hal ini, coba saja ia tidak mempertemukan Adel dengan keluarganya pasti hal ini tidak terjadi. Angga berdiri dan langsung memasukkan pakaiannya ke dalan koper setelah itu menyeret nya ke luar dari kamarnya disana orang tuanya dan adinya masih berdiri dan melihat Angga dengan tatapan memohon.
"Sayang, kita bisa membicarakan ini," ucap Devnne sambil menghentikan langkah Angga
"Aku akan kembali ke rumah ini jika istriku kembali!" Kata Angga dengan nada dingin
__ADS_1
"Baiklah kita akan mencari Adel tetapi Mami mohon jangan keluar dari rumah ini" kata Devnne dengan memelas
Angga tidak mendengar perkataan Devnne dan langsung melanjutkan langkahnya, ia akan memulai hidupnya yang baru tanpa istri. Ia akan berusaha mencari keberadaan Adel dengan kekuasaannya.
Angga memasuki mobilnya dan setelah itu menghidupkan mobilnya, tanpa mau mendengar panggilan ibunya lagi. Mobil Angga meninggalkan rumah besar itu yang memiliki kenangan yang sangat menyenangkan baginya dan juga sangat meyakitkan bagi Adel.
****
Adel baru saja turun dari pesawat dan akan kembali ke kost kecinya untung ia tidak menyuruh ibu pemilik kost itu menyewakan Kost nya. Adel menaiki taxi setelah lebih dari empat puluh menit berada di dalam taxi akhirnya Adel sampai juga. Ia belum memberitahukan kedatangan mendadaknya kepada Devina, mungkin nanti jika Adel tidak lupa.
__ADS_1
Adel membuka pintu kost nya baru sehari tidak berada di kost ini rasanya Adel merindukanya setengah mati. Adel langsung merebahkan tubuhnya ke atas kasur usang yang hanya dapat menampung dirinya saja. Tidak beberapa lama Adelpun tertidur.
Mungkin menjauh adalah keputusan terbaik buat Adel, karena Adel pikir tanpa restu dari orang tua Angga mungkin kehidupan rumah tangganya tidak bisa berjalan dengan lancar. Biarlah waktu dan takdir yang membuat semuanya baik-baik saja.