
"Daniel pasti akan menjaganya Dad." Ucap Daniel dengan mantap dan Angga tersenyum melihat nya. Lalu setelah itu mereka kembali ke ruangan Adel dan disana Devnne sedang berbicara kepada seseorang yang membuat Angga terdiam membeku di depan pintu Ruangan.
"Mom!" Teriak Daniel lalu berlari ke arah Adel yang sudah bangun dari komanya, beberapa menit yang lalu.
Daniel langsung memeluk Adel yang duduk di atas ranjang rumah sakit, Adel dengan senyumannya menyambut pelukan hangat dari Daniel.
Lalu Adel mencium seluruh wajah anaknya yang membuat Daniel tambah merasa kegelian.
"Hahah sudah Mom." Kata Daniel sambil memegang wajah Adel yang mencium nya, seketika Adel berhenti.
"Bagaimana kabar kamu sayang?" Tanya Adel sambil membawa Daniel duduk di sebelahnya.
"Baik Mom, aku dan Daddy baru saja melihat Adik bayi." Daniel dengan antusias menceritakan tentang Adiknya kepada Adel, sedangkan Adel melirik sebentar ke arah Angga tanpa ekspresi.
"Mommy nama Adik bayi tadi, Keyra sama Lucas."
"Wahh, bagus sekali, apakah Daniel yang memberi mereka nama?" tanya Adel sambil membersihkan rambut Daniel.
"Bukan Mom, Dad yang memberi mereka nama." Jawab Daniel dan membuat Adel berhenti mengurus rambut Daniel.
"Daniel ikut Oma beli makanan di kantin ya." Ajak Devnne dan untungnya anak itu menuruti apa yang Devnne katakan.
Lalu Devnne dan Daniel berlalu dari ruangan tersebut, Hanya ada Adel dan Angga di sana. Angga menutup pintu lalu mengunci pintunya ia berjalan mendekat ke arah Adel namun dengan cepat Adel membaringkan tubuhnya dan membelakangi Angga.
"Sayang----" Perkataan Angga terhenti ketika melihat Adel mengangkat tangannya dan menyuruhnya diam, Angga tidak berkutik sebenarnya dia ingin menjelaskan apa yang terjadi dengan diri nya dan Si ****** Anggun namun sepertinya istrinya ini masih marah kepadanya.
__ADS_1
Angga menghembuskan napasnya lalu duduk di kursi ia masih di belakang Adel, wanita itu enggan melihat dan berbicara kepadanya.
"Kamu gak mau jenguk anak kita, mereka sangat cantik dan tampan." Kata Angga memulai percakapan di antara mereka.
Adel hanya diam, masih tidak ingin berbicara kepada Angga yang berusaha mencairkan suasana di antara mereka.
Angga hendak memegang bahu Adel namun tidak jadi ketika mendengar istrinya berbicara, setelah sekian lama ia terdiam.
"Kata dokter aku akan pulang dua hari lagi, setelah pulang aku akan melanjutkan pendidikan ku." Kata Adel tetapi masih membelakangi Angga.
Angga mengepal kan kedua tangannya, ia tidak akan mengijinkan Adel melanjutkan pendidikan nya, bukan karena apa ia sangat tidak suka jika nanti ada laki-laki lain yang mendekati istrinya ini, apa lagi Adel masih muda, dua pulih tiga tahun masih bisa melanjutkan kuliahnya.
"Aku tidak akan mengijinkannya!" Kata Angga lalu ia membalikkan badan Adel agar mereka bisa berhadapan.
"Oh! Jadi kamu ingin aku menjadi wanita bodoh!! Yang akan kamu peralat seumur hidup kamu!." Kata Adel dengan jengkel dan wajah memerah, sedangkan Angga masih tidak mengerti apa yang Adel katakan.
Apa maksudnya?
"Apa maksud kamu sayang." Tanya Angga dengan Lembut ia tidak ingin terbawa emosi dan membuat mereka bertengkar, masalah minggu lalu saja belum selesai dan Angga sangat menghindar pertengkaran di antara mereka terjadi gara-gara hal sepele seperti ini.
"Hah! Kamu pura-pura gak ngerti atau kamu emang gak mau ngerti dasar bodoh!" baru kali ini Angga mendengar Adel mengumpat terlebih setelah masalah minggu lalu dan istrinya semakin berubah.
"Sayang----" namun perkataan Angga hanya tinggal di tenggorokan saja karena mendengar perkataan Adel.
"Ah aku tau kenapa kamu sangat tidak setuju aku meneruskan pendidikan ku, apa kamu ingin melihat aku menjadi orang bodoh di depan wanita itu atau kamu ingin meninggalkan ku saat kamu tahu jika aku ini adalah wanita miskin yang bodoh dan tidak berpendidikan!" Dengan emosi Adel mengatakan apa yang ada di pikiran nya tanpa memperdulikan perasaan Angga.
__ADS_1
"Aku tidak mengijinkan kamu untuk sekolah bukan karena itu sayang, tapi kamu harus tahu jika, kamu itu udah memiliki anak dan suami kamu hanya perlu fokus untuk merawat dan memperhati kan kami." Jelas Angga.
"Alasan! Jadi kamu pikir aku ini babysister!"
"Bu...bukan gi---" perkataan Angga terpotong ketika seseorang tiba-tiba mengetuk pintu.
Angga berdiri dan melangkah menuju pintu lalu ia membuka pintu dan bisa ia lihat jika yang mengetuk pintu itu adalah Daniel.
Anak sulungnya tersebut sepertinya menghindari Devnne yang sepertinya ingin menahan cucunya itu untuk mengetuk pintu.
"Mommy!" Teriak Daniel sambil menuju ke arah Adel.
"Sudah makan sayang?" Tanya Adel
"Iya Mom, Daniel udah beliin buat Mommy bubur." Kata Daniel sambil menunjukkan kantong plastik yang ia bawa.
"Terima kasih sayang."
Lalu Angga membantu Daniel mengambil piring dan sendok di atas nakas samping Adel, lalu setelah itu ia memindahkan Bubur tersebut ke piring tadi.
Setelahnya Daniel menyuapi Adel, namun dengan Alasan mengantuk Daniel meminta Angga yang kembali meyuapi Adel.
Sedangkan Adel hanya pasrah, ia tidak ingin melawan Angga ketika ada Daniel dan Devnne karena itu bisa membuat Daniel sedih.
Devnne dan Daniel pamit pulang setelah bubur Adel habis, tidak lupa Daniel mencium kedua orang tuanya, lalu mereka berlalu dari sana. Adel sudah kembali tidur ia tidak ingin meneruskan perdebatan mereka tadi dan membuat dirinya kembali teringat tentang kejadian Minggu lalu sampai membuat kedua bayinya lahir sebelum waktu nya.
__ADS_1
*******