Nikah Online

Nikah Online
DUA PULUH TUJUH


__ADS_3

Kehidupan keluarga Radjasa makin hari semakin bahagia terlebih perusahaan yang dibangun oleh Angga di daerah kalimantan akhirnya selesai juga.


Dan perusahaan itu milik istrinya, perusahaan yang bergerak di bidang Fashion dan kuliner adalah salah satu impian Adel, ya walapun ia tidak lagi melanjutkan kuliahnya.


Ia hanya ingin fokus dengan anak dan suaminya, terlebih kandungannya sekarang berumur tujuh bulan dan ia butuh istirahat yang ekstra agar saat melahirkan tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Saat memeriksa kandungan tiga bulan yang lalu, Adel baru tahu jika ia mengandung anak kembar dan itu sungguh kejutan yang luar biasa bagi mereka semua.


Sekarang Adel sedang mengantar kopi untuk Angga, suaminya itu bekerja dari rumah saja, saat beberapa hari yang lalu Adel merasa kontraksi pada perutnya dan itu membuat Angga sangat kwatir.


Dan dengan sigap Angga memindahkan semua pekerjaannya dari kantor ke rumah saja, sampai waktunya Adel melahir kan.


"Sayang aku kan sudah bilang jika kau jangan melakukan apapun, ini bisa membahayakan kamu dan baby-nya." Kata Angga dengan kwatir dengan cepat ia mengambil kopi yang Adel bawa.


"Ini tidak berat kok." Jawab Adel dengan duduk di sofa yang berada di ruang kerja Angga.


"Walapun Tidak berat tetapi tetap saja itu bahaya sayang." Kata Angga tidak mau kalah dan Adel hanya memutar bola matanya saja.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi."


Dan setelah itu mereka hanya diam dengan Angga yang kembali sibuk dengan pekerjaanya dan Adel yang sedang membaca novel yang ia suka.


Angga sudah tahu jika beberapa bulan ini istrinya itu sangat suka membaca novel, apa lagi novel yang berceritakan Romantis.


Sekitar dua jam akhirnya pekerjaan Angga sudah selesai, Angga melihat ke arah dimana istrinya berada, dan bisa ia lihat jika Adel masih betah dengan bacaannya.


"Sayang." Panggil Angga, ia berjalan menuju arah Adel yang tidak mengubris panggilannya.


Angga duduk di samping Adel, tangannya berada di atas perut besar Adel, perut Adel lebih besar karena ia mengandung Anak kembar dan itu membuat Angga kwatir jika Adel bisa kenapa-napa nantinya.


"Wow! Kau sangat agresif baby." Kata Angga dengan takjub bahkan Adep sampai tersentak kaget oleh keaktipan yang anak-anaknya lakukan saat berbicara dengan Angga.


"Kau tidak apa-apa sayang."


"Ya, hanya saja baby di dalam perut ku sangat aktif saat berbicara kepada mu." Kata Adel dengan senyuman yang mengiasi wajahnya.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita kembali ke kamar, aku tidak ingin kau terlalu kecapeaan saat duduk, itu tidak baik untuk saat melahirkan nanti sayang." Jelas Angga dan menuntun Adel ke arah kamar mereka.


Angga membawa Adel ke arah kamar, hari mulai siang dan ia perlu mengerjakan sesuatu yang tentunya Adel tidak tahu.


"Nanti malam kita keluar ya." Kata Angga sambil membaringkan Adel dengan hati-hati ke atas ranjang.


"Apa da sesuatu yang aku lewatkan, kenapa harus malam keluarnya?"


"Kita jarang keluar berdua sayang, jadi sebelum kamu melahirkan aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu." Jelas Angga, ia tidak ingin sampai Adel tahu apa yang akan ia lakukan nantinya.


"Baiklah. apa Daniel akan ikut nanti." Tanya Adel


"Ini hanya kita berdua saja sayang."


"Okey."


setelah itu Adel tidur dan Angga kembali ke ruangannya, jangan sampai rencananya gagal kali ini, karena ini momen yang sangat bagus bagi Angga.

__ADS_1


*****


 


__ADS_2