
Masih segar di ingatan Angga. Tadi saat ia masih di kantor rasanya dia tidak sabar untuk pulang. Namun saat tiba di rumahnya, ia mendengar pertengkaran dari orang tuanya. Dia di kejutkan dengan kejutan yang baru saja ia dengar dari mulut sang ibu.
Sepertinya Adel dan yang lainnya sedang tidak ada di rumah. Mungkin mereka sedang keluar berbelanja. Maid tidak berani keluar saat mendengar pertengkaran yang baru pertama kali mereka dengar dari Nyonya besar dan Tuan besar mereka.
Devnne dan Antony masih belum sadar dengan kedatangan Angga. Saat ini Angga tepat berdiri di ambang pintu.
Flashback on.
Saat itu Devnne sedang duduk di taman yang berada di rumah Anak, menantunya. Dan dari arah belakang Antony berjalan menuju ke arah Devnne.
Antony memulai obrolan mereka. Namun Devnne tidak merespon, sampai saatnya Antony lagi-lagi meminta maaf atas kesalahan yang dulu ia lakukan.
"Sayang .... Aku minta maaf atas kejadian waktu itu. Kamu tahu jika dia yang menggoda ku." Jelas Antony dan lagi Devnne kembali bungkam.
"Aku mohon kita kembali seperti dulu lagi." Mohon Antony lalu berlutut di depan Devnne.
"Kamu pikir! Setelah apa yang kamu lakuin ke aku itu semuanya dapat kembali lagi? Lalu kenapa kalian bisa melakukan hal menjijikan itu, jika kamu tidak tergoda?." Tanya Devnne dengan sarkatik. Wajahnya memerah dan matanya pun begitu.
Antony hanya diam. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Benar ini semua karena dia juga tidak bisa menahan nafsuh bejatnya.
"Kamu gak bisa jawab! Karena faktanya, kamu memang penghianat! Dan itu benar-benar membuatku muak!." Tekan Devnne. Dan akhirnya airmata wanita paruh baya tersebut lagi-lagi terjatuh untuk kesekian kali nya.
"Apakah tidak ada kesempatan untuk ku?. Aku ingin memperbaiki ini sayang." Kata Antony dengan wajah memelasnya. Biasanya wajah itu dapat membuat Devnne luluh. Namun tidak untuk saat ini dan seterusnya. Karena wajah yang seperti itu benar-benar membuat Devnne muak.
"Aku tanya sama kamu!. Jika gelas yang jatuh dan pecah apakah kamu bisa memperbaikinya? Walapun kamu bisa memperbaikinya namun gelas itu tidak bisa lagi kembali utuh. Karena apa? Karena bekas dari pecahnya tersebut tidak bisa kamu perbaiki dengan apapun. Begitupun dengan perasaan dan hati aku!." Jelas Devnne sambil air matanya mengalir.
Sedangkan Antony tiba-tiba kehilangan suaranya. Benar kata Devnne. Apa yang sudah rusak tidak akan pernah lagi bisa di berbaiki dengan utuh.
__ADS_1
"Jika kamu masih ingin rumah tangga kita baik-baik saja. Jangan pernah mengungkit masalah ini lagi dan berbicara hal ini di depan Anak-anak ku. Terutama Angga." Ucap Devnne lalu ia berbalik. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Angga di depan pintu sambil menatap ke arahnya dan Antony.
"Ang...Angga." Panggil Devnne terbata-bata.
Flashback off.
"Apa maksudnya itu Mami?" Tanya Angga sambil berjalan ke arah orang tuanya.
"Say...Sayang, kamu sudah pulang?" Tanya Devnne Ambigu. Sedangkan Antony dengan cepat menghapus air matanya.
"Jangan Mengalih kan pembicaraan Mi!." Tekan Angga. Dan itu membuat Devnne putus asa. Apakah harus hari ini rahasia yang sudah lama ia tutup dan terbongkar di depan anaknya.
Devnne tidak ingin anak nya tahu. Jika Angga tahu maka dengan itu ia harus kembali lagi bersama Antony.
"Pi ... Tolong jelasin apa maksud dari ucapan Mami tadi?!"
******
Adel dan Amira, serta Daniel dan Si kembar sedang berkeliling di toko mainan. Hari ini Adel akan memberika kepuasan bagi Daniel untuk berbelanja mainan.
"Mom ... Bagaimana dengan yang ini?." Tanya Daniel sambil mengangkat mainan mobil-mobilannya.
"Jika kamu menyukainya, kenapa tidak sayang?" perkataan Ad membuat Daniel tersenyum lebar.
"Thank you Mom." Ucap Daniel dengan tulus. Lalu Daniel kembali sibuk dengan memilih mainan yang ia sukai.
Mereka berkeliling di Mall hampir dua jam lebih. Saat jam menunjukkan pukul 6 sore barulah Adel dan Amira membawa si kembar dan Daniel pulang.
__ADS_1
Saat tiba di rumah, Amira membawa Keyra menuju kamarnya. sedangkan Alden dan Daniel sudah di bawa oleh baby sister menuju kamar juga. Adel melihat mertua dan suaminya duduk di ruang tamu.
Ada yang beda aura yang di keluarkan oleh ke tiganya. Dan itu membuat Adel sangat penasaran.
"Sayang, kapan kamu pulang?" Tanya Adel sambil berjalan menuju Angga yang tidak menyahut nya.
"Pi, Mi udah makan?"
"Udah sayang." Jawab Devnne.
Adel duduk di samping Angga, dengan cepat Adel mengecup pipi suaminya tersebut. Dan itu membuat Angga terkejut.
"Kapan kamu pulang sayang?" Tanya Angga, dia terkejut dengan adanya Adel di sampingnya.
"Ais, kenapa malah balik nanya sih, aku baru aja tiba di rumah." Jawab Adel dengan memutar bola matanya.
"Ya .... Maaf, si kembar sama Daniel udah tidur?"
"Iya ... Tadi sama Amira dan babysister." Jawab Adel.
"Kenapa belum ganti baju?"
"Ada yang mau Mami dan Papi ceritain." Kata Angga dan langsung menatap ke arah kedua orang tuanya.
Sedangkan Devnne dan Antony saling menatap. Devnne menghela napas sebelum memberitahukan rahasia yang selama ini mereka tutupi dari kedua anaknya tersebut.
*****
__ADS_1