Nikah Online

Nikah Online
TIGA PULUH DELAPAN


__ADS_3

Jam 05 : 00 Adel bangun, seperti biasa ia bangun tanpa sehelai benang pun, padahal ia sudah sangat lelah kemaren tetapi Angga memaksa meminta jatah. Terpaksa ia melayani suaminya itu, bukan terpaksa sih dia juga menikmatinya pada akhirnya.


Seperti hari-hari lalu Adel bangun lalu membersihkan dirinya, setelah itu sebelum menuju dapur ia mencium kening Angga terlebih dahulu, entah kenapa Adel mulai terbiasa dengan kegiatannya tiap pagi yaitu mencium kening suaminya.


Lalu Adel pergi menuju dapur, ia dan Angga masih di kamar bawah karena ia merasa sangat nyaman di kamar tersebut. Hari ini ia akan memasak sarapan mereka yaitu, nasi goreng mata sapi kebetulan hari ini Daniel tidak ke sekolah jadi mereka memiliki waktu untuk family time, walapun Angga sibuk dengan urusan kantor tetapi ia tetap akan meluangkan waktu untuk Adel dan anak-anaknya.


"Morning sayang!" Sapa Angga sambil memasang baju kaosnya, masih dengan rambut yang acak-acakan tetapi masih terkesan tampan, yah walapun umur sudah tiga puluh dua tahun tetapi Angga tetap gagah di ranjang.


"Morning too." Sahut Adel sambil menata piring di meja, hari ini ia memasak sendiri karena asisten mereka sedang ijin.


"Kemana Daniel?" Tanya Angga yang masih belum melihat keberadaan bocah tampannya tersebut.


"Masih belum bangun, kamu tolong bangunin ya."


"Siap Bos!" Ucap Angga lalu berjalan menuju kamar Daniel, untuk membangunkan anaknya tersebut.

__ADS_1


Mereka makan dalam hening, sesekali Daniel bercerita tentang sekolahnya dan juga teman-temannya yang lain. Rencananya hari ini mereka akan pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin si kembar.


"Apakah tidak ada yang ketinggalan sayang?" Tanya Angga, setelah mereka makan tadi akhirnya hari mereka akan pergi ke rumah sakit.


"Tidak ada, Daniel kamu sudah membawa tas kecil milik Adik bayi kan?" Tanya Adel sambil melihat anaknya yang sekarang duduk di bagian belakang bersama babysistter.


"Sudah Mom, ada di dekat Mbak Yuni." jawab Daniel, Mbak Yuni adalah salah satu Babysistter yang menjaga si kembar.


Setelah itu mereka berangkat, meninggalkan perkarangan mansion, di dalam mobil sangat berisik karena ocehan Daniel dan juga Keyra yang terus menanggapi perkataan Daniel dengan ocehan bayi nya juga, sedangkan Lucas hanya diam, anaknya itu malah tidur dengan nyaman.


*****


Ia berjalan memasuki  restoran tersebut dan sambil melihat sekitar mencari seseorang. Di sana, di meja yang beberapa meter di depannya terdapat seorang pria paruh baya.


Sebelum ia melangkahkan kakinya ia menarik dan menghembuskan napas nya. Itu yang selalu ia lakukan, jika sedang berhadapan dengan pria tersebut.

__ADS_1


"Hay apa kabar sayang." Tanya pria tersebut kepada sang wanita.


"Baik." Balas nya dengan di hiasi senyum tipis yang tersungging dari bibir nya. Setelah itu mereka duduk. tanpa ciuman yang di berikan oleh si wanita kepada pria tersebut.


"Apakah kita langsung mengunjungi Angga dan Istrinya?" Tanya pria tersebut.


"Ya.." Jawab nya singkat.


"Devnne, apakah kamu mau ini." Pria tersebut yang tak lain adalah Antony, menawarkan puding kesukaan sang istri.


Ya itu adalah Devnne dan Antony, sudah satu minggu berlalu, sehabis dari jerman kemaren. Antony kembali melanjutkan perjalanan nya ke paris, namun Devnne tidak ikut. Hanya Antony dan Devnne yang tahu apa permasalahan mereka.


Antony melihat sang istri yang terlihat cuek kepadanya, sudah lama rasanya ia tidak mengobrol akrab dengan Devnne. Setelah beberapa tahun lalu sejak perselingkuhannya di ketahui oleh Devnne.


Semenjak saat itu keharmonisan yang terjalin di antara mereka seketika sirna, tanpa sisa. Selama ini mereka hanya bersandiwara di depan Angga dan Amira, mereka tidak ingin permasalahan di antara mereka bisa mempengaruhi Angga dan Amira.

__ADS_1


Mereka pergi dari restoran setelah Antony membayar, dengan Devnne di belakang Antony tanpa memegang tangan atau apa pun.


*****


__ADS_2