Nikah Online

Nikah Online
EMPAT BELAS


__ADS_3

Adel yang mendengar Daniel memanggil Angga, Uncle menjadi sedih, ia tahu jika Angga pasti kecewa.


"Daniel," Panggil Adel


"Iya Mom...."Daniel duduk disebelah Adel yang baru saja datang dari dapur. Sedangkan Angga ikut duduk namun tidak mengeluarkan suara sama sekali.


"Mom ingin mengatakan sesuatu kepada Daniel, Tapi Daniel janji jangan marah sama Mom ya" Kata Adel, sedangkan Daniel yang mendengar itu menjadi heran bagaimana bisa ia marah kepada Mommy yang selalu ada untuknya.


"Iya Mom Daniel janji gak akan malah (marah) Daniel sayang sama Mommy" kata Daniel dengan suara cadelnya, Angga yang melihat itu menjadi terharu, bagaimana Daniel yang sangat menyayangi Adel dan begitupun sebaliknya. Dan bagi Angga keduanya sangat berarti.


"Sebenarnya Om itu adalah..."kata Adel sambil menunjuk Angga kepada Daniel. "Deddy Daniel.."akhirnya kata itu keluar dengan mulus dari bibir Adel.


Daniel yang masih belum paham hanya bisa bengong dan tidak memberikan reaksi apa-apa. Sedangkan Angga menunggu dengan cemas, ia takut jika Daniel tidak menerima ia menjadi ayahnya.


"Maksud Mom?" Tanya Daniel dengan sambil melirik ke arah Angga, sedangkan Angga menunggu dengan cemas, ia takut jika Daniel tidak menerimanya sebagai Daddy.


"Maksud Mom adalah Uncle Angga itu sebenarnya Daddy Daniel, yang selama ini Daniel cari," Jelas Adel sambik menatap kearah Daniel yang kini mata jernih itu berkaca-kaca.


Daniel langsung turun dari sofa dan berlari ke arah Angga dan menubruk tubuh lelaki itu, sedangkan Angga dengan sigap menahan tubuh kecil Daniel yang memeluknya sambil menangis dengan sesegukan, ia baru merasakan pelukan dari seorang ayah yang selama ini ia rindukan.


Adel yang melihat itu ikut menitikkan air matanya, ia terharu karena apa yang selama ini Daniel inginkan tercapai juga dan Adel tahu jika apa yang terjadi di kehidupannya sekarang adalah karena keegoisannya.

__ADS_1


Adel ikut memeluk kedua irang yang sangat ia cintai itu sedangkan Angga bernafas lega karena ia bisa memeluk dan kembali lagi bersama keluarga kecilnya yang selama ini ia impikan.


"Daniel kangen sama Daddy," Ucap Daniel Dengan sesegukan. " Daddy kemana Aja?" Tanya Daniel Lagi dan melepaskan pelukan mereka.


"Daddy juga kangen sama Daniel dan Mommy,"Jawab Angga. "Selama ini Daddy kerja sayang untuk membeli mainan mobil yang bagus untuk Daniel," Bukan Angga yang menjawab melainkan Adel, Adel tahu jika Angga pasti bingung ingin menjawab apa.


Dari lantai dua Kelvin dan Devina melihat keluarga bahagia itu dan juga ikut terharu karena baru pertama kali bagi Kelvin melihat Angga menangis dan tersenyum, sedangkan Devina ikut bahagia karena sekarang sahabatnya sudah bertemu kembali dengan ATM berjalannya yang Adel cintai.


"Bukankah mereka Sweet?" Tanya Devina kepada Kelvin yang masih menatap Tuannya itu, Kelvin yang mendengar hal itu membalik badannya untuk menghadap ke arah sang calon istri.


"Ya mereka memang manis," Jawab Kelvin sambil memegang tangan Devina yang berada di hadapannya." Namun Akan lebih Sweet lagi jika itu kita dan Anak kita sayang," Kata Kelvin dan perkataan itu membuat Devina tersipu malu.


"Terserah," Jawab Devina, Kelvin Tahu jika Devina masih malu kepadanya.


*****


Mereka makan dengan tenang sambil mendengar celotehan dari mulut mungil Daniel, sedangkan Angga tersenyum hangat dengan apa yang ia dengar dari anak semata wayangnya.


"Daniel mau ikut Daddy ke jakalta (jakarta),"Ucap Daniel dengan mulut penuh dengan makanan.


"Sayang jangan berbicara saat mulut mu penuh dengan makanan," Tegur Adel dan membuat Daniel menunduk menahan tangis, Angga yang melihat itu menjadi tidak tega.

__ADS_1


"Tidak apa sayang, kau tahu dia masih kecik,"Kata Angga kepada Adel, Daniel yang mendengar Angga seakan membela nya langsung mengangkat kepalanya dan menatap Angga. "Dad akan membawa kalian ke jakarta," Putus Angga sedangkan Adel hendak protes namun tidak jadi saat melihat pelototan dari sahabatnya itu.


"Nanti kita akan bahas lagi sayang,"Ucap Angga dan mereka sama-sama melanjutkan makan malam tersebut.


Setelah makan malam selesai Angga dan kelvin dan tidak lupa si kecil Daniel menuju ruang kerja Kelvin yang berada di lantai dua rumahnya.


Adel dan Devina baru saja menyelesaikan membasuh piring kotor dan beberapa kali mereka terlibat obrolan.


"Bagaiman menurut lo Dev?" Tanya Adel, Devina yang ditanya hanya bisa menatap Adel dan menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.


"Yah menurut gue sih, sebaiknya lo jangan ngebantah dan kali ini jangan egois dan mentingin diri eli sendiri," Kata Devina sambil menatap Adel dengan tajam.


Adel yang ditatap hanya menunduk dan berpikir apa yang akan iya lakukan selanjutnya.


"Tapi Lo kan tau kalau gue gak pernah di restuin sama keluarga dia,"


"Ya, apa salahnya lo ikut, gak mungkinkan mereka ngusir lo sedangkan elo udah punya anak sama Angga, otimatis dong mereka mikirin cucunya juga," Jelas Devina lagi


"Tapi, aiss udah ah, gak ada tapi- tapian lagi,"kata Devina dengan bosan. "Gue ke atas duluan ya, jangan terlalu kepikiran, Angga kan cinta ama elo,"Lanjut Devina dan meninggalkan Adel sendirian di Dapur.


*****

__ADS_1


__ADS_2