
Angga mencium Adel dengan tergesa-gesa seolah tidak ada hari esok, Adel memberontak bahkan memukul Angga sekuat tenaga yang ia punya namun hal itu tidak berarti apa-apa untuk Angga bahkan Angga makin gencar mencium istrinya itu.
"Akhh le..passshh"kata Adel sambil mendorong Angga dengan sekuat yang ia mampu
"Kau tidak ingin memuaskan suamimu ini heh!!"kata Angga sakartik
"Bu...bukan beg---"kata kata Adel terpotong ketika Angga merobek baju yang ia gunakan dengan kasar.
Srak!!
Kain itu langsung di lempar Angga ke sembarang arah dan dia langsung menindih Adel yang entah sejak kapan sudah berada di atas kasur besar itu. Angga tidak akan membiarkan istrinya ini meninggalkannya maka dari itu ia akan membuat malam ini Adel mengandung anaknya.
__ADS_1
"Sssttt, kalau kau tidak bisa diam aku akan melakukanya dengan kasar"suara ancama dari Angga membuat Adel diam tidak berkutik bahkan tangannya yang tadi sedang memukul bahu Angga seketika berhenti.
Adel benar-benar tidak tahu jika laki-laki yang sekarang menjadi suaminya tega melakukan hal yang sangat tidak terpuji. Ya walapun mereka sudah menikah namun Angga tidak seharusnya memperlalukan Adel seperti ******. Adel sangat menyesal dengan perbuatannya yang mempercayai pria yang sekarang sedang menikmati tubuhnya dan tidak memikirkan perasaan yang ia punya.
Apa yang ia takutkan akhirnya terjadi, pria itu---Angga tidak sebaik yang ia kira bahkan pria itu lebih kejam dari iblis manapun. Walapun ia berusaha memberontak namun usahanya itu hanya sia-sia saja dan bahkan menambah kemarahan dari Angga..
"Aku ingin kau siap untuk ku sayang" bisik Angga dengan nada lirih, yang Angga inginkan sekarang adalah memuaskan hasratnya dan memberikan wanita ini hukuman karena ingin meninggalkan dirinya.
setelah itu kejadian yang membuat Adel teriangat akan masa dimana ia pernah hampir di perkosa terulang lagi, dan saat ini yang melakukan itu kepadanya adalah orang yang benar-benar ia percayai. Sungguh Adel tidak pernah mengingin kan hal ini, ia sangat mempercayai angga namun kepercayaannya di buang dengan sia-sia.
Jika saja dulu ia tidak percaya dengan angga mungkin hal ini tidak akan terjadi kepada dirinya. Adel tidak memiliki tenaga untuk bisa melawan Angga, dia terus menangis, sesangkan angga pria itu seperti buta untuk dapat melihat kesakitan yang Adel rasakan.
__ADS_1
Tanpa perasaan Angga mengambil kesucian Adel bahkan yang pria itu rasakan sangat puas karena Adel sudah menjadi miliknya. yah Angga sangat terobsesi agar Adel bisa sepenuhnya menjadi miliknya tanpa gadis itu bisa pergi lagi.
tidak beberapa lama Angga keluar dari kamar yang menjadi saksi bisu atas percintaan mereka, pria itu pergi ke ruang kerja nya.
"Akh...Bren***k" Teriak Angga sambil melempar barang-barang yang ada di atas meja tersebut.
entah apa yang merasukinya sehingga dia bisa berbuat hal keji kepada istri yang bahkan baru tadi siang ia temui. angga sanga menyesal dengan apa yang ia lakukan, namun semuanya tidak dapar kembali seperti semula. bahkan dia memperlakukan wanitanya tidak manusiawi, bahkan Angga merasa jika dirinya benar-benar bintang yang tidak memiliki belas kasih sama sekali.
Rasanya Angga benar-benar ingin meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan, namun dia tidak memiliki keberanian itu untuk natap wajah Adel. wajah yang membuat angga sangat merasa bersalah dan mungkin kesalahan nya kali ini tdak termaafkan di mata Adel, gadis yang ia cintai.
Angga duduk merenung di kursi kebesarannya dan pria itu akan kembali ke kamar nya nanti.
__ADS_1
******