
Dua minggu setelah itu Adel dan Angga melaksana kan pernikahan mereka dengan mewah bahkan lebih dari seribu undangan yang mereka undang semuanya adalah kolegan Angga dan kolegan papi Angga sedangkan Adel hanya mengundang Devina saja karena keluarga dari bibi-nya tidak bisa hadir, karena berhalangan.
Sekarang Adel sedang dirias oleh penata rias terkenal jakarta, katanya perias yang berjenis kelamin laki-laki itu namun memiliki badan yang gemulai pernah merias artis terkenal jakarta.
"Yep, selesai, kau memiliki wajah yang cantik," Puji Beni--nama penata rias tersebut, kepada Adel.
"Ah Terima kasih," Jawab Adel sambil menatap wajahnya di depan cermin yang berada di hadapannya. Ia tidak menyangka jika yang di cermin itu wajahnya. Bagaimana tidak saat tidak mengenakan riasan wajahnya bagaikan pel yang biasa di gunakan untuk mengepel kompor. Namun beda dengan sekarang, wajahnya cantik namun natural, Beni memoles wajahnya senatural mungkin.
"Baiklah, sekarang kau sudah siap dan siap-siap untuk berjalan ke altar," Jelas Beni dengan sambil membersihkan peralatannya. Tidak beberapa lama Devina dan Antony masuk ke kamar rias Adel.
"Lo udah siap?" Tanya Devina kepada Adel. Adel yang sedang bercermin langsung menoleh ke arah suara tersebut. Ia mulai gugup ketika melihat Antony juga. Ya Antony yang akan mewakili Ayah Adel yang sudah tiada, ia akan membawa Adel kepada Anak nya di Altar nantinya.
"Ah iya..," Jawab Adel
"Jangan gugup, ini hari bahagia-mu," Hibur Devina lagi sambil memeluk Adel.
__ADS_1
"Iya, aku tidak akan gugup," Bohong Jika Adel tidak gugup nyatanya sekarang jantungnya berdegup dengan kencang, lebih kencang dari pada saat ia bertemu dengan Angga lima tahun lalu.
Antony maju dan melangkah menghampiri Adel. Bisa ia lihat jika menantunya itu sangat gugup namun Adel pura-pura tidak gugup.
"Baiklah, apa kau siap?" Tanya Antony dan memberikan tangannya untuk Adel. Adel melihat tangan Antony dengan ragu mengulurkan tangannya dan setelah itu tangan Adel digandeng oleh Antony untuk menuju Altar.
****
Angga sudah berdiri di altar sejak tiga puluh menit lalu, rasanya ia benar-benar gugup, dan juga cemas karena sedari tadi Adel dan Ayahnya belum datang. Apakah terjadi sesuatu kepada mereka?" Tanya Angga dalam hati, namun segera ia tepiskan ketika pintu gereja di buka dan alunan musik yang mengiring penganti di mulai.
Bisa Angga lihat disana, Adel sungguh sangat cantik dengan gaun pengantin yang ia pilih dan juga bungan yang sedang wanita itu pegang sudah cukup untuk kesempurnaan pernikahan mereka dimata Angga.
"Angga janji tidak akan menyakiti Adel, Papi," Janji Angga dengan sungguh-sungguh. Setelah itu Antony kembali dan menuju dimana istri dan cucunya berada.
Setelah itu Angga dan Adel saling berhadapan seorang pendeta berada di samping mereka.
__ADS_1
"Baiklah apa kalian siap?" Tanya pendeta itu kepada Adel dan angga.
"Ya, kami siap," jawab mereka serempak.
"Saya mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." Dengan lancar Angga mengucapkan janjinya dan matanya menatap Adel dengan penuh cinta. Sedang kan Adel hendak menangis namun ia harus menahanya ini hari bahagia ia dan Angga.
"Sekarang giliran anda," intruksi pendeta itu kepada Adel.
"Saya....sa..saya mengambil engkau menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus. Walapun di awalnya gugup Akhirnya Adel bisa mengucapkan nya hingga mereka resmi menjadi pasangan suami-istri.
"Baiklah kau boleh mencium pasangan mu," Ucap pendeta tersebut, Angga maju selangkah dan dengan perlahan ia membuka kain penutup kepala Adel. Bisa ia lihat jika istrinya itu benar-benar cantik.
Angga memiringkan kepalanya dan mencium bibir Adel dengan perlahan tidak lupa **********, karena Angga tidak puas dengan hanya menempelkan bibir mereka saja.
Adel mendorong dengan perlahan dada Angga, karena ia benar-benar kehabisan napas, suara tepuk tangan sangat meriah bahkan media pun meliputi pernikahan Angga.
__ADS_1
Semua nya yang berada disana sangat bahagia terlebih Daniel ia sangat bahagia karena ia juga menemukan teman wanita, gadis cantik dengan lesung pipi yang menambah kesan imut untuknya.
****