Nikah Online

Nikah Online
DUA PULUH EMPAT


__ADS_3

"Sayang bangun, ini sudah siang." Panggil Angga sambik mencium bahu telanjang Adel, setelah pergulatan panas mereka tadi malam yang berakhir ketika hampir jam empat pagi, dan hal itu tentu membuat Adel kelelahan karena melayani nafsuh Angga.


"Engghh." Gumah Adel sambil melirik jam yang berada di atas nakas yang sudah tersedia di hotel tersebut.


"Ayo pemalas, kita akan jalan-jalan di pantai, apa kau tidak ingin melihat pantai indah yang sudah menanti mu sedari tadi." Ucap Angga dan setelah itu Adel membuka kelopak matanya yang sangat terasa berat.


"Kau makan dulu sayang." kata Angga sambil mengambil makanan yang sudah tersedia di atas nakasnya dan setelah itu ia menyuapi Adel dengan telaten.


Setelah makan dan minum Adel membersihkan dirinya dengan cepat karena ia ingi melihat Sunset yang sedari semalam ia ingin kan. Adel menggunakan celana pendek dengan dipadu sebuah kaos berlengan pendek yang menambah kesan sexy untuknya.


Walapun sudah melahirkan Adel tetap seperti anak SMA yang membuat siapa saja gemas. Angga yang melihat pakaian yang dipakai Adel menyuruh Adel menggantinya namun Adel tidak mendengar perkataan dari suaminya itu.


"Sayang kau tahu, aku tidak ingin orang lain melihat paha putih dan mulus mu itu, itu semua adalah milik ku." Kata Angga dengan geram dan dengan nada possessivenya.


"Ganti ya." Lanjutnya lagi dengan wajah memelas dan tentu hal itu sungguh sangat tidak berpengaruh bagi Adel.


"Tidak mau, aku nyaman menggunakan ini."


"Kita tidak usah keluar ya, kita akan dikamar saja." Putus Angga dengan seenak jidatnya dan hal itu membuat Angga marah.


"Baiklah." Jawaban Adel membuat Angga tersenyum


"Dan kita kembali ke jakarta."lanjut Adel dan hendak berbalik ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.


Dengan sekali tarik Adel sudah berada di dekapan Angga.

__ADS_1


"Baiklah, kau menang kali ini, kita berangkat sekarang."Kata Angga dengan pasrah dan memeluk pinggang Adel dengan Possessive.


Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore dan beberapa jam lagi sunset yang Adel tunggu akan datang dan sebelum itu Adel membawa mereka untuk berselfi dan Angga mengikuti Adel dengan pasrah, sebenarnya ia sangat tidak suka berfoto alay namun ia terpaksa melakukannya karena paksaan sang istri tercinta.


Dengan wajah bahagia Adel kembali kearah dimana Angga sedang duduk menunggu istrinya itu selesai berfoto ria. Ya walapun sebenarnya Angga sungguh sangat ingin cepat-cepat kembali ke kamar mereka dan mengurung Adel disana, namun ketika melihat wajah bahagia Adel, Angga mengurungkan niatnya.


Ia ingin melihat wajah itu tetap tersenyum dan momen ini sudah Angga abadikan dengan ponsel miliknya dan menjadi wallpaper ponsel Angga.


"Sudah selesai?" Tanya Angga sambil mengelap keringat di dahi Adel.


"Iya, yuk kita lihat Sunset di atas batu yang ada disana." Ajak Adel sambil menarik Angga menuju batu besar yang ada di pinggir pantai, sambil menunggu sunset Angga dan Adel mengambil foto berdua dengan pemandangan laut yang hampir menampakkan matahari terbenam.


****


Setelah dari pantai mereka kembali ke kamar saat jam menunjukkan pukul enam sore, Angga sedang mandi sedangkan Adel sedang mengobrol bersama Daniel melalu ponsel, tadi anaknya itu menelpon katanya ia sudah merindukan Adel, sedangkan Adel juga merindukkan sang Anak sudah dua hari mereka di Maldives jadi wajar jika Adel merindukan si lucu Daniel.


Suara itu membuat Adel kebingungan setelah mengakhiri panggilan di telepon Adel menuju kamar mandi dan mengetuk nya.


"Sayang kau tidak apa-apa?" Tanya Adel kwatir.


"Ya hanya masuk angin saja mungkin!?" jawab Angga dengan tidak pasti dari dalam kamar mandi dan tidak beberapa lama Angga keluar dari kamar mandi dan menampilkan wajah pucat miliknya.


"pasti ini karena kita terlalu lama di luar tadi."Ucap Adel dengan menuntun Angga ke arah ranjang.


Malam itu Mereka menghabiskan waktu mereka di kamar, dengan Adel yang memeluk Angga karena pria itu memaksanya.

__ADS_1


****


Hari ini Adel dan Angga kembali ke jakarta, karena dari kemaren Angga selalu muntah dengan apa yang ia cium maupun yang ia makan, hal itu membuat Adel kebingungan jadi ia putuskan mereka akan kembali pada hari ketiga ini.


Mungkin Angga tidak cocok dengan cuaca disini pikir Adel, Sekarang mereka berada di jet pribadi milik keluarga Radjasa. Dengan Angga yang bergelut manja di lengan Adel, entah apa yang terjadi dengan Angga beberapa hari ini yang pasti sikapnya makin aneh dan membuat Adel kebingungan.


"Kau mau makan apa?" Tanya Adel, karena sedari tadi pagi Angga belum makan sama sekali bahkan pria ini selalu bergelut manja kepadanya.


"Aku ingin makan cumi-cumi asam manis, sayang." Kata Angga dan permintaan Angga itu membuat Adel menyeritkan alisnya.


"Bukannya kamu tidak suka makanan itu?" Tanya Adel heran sekaligus bingung.


"Tapi aku ingin." Dan Adel hanya bisa menghela napas lelah, menghadapi Angga yang seperti ini sungguh sangat menguras tenaga, jika saja ada pilihan maka Adel akan lebih memilih menjaga Daniel dari pada Angga.


Adel memanggil seorang pramugari dan meminta apa yang Angga mau tadi. Dan dengan segera pramugari itu melakukan apa yang Adel perintahkan, sekarang menyisakan Adel dan Angga saja.


"Aku mencintaimu." Kata Angga dengan tiba-tiba dan mencuri satu ciuman dibibir Adel.


"Me too." Jawab Adel dengan mengelus kepala Angga yang bersender di bahunya.


Tidak beberapa lama makanan yang Angga inginkan tadi datang, dengan bau yang sunggu sangat mengundang selera dan juga membuat Adel meneguk liurnya.


"selamat menikmati Mr. Angga dan Mrs. Adel." Setelah mengucapkan itu, paramugari tersebut kembali ke belakang.


Angga makan dengan lahap dan juga sesekali ia juga menyuapi Adel. Entah apa yang merasuki Angga sehingga makannya sangat banyak, apa lagi ini makanan yang tidak biasa ia makan.

__ADS_1


Cumi-cumi asam manis.


****


__ADS_2