
Amira Radjasa anak bungsung dari Devnne dan Antony, anak yang awalnya adalah kebahagiaan untuk Devnne namun Amira juga adalah tanda petaka Rumah tangga nya.
Saat mengandung Amira, Devnne sungguh bahagia karena anak yang ia kandung berjenis kelamin perempuan, dan anak itulah yang selalu ia idamkan untuk menemaninya di dapur, mengombrol dan berbelanja.
Namun saat kandungan Devnne berusia 7 bulan, semuanya tidak lagi sesuai rencana. Perselingkuhan Antony membuat Devnne membenci Amira, namun juga ia tidak dapat mengungkirinya jika Amira adalah anak kesayangan nya juga.
Perselingkuhan Antony membuat Devnne Depresi, kandungannya tidak terurus sampai pada akhirnya ia melahirkan. Dari sana ia mulai berubah, jarang sekali mengurus Devnne dan Angga. Sedangkan Antony hanya bisa bersedih dan menyalahkan dirinya atas perubahan yang terjadi pada Devnne.
*****
"Amira kapan kamu datang?" Tanya Adel saat melihat Amira sudah duduk dan bermain bersama Daniel di lantai.
"Baru aja kak, si kembar kemana?" Tanya Amira.
"Mereka lagi sama Oma dan Opa nya." jawab Adel sambil memberikan puding yang ia buat tadi.
Dengan cepat Daniel mengambil dan memakan nya, puding coklat kesukaan Daniel.
__ADS_1
"Kapan-kapan ajarin aku masak ya kak."kata Amira sambil mencoba puding buatan Adel.
"Bisa, kapan pun kamu mau." Jawab Adel dengan senyumannya.
Angga sedang bekerja, dan Daniel hari ini libur karena kemaren ia baru saja mendapatkan rapot nya.
"Kapan kita bisa mengunjungi kampung kakak?" Tanya Amira lagi.
"Kamu maunya kapan?" Tanya Adel balik, ia duduk di dekat Daniel sekarang, namun bedanya ia berada di atas sofa sedangkan Daniel duduk di lantai.
"Kalau kak Angga setuju minggu depan, aku mau."
*****
Angga tengah sibuk dengan berkas-berkas penting di atas mejanya. Sungguh ia ingin rasanya melempar dan membakar kertas tersebut. namun ia harus mengurungkan niatnya karena, Angga tahu jika di dalam berkas ini banyak sekali mengalir pundi-pundi yang dapat menghidupi istri dan anaknya.
Angga ingin cepat pulang dan berkumpul bersama dengan keluarga nya. Namun apalah daya tanggung jawabnya sekarang bukan hanya sebagai, suami dan ayah tetapi juga sebagai pemilik perusahaan besar yang dimana, di perusahaannya itu lebih dari lima ribu kepala keluarga yang bergantungan kepada perusahaannya.
__ADS_1
"Woy Bro, kenapa lo?" Teriak Andi membuyarkan lamunannya.
"Nj*ng lo! Ngapain ngagetin gue?!" Ucap Angga jengkel sedangkan Andi hanya terkekeh melihat wajah jengkel Angga.
"Yaelah lo, mending kita ngopi di cafe bawah, dari pada lo terus ngelamun. Entar kesambet loh!" Kata Andi sambil duduk di sofa yang berada di ruangan Angga.
Angga bangun dari duduknya untuk menuju ke arah Andi. Sebelum itu ia mengambil wine dari kulkas kecil yang berada di pojok ruangannya.
"Nih." Angga memberikan segelas wine untuk Andi dan langsung di sambut oleh pria tersebut dengan senang hati.
"Gue lagi malas keluar, Loe aja yang ke sana sendiri."
"Gak seru lo!" Seru Andi dan langsung meneguk winenya sampai habis.
"Bukan gitu Bro, gue emang mau cepat selesai pekerjaan gue aja. Mau cepat pulang datangin istri." Ucap Angga.
"Yaelah, mentang-mentang punya bini muda, loe jadi betah di rumah." Ejek Andi.
__ADS_1
"Terserah gue dong!" Sewot Angga dan membuat Andi terkekeh melihat wajah pria tersebut.
*****