
Angga dan yang lainnya duduk di sebuah sofa yang langsung berhadapan dengan Devnne. Devnne memanggil suami dan Amira untuk duduk bersama Putranya yang baru saja datang.
"Mom Niel mau pipis," Bisik Daniel kepada Adel dan hal itu membuat Adel menatap Anaknya dengan lembut.
"Maaf, Daniel ingin ke toilet," Ucap Adel dan membuat perhatian semua orang teralihkan oleh suara Adel.
"Kau tahukan dimana toilet kan sayang?" Tanya Angga, bisa Devnne lihat jika anaknya itu benar-benar mencintai wanita yang lima tahun ini pergi dari kehidupan anaknya.
Adel menjawab dengan anggukan, setelah itu ia membimbing Daniel menuju toilet di rumah besar tersebut.
"Mom, Apakah ini rumah Dad?" Tanya Daniel sambil mengenggam tangan Adel.
"Iya sayang," Jawab Adel sambil tersenyum melihat binar di mata Daniel saat mendengar hal tersebut.
***
__ADS_1
"Siapa anak itu Angga?" Tanya Antony---Ayah Angga yang sedaritadi hanya diam dan melihat interaksi dari istrinya dengan Angga.
"Dia Daniel....Anakku," Jawab Angga tanpa beban, mendengar hal itu membuat semua orang terkejut keciuali, Kelvin dan Devina.
"Apa!, Bukan kah saat itu Adel sudah pergi, lalu bagaimana bisa ia hamil?,"Tanya Amira tidak habis pikir.
Angga menjelaskan dengan detail sebelum ia dan Adel berpisah, bahwa mereka pernah melakukan hubungan suami istri. Hal itu membuat semua orang paham. Devnne bahkan sangat bahagia saat mendengar ia memiliki cucu, terlebih cucu pertamanya laki-laki yang sangat keluarganya nantikan. Sedangkan Antony hanya bisa diam dan mendengar penjelasan Angga, ia juga bersyukur jika ia sudah menjadi kakek, namun itu belum cukup. Sebelum ia meminta maaf kepada menantunya tersebut.
"Jadi, Apa rencana kakak setelah ini?" Tanya Amira
"Mami setuju, nanti mami yang akan ikut mengurus acara pernikahan kalian," kata Devnne dengan sangat bahagia dan antusias
"Bagaimana menurut Papi?" Tanya Devnne kepada sang suami yang sedari tadi hanya diam saja.
"Papi... Masih bel---,"Perkataan Antony berhenti ketika ia mendengar suara seseorang.
__ADS_1
"Daddy, Niel mau bobo," Kata Daniel, setelah ia dan Adel kembali dari toilet, anak itu tiba-tiba saja mengantuk.
Sedangkan Adel hanya diam saja, ia mendengar semua percakapan itu. Apakah papi Angga masih belum menerima dirinya? Atau--, ah sudahlah Adel tidak ingin berburuk sangka, ia yakin pasti Angga bisa membujuk Papinya agar bisa menerima dirinya sebagai menantu di rumah tersebut.
"Kelvin Tolong, antar Daniel ke kamar saya di lantai dua," Kata Angga
Kelvin langsung melaksanakan perintah tuannya dan tidak lupa Devina yang selalu berada di sampingnya ikut juga. Setelah Kelvin dan Devina mengantar Daniel, hanya kesunyian yang terjadi selama beberapa menit di ruangan yang besar nan mewah tersebut.
"Sayang, duduk disini," Panggil Angga kepada Adel yang sedari tadi hanya diam dan berdiri di tempat sejak ia sudah selesai dari toilet. Adel hanya menurut, ia duduk di samping Angga tanpa bantahan, sambil menunduk karena takut atau malu Adel karena sekarang ia berhadapan dengan Papi dan Mami Angga.
Tiba-tiba suasana menjadi tegang setelah Antony mengeluarkan suaranya.
"Papi minta maaf atas apa yang terjadi lima tahun yang lalu sayang, padahal waktu itu papi akan merestui hubungan kalian, akan tetapi kamu sudah pergi dan tidak memiliki kabar setelah itu" jelas Antony dengan satu kali tarikan napas.
****
__ADS_1