Nikah Online

Nikah Online
DELAPAN


__ADS_3

Adel keluar dari kamar mandi hanya menggunakan sehelai handuk putih yang hanya menutup dada sampai pahanya saja. Adel melangkah menuju ke tempat kopernya berada, ia mencari baju yang akan ia gunakan sekarang, setelah selesai memakai pakaiannya Adel melirik jam yang berada di atas nakas, jam menunjukkan pukul dua malam berarti dia sudah sangat lama berada di dalam kamar mandi.


Bukan tanpa sebab Adel berada di kamar mandi sangat lama, ia hanya ingin menjernihkan pikirannya saja dengan cara menguyur kepalanya dengan air dingin yang membuat ia hampir demam.


Setelah itu Adel menulis surat untuk Angga dan menyelipkannya di bawah ponsel pria itu. Adel sekali lagi melihat wajah Angga untuk yang terakhir kalinya sebelum mereka berpisah. Ya Adel memutuskan untuk mengakhiri pernikahan tanpa restu ini dan memulai hidup baru.


Adel mengangkat kopernya ke luar dari kamar Angga, ia sudah memesan taxi mungkin taxi itu sudah menunggunya di seberang jalan, Adel akhirnya bisa keluar dari rumah besar itu dengan jantung yang berdegub kencang, sebelum pergi Adel melihat rumah itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


Adel langsung memasuki taxi setelah supir taxi itu memasukkan kopernya ke bagasi.


"Tujuannya kemana mba?" Tanya supir taxi itu


"Kebandara langsung pak" jawab Adel dan setelah itu tidak ada percakapan lagi, Adel melihat ke arah luar jendela taxi, dia melihat gelapnya malam dan diatas langin tidak ada bintang yang menampakkan diri.


Satu jam lebih akhirnya Adel sampai di bandara, setelah membayar taxi nya Adel langsung memasuki bandara sambil menyeret kopernya. Adel sudah memesan tiket pesawat ke kalimantan namun jam penerbangannya pukul lima pagi dan Adel harus menunggu beberapa jam lagi sebelum take of.


****


Amira hanya melihat dari kejauhan saja ketika ia melihat Adel keluar dari rumah mereka, sebenarnya Amira ingin memberitahukan hal ini kepada Angga, namun ia tidak berani dan ia akan tetap diam seolah tidak tahu apa yang terjadi. Katakanlah Amira jahat namun ia juga sangat tidak menyukai sikap kakaknya itu yang menyembunyikan pernikahannya, biarlah kepergian Adel sebagai hukuman bagi Angga. Pikir Amira


Amira langsung menuju kekamarnya lagi dan tidak akan abil pusing dengan kepergian kakak ipar nya itu.


****


Sekarang menunjukkan pukul lima itu berarti Adel sudah akan take off, sebelum pergi Adel mengingat kembali pertemuanya dengan Angga saat pertama di bandara ini. Belum satu hari Adel di kediaman  Angga ia sudah banyak di tentang oleh keluarga pria itu.


"Penerbangan dari jakarta-palangkaraya lima menit lagi akan lepas landas"suara pramugari yang memberitahukan jika sebentar lagi pesawat itu akan meninggalkan jakarta.


Adel masuk dan mencari tempat ia duduk, Adel duduk dengan seorang laki-laki mudah mungkin umurnya hanya terpaut tiga atau empat tahun dari Adel.


Tidak beberapa lama akhirnya pesawat yang di tumpangi Adel lepas landas dan meninggalkan jakarta. Jakarta satu nama kota yang memiliki kenangan setengah hari bersama Adel dan mantan suaminya.


****

__ADS_1


Angga menggeliat saat sinar matahari memasuki celah-celah gordenya, Angga meraba-raba di samping tempat ia tidur dengan mata tertutup. Angga merasakan jika di sebelahnya tidak ada orang yang tidur dan disana terasa sangat dingin mungkinkah wanita itu sudah bangun. Tanya Angga dalam hati


Akhirnya Angga membuka matanya dan dia tidak mendapati Adel di sebelahnya.


"Sayang!" Panggil Angga


"Adel kamu di kamar mandi?" Tanya Angga lagi namun seorang pemilik nama yang ia panggil tidak menyahut. Angga bergegas memakaikan celananya dengan cepat dan kaos oblong berwarna putih yang hanya bisa menutupi perutnya yang menggiurkan itu.


Angga membuka kamar mandi, namun tidak ada seorangpun disana yang ada hanya baju Adel yang sudah robek. Mungkin Angga terlalu kasar saat bercinta dengan Adel malam tadi.


"Adel!!"teriak Angga ke seluruh penjuru kamarnya namun lagi-lagi tidak ada sahutan


Angga turun ke lantai satu disan sudah ada kedua orang tuanya dan sang adik. Angga langsung menuju kedapur dan menanyakan Adel kepada maid disana.


"Apa kalian melihat istri saya?" Tanya Angga


"Yang kemarin datang bersama dengan saya?" Lanjut Angga


"Kami tidak melihatnya tuan muda" jawab salah satu maid disana, mendengar hal itu Angga tiba-tiba panik dan keringat mengalir dari pelipisnya


Dan ia tidak melihat atau tanda-tanda Adel disana, Angga kembali lagi ke tempat orang tuanya berada.


"Mi...mami lihat Adel gak?" Tanya Angga dengan panik


"Dari tadi mami gak liat, mungkin di taman belakang"jawab Devnne


Angga langsung berlari ke halaman belakang mansion, namun disana tidak ada satupun orang. Mungkinkah Adel pergi dan meninggalkannya. Pikir Angga


"Adel gak ada disana mi"ucap Angga dengan lesuh dan hampir menangis, entahlah biasanya Angga tidak pernah menangis bahkan ketika ia dipukuli oleh papinya,  namun kali ini berbeda karena yang bisa membuatnya menangis itu adalah istri, belahan jiwanya dan ibu dari anaknya.


Anak?


Angga terpikirkan saat mereka melakukan hubungan suami istri semalam tidak menggunakan pengaman itu artinya 99% kemungkinan Adel hamil anaknya.

__ADS_1


"Coba kamu lihat cctv sayang, mungkin kamu akan mendapatkan petunjuk"saran Devnne kepada Angga, setelah itu Angga langsung berlari menuju ke arah ruangan cctv berada.


Sedangkan Amira hanya diam tidak ingin ikut campur lagi urusan kakaknya itu.


"Papi lihat gimana sedihnya Angga ketika tidak mendapati Adel disini"ujar Devnne kepada sang suami


"Iya papi lihat, nanti papi akan omongin masalah pernikahan mereka"kara Antony


Angga keluar dari ruangan cctv dengan wajah yang tidak memiliki ekspresi sama sekali, Angga sudah menduga ini akan terjadi Adelnya meninggal kan nya sendirian. Ini semua salah papinya,  jika saja papinya tidak mengatakan perjodohanya dengan anak rekan bisnisnya dan merestui hubungan nya dengan Adel mungkin saja Adel tidak akan meninggalkan dia sendirian. Pikir Angga


Dan ini salah papinya.


"Papi puas sekarang?" Tanya Angga dengan wajah memerah menahan Amarah


"Apa maksud kamu Angga?" Tanya Antony dengan bingung dan berdiri dari tempat nya duduk


"Hah! Papi pura-pura gak tau SEKARANG ADEL PERGI!!!" teriak Angga dan satu tetes air mata mengalir dari matanya


Dan mereka semua kaget karena untuk pertama kalinya Angga menangis dan itu hanya karena satu wanita yaitu Adel, wanita yang Angga nikahi melalui online.


"Dan ninggalin Angga sendirian" lanjut Angga." Jika saja papi ngerestuin hubungan kami mungkin Adel gak akan ninggalin Angga"ucap Angga


"Apa papi sadar jika kata-kata papi kemarin menjadi masalah bagi hubungan kami!!" Teriak Angga dan hal itu membuat Antony dan bahkan Devnne kaget karena untuk pertama kalinya Angga berteriak kepada papinya.


"Angga jaga sopan santun kamu" ucap Antony dengan nada tinggi


"Sopan santun?" Tanya Angga dengan tertawa mengejek. "Apakah papi juga menjaga sopan satun ketika berbica dengan Adel kemarin?. "Nyatanya papi TIDAK menjaga sopan santu ketika berbicara kepada istriku"


"Mulai sekarang Angga gak akan pernah maafin papi, sebelum Adel ditemukan Angga akan tidur di apartement" putus Angga


"Sayang kita bisa membicarakan ini baik-baik" ucap Devnne sambil menahan tangan Angga


"Mami gak akan pernah ngerti perasaan aku gimana, jadi Angga harap mami tidak akan menghalangi Angga kali ini" kata Angga dan langsung berlalu dari sana,  sebenarnya Angga tidak tega melihat maminya memohon seperti tadi namun ia terlanjur kecewa dengan papinya.

__ADS_1


****


__ADS_2