Nikah Online

Nikah Online
TIGA PULUH TUJUH


__ADS_3

Hari ini semua Orang panik, karena Devina yang tiba-tiba pecah ketuban saat dia bertamu ke rumah Adel, padahal di rumah hanya sisa Adel dan juga anak-anaknya, Orang tua Angga sedang pergi ke jerman karena salah satu perusahaan di sana mengalami masalah.


"Halo sayang! To....tolong cepat pulang, De..devina mau melahirkan." Ucap Adel di seberang sana Angga dengan cepat memberitahu Kelvin yang masih subuk dengan komputernya.


"Kami akan segera pulang, ingat kamu jangan panik ya, jaga terus Devina." Kata Angga lalu setelah itu sambungan telepon terputus.


Sekitar sepuluh menit akhirnya mereka sampai di kediaman Radjasa, Kelvin dengan cepat berlali ke arah pintu, sedangkan Angga masih di belakang, ia sempat menghubungi ambulan tadi saat mereka dalam perjalanan ke rumah.


"Sayang!" Teriak Kelvin lalu berlari ke arah Devina yang merintih kesakitan sambil memegang perutnya.


"Aaa..apaa yang sakit?" Tanya Kelvin, dasar Kelvin padahal ia bisa melihat jika Devina sedang memegang perutnya.


"Angkat Devina, Vin dia sedari tadi kesakitan karena sepertinya Devina akan melahirkan." Kata Adel membuyarkan Kelvin.


Dengan sigap Kelvin mangangkat Devina, walapun ia ketakutan ketika melihat istrinya seperti ini, ambulan yang dipanggil oleh Angga akhirnya datang juga, tepat saat Kelvin hendak memasukkan Devina ke dalam Mobil Angga.


"Sayang." Panggil Angga sambil memeluk Adel, sepertinya Adel masih  syok karena keadaan Devina yang hendak melahirkan secara tiba-tiba bahkan di rumah nya.


"De...devina, dia ke..sakitan." Kata Adel, dengan cepat Angga memeluknya erat.


Setelah semua perlengkapan Devina berada di ambulan, akhirnya ambulan tersebut melaju, Angga dan Adel pun ikut, anak mereka sudah di titip bersama Babysistter.

__ADS_1


Saat sampai di rumah sakit, dengan cepat para perawat menurunkan Devina dari ambulan lalu mendorong ranjang Devina menuju ruang persalinan.


Devina melahirkan secara normal, karena itu adalah impiannya ia ingin merasakan apa yang ibunya rasakan saat melahirkan dia dan berjuang antara hidup dan mati.


"Sayang kamu serius ingin melahirkan secara normal?" Tanya Kelvin, ia memiliki waktu sepuluh menit sebelum Devina melahirkan.


"Iya, aku akan berjuang untuk anak kita, aku mohon kamu nemenin aku ya." Mohon Devina kepada Kelvin yang mengenggam erat tangannya.


"Kamu jangan memohon seperti itu sayang, tanpa kamu perintah pun aku akan selalu ada di samping kamu." Kelvin kembali mencium puncak kepala Devina.


"Kita akan berjuang bersama sayang, anak kita akan lahir dengan selamat." kata Kelvin meyakinkan Devina, agar wanita tidak tegang nantinya saat melahirkan.


Di dalam Devina berjuang antara hidup dan mati, sedangkan Kelvin memegang tangannya dan memberi Devina semangat, dan memberitahukan jika nanti mereka akan pergi berlibur bersama anak mereka. Kelvin untuk pertama kalinya menangis dan itu karena ia mendengar suara nyaring dari bayi mereka.


"Selamat anak anda berjenis kelamin laki-laki." Kata bidan yang menangani Devina melahirkan, Kelvin dan Devina saling menatap mereka tersentum, akhirnya Kelvin memiliki seorang penerus dan seseorang yang dapat menjaga Devina nantinya jika ia sudah tiada.


"Saya akan membersihkan bayi anda." lalu setelah itu salah satu suster membersihkan Anak Devina dan Kelvin.


Setelah itu bayi tersebut menyerahkannya kepada Devina untuk memberikan asi pertama nya, Devina hampir saja menitikkan air matanya namun tidak jadi, ini hari bahagiannya karena sang putra pertamanya sudah terlahir.


"Bayinya lahir tepat pukul 21:00 malam, berat badan nya 2,5 kg." jelas bidan tersebut.

__ADS_1


"Terima kasih." Ucap Devina dan dibalas senyuman oleh bidan tersebut.


"Kami akan memindahkan istri anda ke ruangan rawat." lalu Kelvin hanya mengangguk saja, dan mereka keluar dari sana setelah bersih-bersih.


Adel dan Angga langsung berdiri ketika melihat Devina sudah akan di bawa ke ruang inap, bisa mereka lihat dari wajah keduanya yang berbinar bahagia.


"Bagimana?" Tanya Adel kepada Devina.


"Semuanya baik, bayi nya laki-laki." Jawab Devina dengans senyum bahagian.


"Oh syukur lah." Jawab Adel merasa lega.


"Selamat Bro!"Ucap Angga lalu memeluk Kelvin secara gentle .


"Terima kasih banyak." Balas Kelvin


Lalu setelah itu mereka memasuki dan membawa Devina ke ruang inap nya, beberapa hari Devina akan disini, sampai ia sembuh dari sakitnya.


Angga dan Adel pamit pulang karena Adel menghawatirkan si kembar dan Daniel yang hanya di tinggal bersama babysistter saja. Selama di perjalan mereka banyak bercerita tentang Anak Devina dan Kelvin yang sangat tampan, kebahagiaan terlihat di wajah Adel, ia sangat antusias tadi saat mengendong bayi yang belum Devina dan Kelvin kasih nama.


******

__ADS_1


__ADS_2