Nikah Online

Nikah Online
DUA PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Adel sedang duduk di bangku taman yang berada di taman belakang mansion mereka, ia sedang memantau Angga dan Daniel yang sedang bermain bola dengan Angga yang selalu kalah dari anaknya.


Malam tadi masih belum hilang rasa nya dalam pikiran Adel, sebuah kejuta yang suaminya dan keluarga berikan untuknya.


Sungguh beruntung Adel berada dalam keluarga ini, yang menerimanya apa adanya saja, mungkin "orang kaya" yang lain nya tidak akan mau menerima menantu miskin dan tidak memiliki orang tua seperti Adel.


Apa lagi Angga anak tunggal pria di keluarga Radjasa dan tentu mereka akan mencari menantu yang sepada dan sebanding dengan status sosial mereka, namun semua itu tidak pernah ada karena mereka sangat baik dan tidak memandang status, derajat dan lainnya.


"Daniel jangan lari, nanti jatuh." Teriak Angga saat melihat Daniel yang berlari ke arah Adel karena ia sungguh kehausan


"Daniel baik-baik aja Dad." Jawab Daniel saat sampai tepat di depan Adel.


" Sayang lain kali jangan lari lagi ya, nanti bisa jatuh dan kakinya bisa berdarah." Nasihat Adel sambil memberikan minuman Daniel dan menyeka keringat anaknya.


"Yes Mom!" Seru nya dan membuat Adel tersenyum.


"Ya sudah kamu mandi ya, setelah itu kita akan makan malam bersama." Dan setelah itu Daniel masuk ke dalam untuk membersihkan dirinya.


"ihh jangan cium-cium, kamu bau keringat." peringat Adel kepada Angga karena pria itu tiba-tiba menciumnya, perkataan Adel membuat Angga tersenyum dan masa bodo dengan peringatan dari istrinya itu.


"Mana Daniel?" Tanya Angga


"Udah masuk ke dalam, aku menyuruhnya mandi dan kita makan malam bersama."


"Baiklah, ayo kita juga harus mandi." Angga menuntun Adel berjalan istrinya ini makin susah untuk berjalan, maka dari itu ia memindahkan kamar mereka ke lantai satu berdekatan dengan kamar Daniel.


"Akhh..." Ringis Adel ketika tiba-tiba perutnya merasa kram dan membuat Angga yang di samping nya menjadi panik setengah mati.


"Kenapa sayang? Apa yang sakit." Tanya Angga beruntun.


"Perrr....uuut..akuuuu..sakittt..." Ucap Adel dengan terbata-bata.

__ADS_1


"Bayi nya nendang keras sekali." Lanjut Adel setelah Angga membawa nya duduk di sofa yang berada di kamar mereka.


Dengan cepat Angga berbicara kepada anaknya dan ajaibnya anak-anak nakal tersebut tidak lagi menendang perut Adel dan itu membuat mereka lega seketika.


"Baby nya hanya mau ngomong sama kamu aja." Rajuk Adel ia merasa iri karena bayi nya hanya mau mendengarkan omongan Angga saja.


"Sayang jangan cemberut gitu, nanti baby nya tambah marah sama kamu."


"Kok marah sama aku?" Tanya Adel heran karena omongan Angga, mana mungkinkan anak-anaknya marah karena dia? Apa salah nya coba?


"Karena kamu cemburu dan gak mau bagi aku sama mereka."Jawab Angga dengan nada pede nya dan membuat Adel tambah kesal.


"Dasar kepedean, gak ada tuh sejarahnya baby bisa marah gara-gara hal sepele aja." Sakartik Adel.


"Ada sayang, buktinya tadi mereka bikin kamu kesakitan."


"Terserah." Kata adel dengan jengkel karena Angga tidak mau kalah darinya.


"Maaf sayang." Ucap Angga, ia tahu jika istrinya ini tengah merajuk karena nya, Angga mencium binir Adel dan tidak lupa perut buncit istrinya.


Lalu setelah itu Angga berlalu ke kamar mandi setelah mendapatkan kata maaf dari istri cantik nya itu.


Hal yang paling Angga rindu kan ketika bersama Adel yaitu membuat wanita nya menjadi kesal dan tentu dengan akhir ia yang akan minta maaf.


"Sayang kamu liat kemeja aku gak!" Teriak Angga dari dalam tempat penyimpana baju sedangkan Adel sedang membersihkan wajahnya.


"Kemeja yang mana?"


"Yang kamu beli untuk aku itu loh, bulan lalu sebagai hadiah karena bisa ambil kucing Daniel dari atas pohon." balas Angga lagi.


"Oh ada di bagian atas kanan lemari punya kamu."

__ADS_1


Dan setelah itu Angga menemukannya baju tidur favorit nya yang di beri Adel sebagai hadiah, karena mengambil kucing milik Daniel yang naik ke atas pohon dan tidak bisa turun lagi lalu setelah mendapatkannya Adel memberi ia hadiah, lucu memang istri nya itu.


"Yuk kita makan, pasti mami dan yang lainya udah nunggu." Kata Adel lalu Angga mengandengnya untuk menuju meja makan.


"Malam semua." Ucap Adel.


"Malam sayang, yuk makan." Ajak Devnne dan setelah itu Adel dan Angga duduk berdampingan.


Tidak lupa Adel menyendok apa yang Angga mau, namun belum sempat ia mengambil sendok Angga sudah melarangnya.


"Sayang, kamu udah duduk aja biar aku yang akan mengambilnya untuk mu."


"Kenapa?" Tanya Adel heran


"Kamu tidak ingat sama baby."


Dan Adel mengerti setelah itu, biarlah Angga saja yang melayaninya sekarang karena pria itu juga yang membuat perutnya sebesar ini.


Mereka makan dalam diam setelah semuanya selesai makan, mereka duduk di ruang tamu dan makan makanan penutup yaitu puding, yang di buat oleh Amira.


"Pi, Mi Rencananya Angga dan Adel akan tinggal di rumah yang udah Angga beli beberapa tahun lalu." mereka semua menatap ke arah Angga, Adel pun sama.


"Kenapa begitu cepat?" Tanya Devnne.


"Padahal Mami masih mau tinggal sama kamu dan Anak-anak kamu." Lanjut Devnne lagi dengan nada sedih.


"Mami masih bisa kok tinggal ikut kami dengan sering-sering ke tempat Angga dan adel tinggal,  Angga hanya mau mandiri mulai sekarang."


"Tunggulah saat istri kamu udah selesai melahirkan Angga." Kata Antony.


"Iya Pi rencana nya juga gitu, sampai Adel pulih pasca melahirkan." Balas Angga.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu Papi dan mami akan dukung kamu dan Adel." Ucap Devnne menengahi.


******


__ADS_2