Nikah Online

Nikah Online
EMPAT PULUH SATU


__ADS_3

Suara tepuk tangan mengiringi langkah Angga dan Adel. Mereka berdiri di sisi Daniel yang masih menampilkan senyumnya.


Kata dari Angga untuk anaknya, membuat semua orang tua terharu terlebih, Adel baru kali ini ia mendengar kata pujian Angga untuk anak kesayangannya itu.


Setelah menerima hadiah, Daniel serta orang tuanya turun dari atas panggung. Untung hari ini si kembar tidak ikut, jadi mereka bertiga ada waktu untuk menghabiskan waktu bersama di luar.


"Kamu mau hadiah apa sayang?" Tanya Adel sambil menggendong Daniel. Daniel sudah cukup berat namun Adel hendak menggendong anaknya tersebut. Karena jarang sekali semenjak mereka kembali bersama Angga, Adel memanjakan Daniel.


"Daniel mau Es krim Mom." jawab Daniel antusias.


Dan dibalas anggukan Oleh Adel, Angga hanya mengikuti kemana perginya anak dan istrinya itu." Karena ia sangat bahagia ketika melihat senyum Adel sedari tadi.


Mereka pergi ke kedai es krim terlebih dahulu, mereka menghabiskan waktu di sana sekitar satu jam lebih. Dengan Daniel yang selalu bercerita dan nampak keceriaan terpancar dari wajahnya.


Lalu setelah dari kedai es krim, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, yaitu menuju ke salah satu pasar malam. Angga baru pertama kali menginjak ke tempat ini, sedangkan Adel dan Daniel sudah sering tetapi itu pada saat mereka masih di kalimantan.


Angga yang masih baru hanya bisa menyeritkan dahinya saja ketika jalan yang mereka lalu banyak sekali lumpur dan juga rumput. Ia sangat khawatir dengan kesehatan kedua orang yang ia sayangi itu.

__ADS_1


"Apakah sebaiknya kita kembali saja sayang?" Tanya Angga cemas, sedangkan Daniel sangat senang. Adel yang mendapat kan pertanyaan tersebut. Menyeritkan dahinya penuh tanya.


"Apa kamu tidak nyaman di sini?" Tanya Adel balik.


"Bukan .... Begitu hanya saja, aku takut kalian akan sakit nantinya."


Mendengar itu Adel hanya tersenyum, ia tahu dengan kecemasan suaminya ini, tetapi apakah Angga tidak lihat bagaimana kebahagiaan yang Daniel pancarkan sedari tadi.


"Ayolah... Kamu ikut aja, lihat Daniel dia sangat bahagia." Kata Adel lagi. Tentu perkataan Adel membuat Angga pasrah dan menurut saja.


Pertama mereka mencoba makanan gorengan, awalnya Angga hendak melarang namun tidak jadi, karena ia melihat bagaimana antusias nya Daniel saat menunggu sang penjual untuk menggoreng telur gulung tersebut.


Adelnya ternyata selama ini sangat sederhana mendidik anak mereka Daniel, anak yang baru Angga ketahu. Rasanya ia ingin selalu memuji Adel karena kepintaran istrinya. Ya walapun dalam pendidikan Adel tamatan SMA, namun dalam rumah tangga Adel sangat pandai mengurusnya.


Tidak terasa mereka menghabiskan waktu bersama sampai jam delapan malam, tentu Daniel sudah tertidur di pangkuan Adel dengan Angga yang membawa mobil. Mereka sampai melupakan si kembar untungnya Adel selalu menyediakan asi untuk si kembar di rumah. Jadi tidak perlu repot jika mereka berdua kehausan.


Mereka sampai di rumah setengah sembilam, Adel tidak tega membangunkan Daniel untuk membersihkan diri, jadi Adel hanya mengganti pakaian anaknya saja. Selesai dengan Daniel, Adel kembali ke dalam kamar mereka, sepertinya Angga sesang di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Selagi menunggu Angga selesai dari kamar mandi, Adel mengunjungi ke dua anaknya yang sudah terlelap, untung keduanya tidak rewel selama ia tinggal. Adel memberi kecupan di kening keduanya secara bergantian.


Adel kembali ke kamar nya Angga sudah selesai dan sekarang suaminya itu sedang duduk di atas kasur. Adel langsung masuk ke kamar mandi guna membersihkan dirinya juga. Tidak butuh waktu lama ia di dalam kamar mandi sekitar lima belas menit dan Adel sudah keluar lengkap dengan baju tidurnya.


"Aku merinduka mu sayang." Bisik Angga setelah Adel duduk bersandar di dada bidangnya.


Adel menatap Angga penuh tanya, bukankah seharian ini mereka selalu bersama, lalu?.


"Bukankah kita selalu bersama seharian ini?" Tanya Adel bingung.


"Rindu dalam kata lain sayang." Adel masih tidak mengerti dengan perkataan Angga dan sebelum ia membuka suara Angga terlebih dahulu ******* bibi nya.


"Rindu berada di dalam mu sayang." Bisik Angga lagi. Adel baru mengerti kemana arah pembicaraan Angga


"Sudah lama rasanya, setelah kamu melahirkan si kembar." Lanjut Angga lagi.


"Bukankah dokter udah bilang jika ingin berhubungan intim tunggu jahitan di perutku sembuh dulu, jadi kamu harus sabar ya." Kata Adel dan mengecup pelan bibir Angga, dan tentu pria itu membalasnya dengan nafsu menggebu. Namun tidak bisa sampai ke hidangan utama karena ia akan menunggu sampai Adel sembuh.

__ADS_1


******


__ADS_2