
Happy Reading.....
Awas banyak Typo....
Enjoy....
*****
Hari ini Adel sudah di perboleh kan untuk pulang, ia juga dapat membawa kedua anaknya karena mereka sudah pulih dan memiliki berat badan yang cukup.
Angga menyewa Babysister untuk mengurus kedua anaknya sementara waktu karena Adel masih dalam tahap pemulihan.
Perutnya masih terasa sakit sehabis operasi untuk mengeluarkan kedua anak nya. Angga mrngenggam tangan Adel saat turun dari mobil, yah walapun istrinya ini masih marah.
Mereka memasuki rumah besar Radjasa, rasanya sudah lama Adel tidak merasakan suasana rumah ini, karena ia yang berada di rumah sakit lebih dari satu minggu.
Tidak terasa mereka sudah memasuki kamar, kedua anaknya sudah berada di keranjang bayi yang sudah Angga siapkan jauh-jauh hari.
"Hati-hati sayang." Kata Angga sambil membantu Adel duduk di atas ranjang, lalu setelah itu ia menyelimuti kaki sampai pinggang Adel.
"Dimana Ponselku?" Tanya Adel.
"Di tas sayang, kamu ingin menghubungi seseorang?" Angga bertanya sambil mengambil Ponsel Adel yang ada di tas wanita tersebut.
Lalu ia memberikannya kepada Adel yang sama sekali masih belum melihat ke arah nya.
Adel mengambil ponsel nya dari tangan Angga lalu menghubungi seseorang yang baru ia jumpai saat sebelum ia mengalami kecelakaan beberapa hari lalu.
"Halo.." Suara itu membuat Adel tersenyum sedangkan Angga menyeritkan dahinya, siapa yang istrinya itu telpon.
"Hey...apa kabar?" Tanya Adel
"Baik, bagaimana dengan kamu." setela itu obrolan mereka berlanjut sampai jam menunjukkan pukul satu siang dan selama itu juga Adel mengabaikan Angga yang sedari tadi mencari perhatiannya dengan berbagai cara.
__ADS_1
*****
"Bagimana apa kamu udah dapat buktinya?" Tanya Angga kepada Kelvin, sekarang ini mereka sedang berada di ruang kerja Angga, setelah di cuekin tadi Angga langsung saja pergi ke ruangan ini dan menghubungi Kelvin dan menanyakan perihal keluarga Anggun.
"Sudah, dari yang aku dapat keluarga Gunawanto menyuap polisi untuk menutupi peredaran narkoba yang mereka lakukan ke daerah sulawesi, lalu mereka korupsi uang perusahaan dengan kaki tangan mereka yang ada di perusahan kita." Jelas Kelvin dan membuat Angga menganggukan kepalanya berarti ia bisa menjatuhkan keluarga Gunawanto dengan sekali jentikan jari saja.
"Cabut kontrak Anggun dengan perusahaan Model yang berada di paris sekarang ini." Kata Angga dan dibalas Anggukan oleh Kelvin.
"Ah ya satu lagi, cari siapa yang istri ku telpon tadi siang." Kata Angga lagi lalu setelah itu Kelvin pamit undur diri dari sana.
Ke esokan harinya, Adel sedang menimang Lucas yang sangat cerewet tidak seperti Keyra yang hanya diam saat bersama babysistter nya.
"Suutt sayang jangan nangis, apa kamu ingin Pup Tanya Adel kepada anaknya yang masih belum mengerti.
lalu Adel melihat popok Lucas namun tidak ada Pup di sana berarti anaknya ini sesang rewel nya dan tentu hal itu membuat Adel kualahan dengan hanya mengurus Lucas.
sekitar jam tiga sore Angga pulang dari kantor, ya sekarang ia sudah mulai bekerja di kantor lagi, saat kondisi Adel sudah membaik.
"Kenapa dengan Lucas?" Tanya Angga sambil menyimpan tas kerjanya di sofa lalu berjalan mendekat ke arah Adel yang sedang mengendong Lucas.
Angga mengambil Lucas dari gendongan Adel, lalu dengan ajaibnya pria kecil itu langsung diam saat Angga sudah mengendongnya, bahkan bayi tersebut langsung terlelap.
Ternyata Anak kedua Adel itu merindukan sang Daddy, padahal baru beberapa jam saja Angga meninggalkan rumah untuk bekerja.
"Kamu tidak ingin melihat berita hari ini sayang?" Tanya Angga kepada Adel yang sedang duduk di sofa ruang tengah.
"Untuk apa? tidak ada yang menarik juga."
"Lihat lah." paksa Angga, dengan memutar bola matanya Adel meraih remot Tv lalu menghidupkannya dan mencari chanel yang Angga maksud tadi.
"Anggun Gunawanto model papan atas baru saja di pecat dari permodelan bergengsi di Paris, penyebabnya karena ia tersandung kasus protitusi----dan Bla-bla."
"Bukan kah itu wanita yang bersama mu di kantor minggu lalu?"
__ADS_1
"Ya benar sayang." Jawab angga dengan senyum
"Apa yang kau lakukan kepadanya? Tanya Adel
"Hanya memberinya pelajaran karena berani mengusik keluarga kecil ku."
Adel masih belum merespon, ia masih fokus ke arah layar Tv, sedangkan Angga memanggil babysistter untuk mengambil Lucas dari gendongannya.
"Aku mencintaimu sayang, aku bersumpah bukan aku yang mencium dia saat itu." jelas Angga setelah duduk di samping Adel.
"Tetapi kamu menikmatinya kan."
"Aku saat itu sangat terkejut dengan apa yang ia lakukan dan kebetulan kamu sudah sampai di ruangan ku."Jelas Angga sungguh-sungguh sambil memegang kedua tangan Adel dan membuat mereka saling berhadapan.
"Bukankah aku sudah berjanji di depan altar jika kamu lah yang akan menjadi istriku sekarang, maupun selamanya."
lalu setelah itu Angga memeluk Adel dengan erat ia tidak ingin kehilangan istrinya untuk yang ke dua kalinya sudah cukup lima tahun yang lalu saja.
"Maaf aku egois." Bisik Adel dan air matanya tiba-tiba mengalir.
"Sstt itu bukan salah mu sayang, wajar jika istri ku marah ketika melihat suami nya sama wanita lain." Kata Angga.
lalu setelah itu Angga mencium bibir Adel dengan pelan, semualanya hanya pelan namun lama-lama menuntut, karena kehabisan napas Adel mendorong dada Angga.
"Kamu ingin aku kehanisan napas." Ucap Adel Terengah-engah dan dibalas senyuman oleh Angga, sekarang masalah mereka telah selesai hanya tinggal tunggu waktunya Angga membuat Gunawanto bangkrut dan mendekam di jeruji besi.
*****
Hah! sangat capek ya cari ide, bentar lagi Cerita Ini akan tamat dan author akan fokus ke Roy.
ada kata-kata buat pemain? atau buat Author?
klo gak ada yaudah gpp :(
__ADS_1
maaf ya klo masih banyak typo...
kalau udah taman author bakal hapus sebagian part🙏