Nikah Online

Nikah Online
DUA PULUH SATU


__ADS_3

Angga baru saja selesai meeting dan ia memasuki ruangannya dengan wajah lelah. Tidak beberapa lama ponselnya berdering dan membuat Angga harus melihat siapa penelpon itu.


My wife is calling....


"Ada apa sayang?" Tanya Angga sambil membuka dokumen yang ada di hadapannya.


ya setelah satu minggu cuti pernikahan akhirnya Angga kembali ke rutinitasnya seperti biasa yaitu ke kantor.


"Aku di lobi," Jawab Adel dengan singkat, pasal nya ia tidak di bolehkan masuk karena tidak memiliki janji dengan Angga, bagaimana mau buat janji sedangkan ia dan Angga adalah suami istri. Adel hanya memakluminya saja karena mungkin karyawan tersebut belum mengenalnya sebagai istri dari pemilik perusahan besar tersebut.


Setelah itu Adel mematikan sambungan telepon saat Angga menjawab, akan menjemputnya. Angga memencet lif ke lantai satu cukup lama ia berada di kota persegi tersebut karena memang ruangan berada di lantai 20.


tidak beberapa lama ia keluar dari lif dan menuju istrinya yang mungkin sudah bosan menunggu. ia akan memarahi karyawan yang tidak mengijinkan istrinya itu masuk.


"Sayang!" Panggil Angga dengan langsung merangkul Adel dan membimbingnya ke sofa di lobi. semua karyawan yang melihat itu menjadi tercengang. pasalnya baru kali ini bos besar mereka dekat dengan wanita.


"Siapa yang membiarkan istri saya berdiri disana" Kata Angga dengan tajam sedangkan Adel yang sudah duduk di sofa langsung menarik tangan Angga.


"Jangan marah," Bisik Adel. "Aku takut, ayo kita makan siang," Lanjutnya lagi sambil menarik tangan Angga.


"Tunggu sebentar Sayang," Ucap Angga. "Jika sekali lagi kalian membiarkan istri saya menunggu, saya tidak segan untuk memecat kalian semua," Ancam Angga sedangkan para Karyawan sudah sangat ketakutan apa lagi berita yang baru saja mereka dengar, jika wanita yang sedang bersama bos mereka tersebut adalah istrinya.


setelah itu Angga menarik Adel menuju lif untuk sampai di ruangannya. sekarang mereka sudah sampai di ruangan Angga, Adel sibuk menyiapkan makanan yang ia bawa dari rumah untuk makan siang Angga. sedangkan Angga bergelut manja di lengan Adel.

__ADS_1


"Awas, kau membuat pergerakanku terbatas," Ucap Adel sambil menyingkirkan tangan Angga dari lengannya.


"Kau begitu jahat sayang," Ucap Angga mendramatis dan membuat Adel memutar bola matanya.


"Ayo makan," Ucap Adel sambil menyodorkan sendok yang sudah diisi lauk dan nasi ke arah Angga.


"Kau tidak makan," Tanya Angga.


"Aku sudah makan bersama Daniel tadi," Balas Adel.


"Apakah Daniel bahagia bisa sekolah?" Tanya Angga sambil mengunyah makanan nya.


"Ya dia sangat bahagia, dan juga sangat aktif," Cerita Adel. "Kata guru nya ia mendapatkan nilai seratus di kelas-nya," Sambung Adel.


"Wah dia sunggu keturunan Radjasa," Bangga Angga


"Wess, Istri lo benar-benar cantik," Ucap Andi--teman Angga.


"Awas lo, kalau naksir istri gue, gue bakal buat hidup lo menderita," Ancam Angga, padahal Andi hanya bercanda.


"Ya ya ya, gue udah punya calon kali," Balas Andi sambil memutar bola matanya.


"Gadis tidak beruntung mana yang mau menjadi istri mu," Nada mengejek itu membuat wajah Andi pias. Dasar Angga," Umpat Andi dalam hati.

__ADS_1


"Ya elah lo, kaya gak kenal gue aja," Bangga Andi, Andi si playboy cap kakap itu sungguh bangga dengan diri nya yang bisa memacari gadis-gadis yang berada di kampus mereka dulu.


Angga tidak menanggapi Ocehan Andi, ia fokus dengan istrinya yang sudah bersiap-siap untuk pulang.


"Kau mau pulang sayang?," Tanya Angga.


"Ya, hari ini Daniel ingin pergi ke taman bermain," Jawab Adel


"Kita Akan pulang bersama-sama," Balas Anga dan mengambil tas kerjanya.


"Bagaimana dengan teman mu," Adel melirik ke arah Andi yang sedari tadi hanya melihat ia dan Angga saja. "Dan ini belum jam pulang kantor," Lanjut Adel.


"Biarkan dia," Jawab Angga acuh. " Disini aku lah bosnya sayang,"Lanjut Angga


"Dasar teman laknat," Ucap Andi dan membuat Angga tersenyum karena menjahili Andi.


"Sombong," Ucap Adel


"Bye..Bye jomblo," Ejek Angga kepada Andi, sedangkan Andi mendengus.


Setelah Angga dan Adel keluar dari ruangan dan menyisakan Andi yang melongo karena ditinggal.


Andi bahagia melihat sahabatnya yang bisa tersenyum lagi tidak seperti lima tahun lalu yang membuat Angga sangat dingin terhadap siapapun bahkan terhadap keluarganya sendiri.

__ADS_1


Andi keluar dari ruangan Angga untuk kembali ke kantornya lagi. banyak karyawan yang menyapa dirinya saat keluar dari dalam lif.


*****


__ADS_2