
Beberapa jam kemudian, setelah mereka makan dan sedikit berolah raga malam. Kedua nya saling berpelukan tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka kecuali selimut yang sekarang mereka pakai untuk menutupi tubuh telanjang mereka.
"Jelaskan siapa pria itu." Kata Angga menuntut penjelasan ia masih penasaran dengan pria yang sangat berani memeluk istrinya.
"Kenapa kamu sangat ingin tahu?"
"Jangan uji kesabaran ku sayang!" Kata Angga geram
"Baiklah, jangan marah-marah nanti kamu cepat tua." Kata Adel
"Aku memang sudah tua, kamu gak lihat di atas kue ulang tahun ku tadi bertulis angka tiga dan dua." Ucap Angga jengah.
"Hahah....ya...ya aku lihat. Baiklah namanya Aiden Mahendra teman semasa SMA ku dan juga Devina." Jelas Adel namun penjelasannya tidak membuat Angga Puas.
"Lalu kenapa kalian pergi ke sini?"
"Dia yang membantuku untuk menyiapkan Kejutan ini, dan Menginap disini gratis selama satu hari oleh nya." Jelas Adel dan membuat Angga mengangguk mengerti.
"Kamu gak ada hubungan apa-apakan sama dia." Tanya Angga ada tersirat nada cemburu di kalimat nya.
__ADS_1
"Gak Ada, kami hanya sebatas teman, dia udah punya tunangan juga." Penjelasan Adel membuat Angga bernapas lega, untung saja pria itu sudah ada yang punya, jika tidak maka Angga akan sangat ekstra menjaga istri muda nya ini.
"Bagaimana keadaan Anak-anak saat aku tinggal?" Tanya Adel ia sangat Khawatir meninggal kan kedua bayinya yang sekarang berumur satu bulan lebih. Kalau Daniel anak itu akan ikut dengan kakek nya saja.
"Mereka baik-baik saja, ada Mami dan Amira yang menjaganya." Kata Angga dan membuat Adel bisa bernapas lega.
"Sayang!" Panggil Angga dan di balas deheman oleh Adel, sebenarnya ia sudah mengantuk karena kecapean dan juga jam sudah menunjukkan pukul Sebelas malam.
"Apakah kamu benar ingin melanjutkan pendidikan mu?" Tanya Angga sambil mengeratkan pelukannya.
"Sebenarnya aku memang ingin melanjutkan pendidikan ku, namun setelah aku pikir-pikir lagi rasanya lebih baik aku menjaga anak-anak dan kamu saja, apalagi Lucas dan Keyra masih kecil, masih memerlukan kasih sayang dari ku." Jawab Adel panjang lebar.
"Terima kasih sudah mementingkan kami." Ucap Angga
"Kalian selalu penting di hidup ku sayang." jawab Adel lalu membalas pelukan Angga tak kalah erat.
"Rencananya minggu depan kita akan pindah ke rumah yang aku katakan waktu itu."
"Bukan kah tidak terlalu cepat."
__ADS_1
"Lebih cepat lebih baik sayang, aku mau kita mulai sekarang mandiri untuk mengurus anak-anak." Kata Angga
"Baiklah, aku ngikut kamu aja."
Lalu setelah itu mereka tidur dengan saling berpelukan, rumah tangga nya mungkin banyak cobaan di awal namun Angga bersyukur mereka bisa mengatasi nya dengan baik, ia tahu jika masalah akan selalu datang ke dalam kehidupan mereka namun ia tidak ingin terlalu larut dalam masalah yang penting ia bisa mengikuti alurnya dengan baik saja.
******
Tidak seperti malam sebelumnya, malam ini Kelvin harus tidur di sofa karena istrinya itu banyak mau nya, dan malam ini katanya bau badan Kelvin sangat tidak sedap.
Oh astaga! Bukan kah masa ngidam Devina sudah berlalu, tetapi kenapa wanitanya itu masih saja ngidam.
Membuat Kelvin heran saja, padahal bayi mereka sebentar lagi akan lahir tinggal hitung hari saja.
Mereka tidak pernah memeriksa jenis kelamin anak mereka, kata Devina biar menjadi kejutan saja. Walapun ia masih sibuk di tugaskan oleh Angga, namun ia tetap akan memiliki waktu untuk istri dan calon bayi nya.
Terkadang Kelvin bisa sangat jengkel dengan sifat Angga karena bisa memerintahnya di jam bukan pekerjaan terlebih saat jam bisa menunjukkan pukul dini hari.
Namun ia bisa memakluminya, mungkin saja Angga sudah pikun karena sudah tua, ketika mengingat Angga yang menginjak umur kepala tiga membuat Kelvin tersenyum, yah walapun umur kepala tiga namun kelakuannya seperti anak Sd. Sangat manja ketika bersama istri mudanya itu.
__ADS_1
*****